
Episode 75 : Hardan hampir sembuh.
***
"Sayang ... kau itu sangat penting dalam hidupku, jadi jangan khawatir ..."
Hardan bisa merasakan kerinduan yang pilu di hati Bulan.
Keduanya berbicara dari hati ke hati, keduanya jadi semakin dekat dan hati mereka semakin menyatu.
Tetapi saat berpelukan itu, Bulan merasa suhu tubuh Hardan sedikit panas, Bulan segera melonggarkan pelukannya sedikit dan memeriksa suhu tubuh Hardan menggunakan tangan.
"Sayang ... suhu tubuhmu panas sekali, apakah kau sakit?"
Bulan langsung panik, dia melihat Hardan dengan tatapan yang sangat khawatir.
"Panas?" Hardan sedikit bingung, akan tetapi ketika Bulan membahasnya, Hardan secara tiba-tiba baru ingat jika dari tadi malam dia selalu bertemu dengan wanita bahkan bersentuhan.
Mata Hardan melebar, dia terkejut dan syok sekali, dia tidak merasakan alergi sama sekali akan tetapi memang dia merasa sedikit pusing dan suhu tubuhnya panas.
Hardan tidak menyadari reaksi tubuhnya ini ketika ia terlalu fokus kepada kekasihnya.
"SA ... SAYANG! Aku tidak alergi sama sekali, apakah ini nyata? padahal aku bertemu banyak wanita tadi malam ..."
Hardan berbicara sangat bersemangat, sekarang wajahnya sudah semakin pucat karena efek dari Sentuhannya dengan wanita tadi malam membuat kepalanya pusing dan suhu tubuhnya panas.
Akan tetapi tidak ada alergi seperti biasanya, hanya suhu tubuh yang naik dan kepalanya sedikit pusing.
"Be ... benarkah? tapi kamu kelihatan demam, tunggu sebentar ya, aku akan memanggil Tuan Lucas agar membawakan dokter segera ..."
Bulan menjadi sedikit terburu-buru, walau Hardan mengatakan dia tidak mengalami alergi ketika kejadian tadi malam, tetap saja Bulan khawatir dengan perubahan drastis suhu tubuh Hardan.
Saat Bulan hendak melangkah pergi, Hardan menarik tangan Bulan dan memeluknya kencang sekali.
"Sayang ... jangan pergi, kita tunggu disini saja, aku akan menelepon dia untuk memanggilkan dokter pribadi ku,"
Hardan memang merasa tubuhnya tiba-tiba saja lemas, dia tidak suka sendirian ketika merasa lemah seperti ini.
Dia ingin Bulan terus berada di sisinya.
Hanya beberapa menit setelah itu, karena kondisi Hardan yang lemas, Bulan menggunakan ponsel kekasihnya untuk menghubungi Lucas dan meminta Lucas membawa Hardan pulang.
Serta memanggil dokter pribadi ke mansion Hardan.
...
Setelah beberapa saat ...
Dokter psikiater yang merupakan psikiater Hardan sudah datang ke mansion dan memeriksa keadaan Hardan.
Dan dia terkejut setelah melakukan prosedur pemeriksaan khusus untuk pasien OCD.
__ADS_1
Hardan sudah duduk diatas ranjang, menunggu hasil pemeriksaan dari dokternya ini.
"Tuan Hardan, apakah anda bisa mengatasi trauma anda dengan sendirinya? ini sungguh luar biasa ..."
"Aku sudah mencoba mengobati anda selama beberapa tahun terakhir, tetapi hasilnya nihil, tetapi hanya sekitar enam bulan anda tidak menghubungi aku lagi, tiba-tiba saja anda sudah hampir sembuh ..."
Dokter itu memberikan laporan mengejutkan kepada Hardan.
Mengenai bagaimana Hardan Sepertinya menyembuhkan traumanya dengan sendirinya, seolah hatinya telah diisi dan disembuhkan dengan cepat.
"Benarkah? aku sudah hampir sembuh? jadi aku sudah bisa bepergian dan tidak akan takut alergi lagi?"
Mata Hardan sangat antusias hendak mendengar jawaban dari dokternya ini.
"Aku rasa bisa, akan tetapi jangan terlalu intens, karena anda belum sembuh sepenuhnya, pikiran dan hati anda sedang dalam tahap penyembuhan dengan sendirinya, jadi aku sarankan jangan pergi keluar dulu, fokus kepada dirimu sendiri dulu dan faktor apa yang membuat anda bisa sembuh dengan cepat ..."
