IDENTITY : The Dark Story

IDENTITY : The Dark Story
Mata Elang (Part 3)


__ADS_3

"Heh... tapi..."


Kebingungan menguasai pikiran Tina saat ini semua yang ia lihat dan rasakan selama ini, semuanya semakin gak masuk akal di pikirannya.


"Pikiranmu dikuasai kepanikan, jadi... sebaiknya tenangkan dirimu karena bahaya sedang menuju kemari."


"Eh! Maksudmu para BWG menuju kemari?"


"Iya."


Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan-nya dilakukan sebanyak lima kali, seketika wanita rambut berwarna merah bata ini menampakkan wajah serius nan galak dan ekspresi inilah yang seharusnya paling cocok dengannya. Dengan aura yang semangat kurasakan darinya kurasa dia sudah siap menghadapi mereka.


"Baiklah! Aku sudah tenang," katanya sembari mengeluarkan pistolnya di tas kecilnya yang ia selalu bawa. "Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa tahu mereka akan ada disini, tapi... arah mana mereka akan datang?"


"Untuk yang paling cepat mereka ada arah jam dua, sisanya mereka akan datang secara bersamaan."


"Kalau begitu serahkan padaku yang datang cepat," Tina mengarahkan pistolnya kearah mereka akan, tampak wajah yang sangat tenang dan serius darinya. "Tolong lindungi punggungku Tuan Chen."


"Baik."


Kami sudah siap akan kedatangan mereka hanya tinggal menunggu beberapa detik sebelum jarum panjang jam tepat kearah jam 12.


TET... 1


TET... 2


TET... 3


DEEENNGGGG....


Terdengar suara jam besar stasiun berbunyi...


DOR DOR DOR


Satu berhasil tumbang dari ketinggian dan itu disusul kedua dan ketiga berhasil juga. Disisi lain para BWG sudah bermunculan dari berbagai sisi dan mereka langsung lompat kebawah, dan langsung menghadang kami.


 Aku menghadapi para BWG sembari melindungi Tina, jujur ini sangatlah sulit melawan karena orang yang aku kawal ini tidak sekuat Dokter dan gadis itu.


"Hey! Kamu baik-baik saja?" Tanyaku.


"Aku baik-baik saja, sebaiknya kamu fokus pada mereka."


Berapa kali pun aku memukul mereka tidak ada respon sama sekali darinya aku tahu mereka bukan manusia, hanya saja apa cara menyingkirkan mereka selamanya? Aku melawan mereka sambil mencari solusi mengatasinya.


Akan tetapi...


"Tina! Bagaimana caramu membuat ketiga makhluk itu tidak bisa bergerak lagi?" Tanyaku yang memerhatikan tiga BWG yang tumbang sedari awal karena tembakan Tina.


DOR DOR


Tina mengambil peluru yang ada di tas kecil dan mengisi ke pistolnya yang kehabisan peluru.


DREG


DOR DOR


"Ini karena peluru ini!" Kata Tina sembari fokus menembak para BWG itu.

__ADS_1


"Hah?! Apa maksudmu?"


"Peluru ini dibuat khusus oleh Pak Bagas dan asistennya dulu. Awas di belakangmu!"


DOR


Karena fokus dengan pembicaraan ini aku tidak menyadari salah satu BWG tiba-tiba datang dari belakang.


"Sekali lagi Tuan Chen, kamu harus fokus yang ada di hadapanmu, nanti jelaskan semuanya!"


"Maaf."


Ada sembilan BWG disini dan lima dari mereka lumpuh karena tembakan Tina.


"Apa peluru ini membunuh mereka?"


"Tidak, efek peluru ini hanya membuat mereka sekarat selama tiga puluh menit."


"Begitu ya... kalau begitu hemat peluru mu sisanya serahkan padaku."


Tina seketika menghentikan tembakannya dan berkata:


"Apa kamu punya rencana?"


"Iya, ada."


"Baiklah kalau begitu," kata Tina dan menjauh dariku yang sudah siap dengan kuda-kudaku.


"Aku rasa kuda-kuda pas untuk ini," gumam ku.


Aku mengambil kuda-kuda gaya harimau, salah satu kuda-kuda yang diajarkan oleh keluargaku.


Angin yang melewati segalanya.


"Kecepatan!"


"Eh! Apa-apaan dengan gerakan itu, sangat cepat!" Ucap Tina yang sangat terkejut melihat aku tiba-tiba ada didepan salah satu BWG itu.


Api yang membakar segalanya


Air yang berombak menghanyutkan yang ada didepannya.


"Kekuatan!"


Satu pukulan yang keras berhasil mengenainya dan itu membuatnya terpental jauh dari tempat ia berdiri sebelumnya.


Sekali lagi tampak wajah keterkejutan dari Tina dengan tatapan mata yang sangat lebar, disaat dia melihat orang yang bersamanya ini ternyata penuh misteri sehingga suaranya hanya sampai di tenggorokan, tidak tahu apa yang harus dia ucap dari bibir kecilnya satu hal yang pasti ini benar-benar luar biasa untuk dilihat.


