Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 34 : Lelaki yang sangat mengerikan.


__ADS_3

Episode 34 : Lelaki yang sangat mengerikan.


***


Saat mereka hendak mendekat semakin dekat, Bulan menggunakan badannya untuk melindungi Hardan.


Untung saja Bulan memiliki kekuatan fisik yang mempuni, membuat mereka semua terdorong ke belakang.


"Gadis kecil ini ..."


Mereka yang berjumlah empat orang berpakaian terbuka geram melihat bagaimana ekspresi kemenangan di wajah Bulan ketika Bulan berhasil mendorong mereka ke belakang.


Keempat wanita penghibur itu secara serempak hendak menyerang Bulan, akan tetapi sang assiten serba bisa yaitu Lucas segera menahan mereka semua.


"Sudah ... sudah ... ayo kita keluar dulu, kita bicarakan di luar, aku akan memberikan kalian hadiah yang bagus loh,"


"Asal kalian jangan membongkar masalah ini ke umum ya ..."


Lucas mengangkat jempol kearah Hardan, mencoba mengambil hati sang tuan muda, dengan cara menyelesaikan dan menjauhkan para wanita penghibur itu dari Bos nya.


***


Oleh karena tawaran yang menggiurkan para wanita penghibur itu mengikuti tawaran Lucas, hanya dalam beberapa saat pada wanita penghibur beserta Lucas sudah berada di luar.


Dan yang ada di dalam ruangan hanya Hardan William, Bulan dan karyawan yang korupsi.


Hardan William memang sengaja tidak membawakan anak buah atau suruhan yang banyak, karena tujuan mereka kesini bukan untuk menarik perhatian.


Akan tetapi menyelesaikan masalah dengan cepat.


"Haah!"


Bulan menghela nafasnya, menepuk telapak tangannya seolah baru saja menyelematkan dunia.


"Aku memang kuat, ternyata tidak sia-sia pekerjaan paruh waktu ku yang banyak itu, HAHAHA!"


Bulan bangga dengan dirinya sendiri, dia hendak melihat keadaan Hardan, sang tuan yang ia lindungi dengan jiwa dan raganya malam ini.


Saat ia menoleh ke belakang, dia menemukan jika Hardan tengah menutup hidungnya dengan kuat dan wajahnya pucat sekali.


Bahkan sampai berkeringat dingin.


Penyakit OCD Hardan memang merepotkan dirinya, bau menyengat dari para wanita tadi, dan sentuhan tak sengaja salah satu wanita itu membuat Hardan hampir muntah.


Tetapi Hardan masih bisa menahannya.


"Tu ... Tuan apakah kau baik-baik saja?"


Bulan yang menjadi pengawal cilik Hardan mencoba meraih dan hendak menenangkan Hardan yang kelihatan panik.


"Lepaskan sepatu mu!"


Ucapan tak terduga dari Hardan membuat Bulan memiringkan wajahnya.


"Hah? kenapa Tuan? sepatuku?"


Bulan kebingungan, dia melihat sepatu usang yang sol nya susah keras sekali.


"Iya ... cepat lepaskan sekarang!"


Perintah Hardan masih mencoba mengatur pernafasannya.


'Haaah ... aku bingung mengapa harus melepaskan sepatu tapi lepas saja lah!'


Benak Bulan tanpa menunggu lama langsung melepaskan sepatunya.

__ADS_1


Sepatu itu langsung diraih dengan cepat oleh Hardan dan melemparkan sepatu dengan sekuat tenaga.


"Brak!"


Sepatu itu mengenai kepala karyawannya yang kelihatan secara perlahan mencoba kabur dari pintu yang lain.


"Aaaahhh!" lelaki itu berteriak meringis kesakitan, kepalanya berdarah karena sepatu Bulan yang keras.


Sedangkan Bulan langsung menahan nafasnya karena rentangan tangan Hardan tepat berada di atas kepalanya.


Membuat Bulan bisa merasakan kekuatan dan nafas berat Hardan sekarang.


"Diam disitu jika tidak ingin mati! bajingan!"


Hardan berbicara dengan enteng.


Dia tersenyum menyeringai dan sangat mengerikan di pandangan Bulan.


Hardan terlihat seperti manusia berhati dingin sekarang dan itu membuat Bulan merinding.


Disaat karyawan Hardan itu meringis kesakitan, Hardan menatap kearah bawah dimana Bulan masih syok melihat kengerian lelaki ini.