Dokter itu memberikannya penjelasan yang jelas, dia tidak menyarankan Hardan langsung pergi ke luar.
Dia hanya menyarankan agar Hardan fokus dengan penyembuhan hatinya, dan apa yang sebenarnya bisa membuatnya sembuh dengan cepat.
Yaitu bersama Bulan.
"Baiklah dok, terimakasih ..." Hardan mengucapkan terimakasih dengan sungguh-sungguh.
Mendengar akhirnya dia bisa sembuh dengan segera sungguh membuat Hardan bersemangat sekali.
***
Bulan memasak bubur untuk Hardan, sama seperti sebelumnya, menyiapkan makanan enak untuk orang yang sakit.
Wajah Bulan kelihatan layu dan sedih sekali, dia tidak suka melihat orang terdekatnya sakit, hal itu membuat hatinya perih karena selalu saja mengingatkan akan penyakit ayahnya dulu.
Bulan duduk di sisi ranjang, mengambil wadah bubur dan hendak menyuapinya ke kekasihnya.
"Sayang ... kau kenapa? aku bilang kan jangan sedih lagi, kenapa kau sedih?" tanya Hardan menyelidik.
Mungkin karena Bulan dalam masa periodenya, dan baru saja mendapatkan masalah, hatinya sedang rapuh sekali.
"Tes!"
Tanpa sadar Bulan menunduk dan meneteskan air mata.
"Aku benci melihat mu sakit seperti ini, aku tidak suka kau sakit ..."
Seru Bulan masih menggenggam erat sendok di tangannya.
Mendengar bahwa Bulan bersikap seperti itu karena khawatir kepadanya tentu saja memberikan perasaan hangat kepada Hardan.
Bulan adalah orang pertama yang menangis untuknya karena khawatir saat ia sakit.
Setelah ayahnya meninggal, Hardan tidak pernah merasakan kasih sayang tulus seperti ini lagi.
__ADS_1
"Sayang ... kenapa kau jadi manja sekali?"
"Hehe, tapi aku suka ... tenang saja aku tidak akan sakit lagi di masa depan, asal kau jangan meninggalkan aku!"
"Lagian bagaimana aku bisa sembuh jika kau tidak memberikan aku makan sekarang, kau mencengkeram sendok begitu kuat, padahal aku lapar sekali ..."
Hardan mengusap air mata pacarnya lagi.
Mendengar hal itu Bulan langsung sadar, jika dia sama sekali belum menyuapi Hardan dengan bubur yang ia masak.
Dengan sigap Bulan langsung menyuapi pacarnya.
Keduanya benar-benar telah saling melengkapi sekarang, di waktu yang begitu singkat, kisah cinta terjalin begitu kuat dan erat.
...
Disaat yang bersamaan,
"Tring ... Tring ... Tring!"
Sesuai dengan rencana yang disusun oleh Louise maka dia harus menghubungi Ruby untuk melancarkan rencananya.
Ruby kebingungan ketika melihat panggilan dari nomor tak dikenal.
Akan tetapi saat ia mengangkat panggilan itu, wajahnya langsung terkejut saat tahu jika yang menelepon dirinya adalah Ayah tiri Hardan, Louise.
"Halo Ruby, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu, ini semua mengenai Hardan ..." ucap Louise akan mempermainkan hidup Ruby, Bulan dan Hardan demi harta berlimpah yang ia inginkan.
Tentu saja ketika Ruby mendengar Louise membicarakan mengenai Hardan, Ruby langsung bersemangat.
Saat lalu Ruby memang menyesal mengambil uang yang ditawarkan untuk meninggalkan Hardan, karena tidak satupun lelaki yang bisa menggantikan Hardan di hatinya.
Jadi, Ruby akan melakukan segalanya agar Hardan bisa kembali kepadanya.
Dan sepertinya hal itu didukung oleh keluarga Hardan.
Walau Ruby tidak sadar, jika dia telah masuk ke dalam rencana Louise untuk menyingkirkan Bulan.
.
.
.
.
Author : Maaf ya guys telah update, jika ada typo langsung komen aja ya, soalnya aku nulisnya juga cepet banget ini, kejar target crazy up soalnya.
Maapkeun diriku 🥺
Btw dua episode lagi nyusul Bentar lagi yaa.
__ADS_1