Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 61 : Hardan dan Bulan semakin dekat.


__ADS_3

Episode 61 : Hardan dan Bulan semakin dekat.


***


Di kediaman Hera,


"Gadis itu ternyata sangat dekat dengan putraku ... ini bagus, sangat bagus!"


"Hardan akan pulang dalam beberapa minggu, saat itu aku harus mengambil kesempatan ini!"


Hera yang sudah menyelidiki keseluruhan mengenai wanita yang dekat dengan Hardan merasa memiliki kesempatan untuk membagikan harta keluarga William.


Dimana William adalah ayah kandung Hardan.


Saat Hera tengah menyimpan semua dokumen tentang penyelidikan Bulan, Hera dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang kelihatan baru pulang bekerja.


"Sayang ... kau sudah pulang bekerja?"


"Bagaimana hari mu?"


Hera langsung menyambut nya dengan hangat, mengambil jas kerja nya dan tersenyum sangat antusias.


Sepertinya Hera sudah memiliki kehidupan yang bahagia sekarang.


***


Time skip,


Di apartemen Hardan William,

__ADS_1


Waktu akhirnya berlalu, kedekatan antara Hardan dan Bulan semakin intens, Hardan kelihatan tak bisa mengendalikan dirinya berulang kali.


Dan hanya Bulan yang membuatnya merasakan hal itu.


"Sayang ... ingatkan besok di kampus ada festival, aku berperan memainkan drama, aku ingin kamu hadir, aku tidak memiliki siapapun jadi aku hanya mengudang mu ..."


Sekarang ini, Hardan baru saja selesai mandi hanya mengenakan piyama tidur dengan rambut yang masih sedikit basah.


Di pangkuannya ada Bulan yang bersandar nyaman di dalam pelukannya bercerita banyak hal yang ia alami di kampus, termasuk hendak mengadakan drama esok hari di kampus saat festival tahunan kampusnya.


"Hmmm ... jika kau menggodaku aku akan pikirkan untuk datang ..."


goda Hardan mencubit pipi Bulan pelan, mereka sedang duduk bersama di luar apartemen, di balkon luas yang menampakkan pemandangan spektakuler kota di malam hari.


Bulan kemudian menggerutu, dia melipat kedua tangannya dan mengalihkan pandangannya.


Wajah ngambek Bulan ini sangat disukai oleh Hardan, menurut Hardan wajahnya sangat lucu dan menggemaskan.


"Hahaha! sayang ... kau suka sekali ngambek, tapi aku suka ... baiklah tawaran nya akan aku turunkan, jika kau mencium ku, aku akan datang ..."


bisik Hardan sudah menggendong tubuh Bulan agar berhadapan kearahnya.


Keduanya sedang bersitatap sekarang, Bulan yang menunduk malu dan Hardan yang menyeringai nakal.


Wajah mereka dekat sekali sehingga keduanya bisa merasakan nafas masing-masing.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Bulan berdegup dan bergetar begitu hangat, di sisi lelaki ini dia merasa sangat dibutuhkan dan merasa aman.

__ADS_1


Bulan mengangkat wajahnya dan tersenyum, dia meraih kedua pipi Hardan dan berbicara sangat lembut.


"Aku sangat beruntung bertemu dengan mu, aku belum pernah mengatakan ini tetapi terimakasih sudah membatalkan penjualan rumah ayahku ..."


"Terimakasih sudah melindungi ku dari gosip miring di kampus, kau melindungi ku tanpa memberitahu ..."


"Aku sangat bersyukur bertemu denganmu ketika aku tidak memiliki sandaran ..." bisik Bulan mengecup bibir Hardan pelan.


Seperti rasa terimakasih yang hangat, Bulan tahu semuanya ketika selama seminggu terakhir dia tidak melihat pembeli mendatangi rumah ayahnya.


Dan setelah ia cari tahu, akhirnya Lucas memberitahu Bulan jika Hardan telah membereskan segalanya untuknya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Saat merasakan bibir basah dan manis kekasihnya, darah Hardan langsung membara, ciuman gadis ini selalu membuatnya seperti ini, Seperti kehilangan akal dan sesuatu dalam dirinya akan bergairah melebihi apapun yang pernah ia rasakan selama ini.


"Hah!"


"Hah!"


"Hah!"


Nafasnya berat sekali dan semakin panas, diikuti oleh ciuman yang semakin panas pula.


"Sa ... sayang, jangan terlalu kuat, aku tidak bisa bernafas ..."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2