Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 101 : Lamaran saat salju pertama turun.


__ADS_3

Episode 101 : Lamaran saat salju pertama turun.


***


Satu minggu kemudian,


"Sayang, diluar dingin sekali, kenapa kita tidak pulang saja ..." Hardan tengah mengajak kekasihnya jalan-jalan keluar.


Dimana Hardan menyewa taman bermain hingga kosong.


Bulan tak tahu mengapa hingga saat ia melihat salju pertama turun secara perlahan-lahan.


Saat Bulan melihat keatas langit, karena ini pertama kalinya ia akan melihat salju, dia melebarkan tangannya dan takjub sekali.


"Ini salju? ini pertamakali nya aku melihat salju ..."


"Astaga, putih sekali, bentuknya jika diperhatikan sebutir seperti bintang ..."


"Aaaa ... sayang, inilah alasan mu mengajak aku kesini ..."


Bulan girang sekali, dia tadinya sudah membelakangi Hardan, lalu saat ia menghadap kearah Hardan lagi, matanya langsing melebar dan dia syok sekali.


Di belakang Hardan, taman bermain kosong itu menyala, sangat terang, dan hiasannya sangat indah.


Lagi lagi Bulan merasa seperti ada di negeri dongeng, salju pertama turun, dengan hiasan lampu kelap-kelip mengelilingi mereka.


Dan yang paling penting, Hardan yang sudah tidak sabar ingin menikah dengan Bulan sudah berlutut di hadapan Bulan dan menyodorkan sebuah cincin berlian dengan kotak nya.


Bulan terharu sekali sampai dia menutup mulutnya dengan tangan.


Hardan tersenyum dan mulai melamar kekasihnya ini.


"Sayang, mau kah kau menikah denganku? mengarungi rumah tangga dan bersama selalu, saling menyembuhkan dan membangun keluarga kecil kita?"


"Aku berjanji akan membahagiakan mu seumur hidupku, mencintaimu selamanya dan hanya kau!"

__ADS_1


Hardan mengungkapkan keinginannya, dia sangat menginginkan Bulan dan hanya Bulan seorang.


Mendengar lamaran Hardan disaat yang romantis ini, Bulan menangis terharu lalu menganggur kepalanya.


"Aku mau, aku mau jadi istrimu ... aku mau ..." serunya ikut duduk agar sejajar dengan Hardan.


Bulan menangis haru dan memeluk Hardan begitu erat.


"Terimakasih sudah menjadi lelaki pertama untukku, aku juga berjanji akan mencintai mu selamanya dan hanya kau, kau akan menjadi suami paling bahagia di dunia ..."


Bulan menangis, dan memeluk Hardan erat sekali.


Mereka berpelukan di tengah lampu yang sangat megah, mereka seperti berada di tengah taburan bintang dan tak ada yang bisa menandingi kebahagiaan ini lagi.


Hardan terharu dan bahagia sekali, dia memasangkannya cincin di jari manis Bulan.


"Mulai sekarang kau benar-benar menjadi milikku, kau tahu kan tak akan bisa lepas dari genggaman ku?" bisik Hardan yang juga matanya telah berkaca-kaca.


Bulan menganggukkan kepalanya, "Ummm ... aku tahu, dan aku tidak mau kau melepaskan aku ..." seru Bulan membalas ucapan Hardan.


***


Disaat yang bersamaan, Lucas tengah sibuk sekali menyiapkan segalanya, mengenai pernikahan Hardan dan Bulan sudah disiapkan sebelum Hardan meringkus Louise.


Hardan memang sudah ingin cepat menikah dengan Bulan jadi salah satu misi rahasia Lucas juga adalah menyiapkan pesta pernikahan megah untuk Hardan dan Bulan.


Saat lamaran itu telah terjadi, kabar langsung menyebar luas, mengenai pernikahan Hardan William dan Bulan, wanita biasa yang menjadi tambatan hati sang tuan muda.


Banyak hati yang langsung patah, baik itu Kevin maupun banyak wanita yang mengidolakan Hardan.


Sedangan Ruby yang trauma sekali karena kejadian dia hampir dibunuh masih harus rutin berkonsultasi ke psikiater, dia tidak bisa menghilangkan kekhawatiran dan rasa takut nya.


Sehingga dia mengurung dirinya terus menerus.


***

__ADS_1


Waktu akhirnya berlalu, sudah satu minggu berlalu sejak lamaran itu.


Hukuman untuk Louise telah diketuk palu, Louise akan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup dan memiliki tugas membersihkan kamar mandi narapidana seumur hidup pula, sama seperti yang disampaikan oleh Hardan disurat nya.


Sedang untuk Hera, harusnya Hera juga ikut dipenjara akan tetapi hal itu diurungkan karena hanya satu minggu setelah pemeriksaan kejiwaan, Hera positif mengalami gangguan kejiwaan karena kebohongan Louise juga kejahatannya kepada Hardan dan Ayah Hardan.


Semua yang jahat telah mendapatkan hukumannya di waktu yang tepat.


***


Lalu disisi lain, Hardan dan Bulan sudah kembali ke negara mereka.


Dan hari ini adalah hari pernikahan yang sudah disiapkan dengan matang oleh Hardan.


Bulan melihat dirinya mengenakan gaun putih, dia mengingat ayah dan ibunya dan mengusap cermin.


"Ayah ... Ibu, apakah kalian percaya, hari ini aku akan menikah, aku bertemu seorang lelaki yang sangat mencintai aku dan katanya dia akan membahagiakan aku, aku senang sekali ..."


"Sekarang Ayah dan Ibu tidak perlu khawatir lagi padaku, karena aku benar-benar akan bahagia ..." ucapnya begitu pilu.


Sampai akhirnya saatnya ia melakukan pernikahan dengan Hardan William.


Ketika Hardan melihat Bulan dengan balutan gaun putih yang sangat indah, ada rasa haru dan bangga dalam diri Hardan.


Dia melihat calon istrinya itu dengan mata yang begitu lembut dan tulus.


Akhirnya janji suci pernikahan keduanya terucap dengan baik dan keduanya sah menjadi suami dan isteri.


.


.


.


.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2