Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 91 : Mengunjungi makam Ayah Hardan.


__ADS_3

Episode 91 : Mengunjungi makam Ayah Hardan.


***


Waktu segera berlalu, baik Hardan maupun Bulan sudah mengenakan pakaian serba hitam.


Hardan mengenakan setelan jas hitam rapih, sedangkan Bulan mengenakan dress hitam yang anggun.


Bulan sebenarnya belum tahu mereka akan kemana, akan tetapi dia sudah memiliki firasat.


Sejak Ruby menyebut mengenai kematian ayah Hardan, Bulan jadi berpikir kearah itu.


"Kita sudah sampai Tuan ..." Pak Sam ikut ke makam Ayah Hardan.


Pak Sam selalu rutin setiap tahun mengunjungi atau sekedar memberikan bunga putih.


"Sayang, ayo ikuti aku ... aku akan mengenalkan mu kepada Ayahku ..."


Hardan tersenyum sembari menatap Bulan dengan tatapan yang sayu.


Senyuman itu adalah senyuman kerinduan yang begitu dalam, Bulan langsung mengerti sebab ia juga merasakannya hal yang sama dengan ayahnya.


"Ummm ..." Bulan menganggukkan kepalanya, meraih tangan Hardan dan keduanya melangkah menuju makam ayah Hardan.

__ADS_1


Angin dingin segera menyapa keduanya, sepertinya akan musim salju, jadi cuaca cerah namun udaranya dingin dan kering.


Bulan langsung menyempitkan jarak antara dirinya dan Hardan, agar tubuhnya hangat.


Hanya beberapa saat melangkah, Bulan bisa melihat sebuah tulisan nama dengan nama belakang William, yang artinya itu adalah Ayah Hardan.


Hardan berhenti lalu menaruh bunga putih yang ia bawa untuk ayahnya.


"Ayah ... aku akhirnya datang,"


"Maafkan aku sudah lama tidak berkunjung, rasanya baru kemarin kita bersama, waktu begitu cepat berlalu ..."


Hardan berbincang di makam ayahnya, dia meminta maaf karena telah lama tidak pulang dan mengunjungi makam Ayahnya.


"Aku sangat merindukanmu Ayah, jika saja aku bisa mengembalikan waktu, aku tidak akan membiarkan hatimu terluka hingga akhir hayat mu, jika saja saat itu aku memiliki keberanian, mungkin penyesalan dalam diriku tak akan sebesar ini, maafkan aku ..."


"Aku tahu segalanya tidak adil bagimu, tetapi aku tahu Ayah sudah tenang, dan aku sudah saatnya memaafkan diriku sendiri dan berdamai diriku sendiri,"


"Karena setelah sekian lama, aku akhirnya memiliki tujuan hidup, aku menemukan seseorang yang mirip denganmu, keras kepala namun baik hati, lembut tetapi cerewet, seolah tidak peduli tetapi lebih peduli dari siapapun,"


"Aku ingin bersamanya selamanya, aku membawanya bersamaku hari ini ..."


Hardan melihat ke belakangnya dimana Bulan yang sejak tadi mendengar ucapan Hardan malah menangis.

__ADS_1


Karena setelah mereka bersama, karena Bulan akhirnya melihat bagaimana dia dan Hardan ternyata berdiri di sisi koin yang sama.


Memiliki kerinduan yang sangat dalam di diri mereka.


Hardan merentangkan tangannya, menyuruh Bulan untuk berjalan ke sisinya.


Bulan langsung tahu, jadi dia segera ke sisi Hardan, Hardan segera menggenggam tangan Bulan dengan erat sekali.


Lalu kembali melanjutkan ucapannya ...


"Namanya Bulan, dia baru saja genap berusia 20 tahun, dia adalah orang yang berjasa menyembuhkan aku juga hatiku ... aku khusus membawanya kesini sebagai bukti jika aku serius dengannya, aku ingin bersama dengannya selamanya ... dan memulai hidupku yang baru ..."


"Aku berjanji Ayah, aku akan bahagia seperti yang kau mau, aku tidak akan lagi menyalahkan diriku dan mengurung diri dari semua orang,"


"Bersama Bulan aku akan berdiri tegap dan menjalani kehidupan yang benar ..."


Hardan berbicara begitu yakin, dia ingin memaafkan dirinya untuk kesalahan yang terjadi di masa lalu.


Yang membuatnya tak bisa melangkah maju dan menjalani kehidupan yang normal.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2