Mata Bulan bahkan tak berkedip dan dia menahan nafasnya.


Hardan meletakkan tangannya di bahu Bulan lalu membisik.


"Kau tunggu di sudut ruangan sana, jangan menjauh dan pergi kemanapun,"


"Juga ... tutup matamu dan jangan pernah membukanya sebelum aku meminta untuk membuka mata, mengerti?"


Hardan membisik dekat sekali.


Sembari mengusap pipi halus Bulan.


Bulan tanpa sadar mengangguk dengan cepat sembari tubuhnya bergetar hebat, dia tidak pernah melihat lelaki se mengerikan ini sebelumnya.


Dia menutup matanya dengan kedua tangan juga sesuai dengan perintah Tuannya.


***


Langkah kaki Hardan yang mengenai lantai membuat karyawannya itu semakin ketakutan.


"Ampuni aku Tuan, ampuni aku ..."


"Aku bersalah, aku tidak akan ulangi lagi ..."


Mengetahui riwayatnya sudah tamat, dia segera memohon ampun di bawah kaki Hardan.


Mencoba meminta belas kasih dari atasannya ini.


Tetapi tentu saja semuanya sudah terlambat.


"Ampun?"


"Kau bilang ampun, aku sudah memberikan upah fantastis kepada seluruh karyawan ku, tetapi kau masih menipu ku dengan menggelapkan dana untuk biaya produksi!"


"Hei ... apakah kau tahu hal apa yang paling aku benci di dunia?"


Hardan bertanya sembari menatap dengan kengerian, matanya seolah menghina karyawannya itu dan mengatakan mereka tidak sederajat.


Lelaki yang bersimpuh dan memohon itu hanya bisa menangis.


"A ... ampun Tuan ..."


Ucapnya lagi bergetar takut, dia tak akan pernah tahu jika Hardan bahkan akan turun tangan secara langsung untuk membereskan masalah korupsi seperti ini.

__ADS_1


Hardan tak mendengar permohonan lelaki itu namun melanjutkan ucapannya.


"Aku paling benci dengan pengkhianatan, kebohongan dan ketidakpuasan seseorang!"


"Hal itu membuat aku jijik dan ingin muntah!"


"Kau juga sepertinya sudah meremehkan aku ... jadi aku tak akan melepaskan mu!"


Hardan mengancam dengan penuh tekanan.


Lalu setelah itu menghajar habis-habisan karyawannya yang akan segera ia pecat dari perusahaannya.


"Bak!"


"Buk!"


"Bak!"


"Buk!"


Suara tinju, tendangan dan barang terjatuh memenuhi ruangan.


Tetapi orang yang berpesta di luar tak akan mendengar hal itu sebab suara musik menggema di luar lebih kuat dari suara yang ditimbulkan di dalam ruangan.


Bulan bisa mendengar seluruh percakapan mereka, bagaimana lelaki yang sepertinya mengkhianati kepercayaan Hardan memohon ampun setiap kali ada pukulan terdengar.


Tetapi suara pukulan itu tak berhenti sampai lelaki malang itu tak bersuara.


Hardan membuatnya sampai pingsan tak sadarkan diri.


Bulan yang ada di sudut ruangan meringkuk sembari menutupi wajahnya sudah ketakutan setengah mati.


Tubuhnya bergetar hebat, malam ini dia mengetahui beberapa hal.


Hardan William itu lelaki super super mengerikan yang harus dihindari, Hardan sangat membenci pengkhianatan dan kebohongan.


Mungkin saat lalu saat Bulan lupa kembali ke kediaman Hardan, saat itu Bulan beruntung tidak dihabisi Seperti lelaki ini.


'Hiks ... ini terlalu mengerikan, aku tidak berani mengintip sedikit pun!'


'Aku harus menjaga sikapku mulai hari ini!'


Bulan bertekad dalam dirinya sendiri, jika dia tak akan lagi mencari masalah apalagi berbohong kepada Hardan William.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Bulan mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya.


Tetapi Bukan tak membuka matanya dan tetao meringkuk di sudut ruangan.


"Hei ... berdiri ..."


Suara Hardan yang dikenali oleh Bulan meminta Bulan untuk berdiri.


Bulan menelan salivanya berdiri sesuai perintah dari sang tuan.


Setelah Bulan berdiri ....


"Balik badan dan jangan pernah melihat ke belakang!" perintah Hardan William lagi.


Dituruti oleh Bulan yang sudah terlalu waspada kepada lelaki yang ada di dekatnya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2