"Pantas saja si Murung itu sangat percaya dengan rekannya ini, ternyata dia benar-benar kuat," batin Tina.


Satu berhasil tumbang sisa mereka bertiga tidak butuh waktu lama untuk membuat mereka lumpuh karena aku merapal kan beberapa mantra kecil untuk memperkuat diriku, tapi aku tak menyangka ini sangat efektif untuk melawan mereka aku mengetahui ini saat kesulitan melawannya disaat pertama kali, disaat yang bersamaan juga aku merapal kan mantra kecil dengan energi putih dan mereka merasakan namanya sakit saat aku pukul mereka, memerlukan banyak energi untuk mengeluarkan sebuah mantra walau kecil aku jarang memakainya karena ini melelahkan.


Selang beberapa menit menghadapi mereka semuanya berhasil dikalahkan dan keluar sesuatu yang berwarna hitam dibalik jubah hitamnya.


"Kamu benar-benar hebat mengalahkan sisanya sekaligus, tapi... kamu tidak apa-apa?" Tanya Tina yang memerhatikan wajahku yang terlihat sedikit pucat." Tampaknya kamu sangat kecapean, sebaiknya kamu istirahat saja dulu."


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan pertanyaan ku barusan apa bisa dijawab sekarang?"

__ADS_1


Tina menghela nafasnya dan berkata:


"Aku lupa kalau kamu seorang detektif yang selalu menanyakan berbagai hal."


Tina menjelaskan semuanya bahwa peluru ini dibuat khusus oleh Tuan Bagaskoro dan asistennya bernama Pina yang ahli dalam bidang kimia. Lalu besi pada peluru ini didapatkan saat Tuan Bagaskoro tak sengaja menemukan sebuah goa ditengah hutan dekat kampung halamannya.


Saat memasuki goa itu dia hanya jalan buntu di ujungnya akan tetapi banyak pecahan serta kerikil batu sebesar tangan, karena penasaran Tuan Bagaskoro membawa beberapa batu untuk diperiksa oleh asistennya.


"Apa batu itu memiliki sesuatu yang spesial?" Kataku.


"Katanya batu itu hanya batu seperti pada umum, mengandung logam dan bebatuan biasa."


"Hanya itu..., selain bahan dasar dari batu apa ada sesuatu yang lain ditambahkan dalam peluru?"


"Untuk hal itu Pak Bagas tidak pernah menceritakannya sama sekali, tapi aku pernah melihat dia sedang memegang satu persatu peluru itu dan bergumam kan sesuatu."


bergumam kan sesuatu ya... apa dia sedang merapal mantra setiap peluru itu? Saat mendengar cerita Tuan Thomas mengenai Tuan Bagaskoro yang berhasil menghalau setiap BWG di kota, aku rasa orang ini sudah lama berada dalam dunia supranatural hanya saja caranya tersembunyi.


"Cih, ini benar-benar merepotkan!"


"Ada apa, Tina?"


"Sudah ada halangan hujan yang menyebalkan ini, ditambah dengan adanya para BWG ini..."


Tina mengambil Handphone yang dibawanya dan mencoba menelpon orang yang kami ingin jemput di stasiun ini.


"Cih, benar-benar tidak tersambung, pergi kemana mereka berdua?"


Aku mengamati kereta yang mereka naik barusan, lalu mensimulasikan kejadiannya di kepalaku kemana mereka pergi menurut perkiraan ku.


Selang beberapa menit mengamati akhirnya aku menemukan sesuatu...


"Tina, kemari lah aku menemukan sesuatu disini."


Karena panggilan ku Tina yang mencoba menghubungi Tuan Rumah akhirnya menghentikan telpon dan menuju kemari.


"Apa kamu menemukan sesuatu?"


"Iya, coba lihat disini ada jejak kaki berukuran kecil sedang tapi hanya jejak ini saja aku temukan, karena hujan membuat jejaknya menghilang. Tapi aku menemukan sesuatu benda disini," lalu aku menunjukkan benda itu kepadanya.


"Tunggu, ini kan..."


"Apa kamu mengetahui sesuatu?"


"Ini... milik Siti, aku menghadiahkan ini padanya saat dia berulang tahun."


Sebuah kalung kecil dengan tengah berlian kecil yang sudah dimurnikan.


"Aku harap tidak terjadi apa-apa padanya..."


Kekhawatiran menghantuinya lagi, kali ini aku tidak bisa menenangkannya. Keputusasaan mulai menyelimuti kami akan tetapi...


"Sebaiknya kita bergerak cepat, aku takut terjadi sesuatu..." aku melihat sesuatu berjarak lima rumah dari aku berdiri.


"Eh? Apa maksudmu?"


"Kita tidak punya banyak waktu sebaiknya kita bergegas," kataku lalu lari menuju arah berdasarkan jejak barusan.

__ADS_1


"Hei, tungguin aku!"


__ADS_2