IDENTITY : The Dark Story

IDENTITY : The Dark Story
Akhir dari sebuah kisah (Part 5)


__ADS_3

"Kalau itu memang aku yang bersalah duluan, tapi aku melakukan karena tiba-tiba aku terpaku dengan Ray Wolfa, seketika aku harus mengubah sedikit rencananya."


"Jika seandainya kamu tidak mengubahnya, mungkin aku sudah bisa bersama istriku. Tapi... saat melihat junior-ku itu entah kenapa aku merasa tertarik denganya, sebab dia bisa menjadi pengorbanan yang membangkitkan Wati dengan sempurna."


"Karena rencana gilamu itu aku harus mencegahnya juga, sebab aku sangat membutuhkan dia untuk penelitianku, aku tak ingin kehilangan dia dengan cepat."


"Yah... pada akhirnya kita tidak memenuhi kesepakatan masing-masing, saat melihat junior-ku itu... dia benar-benar melupakan aku dan itu wajar sih sebab kita juga jarang ketemu di universitas," sembari mengarahkan pandangannya ke arah tembok, karena dia tak ingin menatap wanita itu. "Jadi, bantuan apa yang kau maksud untuk membantuku?"


Wanita itu tersenyum lalu berkata:


"Aku ingin membuat rencanmu ini berhasil kali ini."


Pria itu terkejut lalu berkata:


"Walaupun aku berhasil membangkitkan kembali istriku, seperti yang dikatakan Siti bahwa dia tidak akan senang jika berhasil hidup kembali, dengan mengorbankan 999 orang."


"Memang dia akan sangat kecewa, tapi aku tak ingin usahamu sia-sia sebab aku melihat Siti sangat sedih setiap melihat barang-barang adiknya, orang yang selama ini dia anggap hidup ternyata hanya sebuah tubuh tanpa jiwa yang dikendalikan oleh kutukan."


Pria itu terbelalak dan diam sejenak memikirkan sesuatu.


"Jadi maksudmu... kamu ingin aku menggunakan semua pengorbanan ini untuk menghidupkan Iwan?"


"Yap~, dan kamulah yang akan menjadi orang yang ke-1000-nya untuk menghidupkan dia kembali."


Pria itu mundur secara perlahan hingga dia bersandar ke tembok di belakangnya.


"Kamu benar..., aku tak ingin perjuanganku sia-sia, saat aku bertemu Wati di sana mungkin dia akan membenciku karena tetap melakukan tindakan terkutuk ini, tapi... aku tak meninggalkan Siti dalam penuh kesedihan."


"Kalau begitu kamu setuju, kan?"


Pria itu hanya mengangguk, wanita itu mengeluarkan sebuah botol seukuran 5 ML dan sebuah pisau, lalu pria itu maju dan memberikan tangannya kepada wanita itu.


Crak!


"Egh!"


Darah menetes terus hingga memenuhi botol kecil itu.


"Dengan ini semuanya beres," ucap wanita itu.


"Kalau begitu, tolong lakukan ya, cuma ini harapan terakhirku."


"Jangan khawatir," sembari berjalan membelakangi pria di balik jeruji besi itu. "Aku akan melakukannya jika kamu benar-benar sudah tidak ada di dunia ini."


"Hehe, kamu benar-benar dingin."


Wanita itu berjalan diantara kegelapan dan menghilang menyatu dengan kegelapan juga.


"Sayang, tunggu aku, aku segera menemuimu di sana."

__ADS_1


•••


•••


•••


10-05-2005


Media kembali dihebohkan lagi, sebab hukuman mati telah berhasil dilaksanakan dan kabar dari sang penjahat keji telah mati tersebar cepat di seluruh penjuru negera.


Sekarang mayat dari penjahat itu diarak ke arah sebuah kampung yang telah lama ditinggalkan oleh penduduknya semenjak insiden lima tahun lalu.


Terlihat orang-orang dekat dengan pria ini ada banyak yang sedih setelah dikuburkan dan banyak juga membencinya karena perbuatannya.


Aku Ray Wolfa, profesiku adalah seorang Dokter, tapi aku mempunyai dua profesi sampingan yaitu sebagai seorang konsultan Detektif dan seorang penulis juga.


Aku menghadiri pemakaman orang bernama Adithya Bagaskoro, dialah pelaku utama dalam kejahatan ini dan dia menyerahkan dirinya setelah aku berhasil mengungkap semua kejahatannya.


Aku tidak sendirian menyelesaikan kasus ini, aku bersama sahabatku yaitu Fu Chen sekarang dia berdiri di sampingku melihat pemakaman ini, dia seorang keturunan Tionghoa dan datang ke Indonesia hanya untuk membantuku menyelesaikan setiap kasus berkaitan dengan hal-hal supranatural.


Aku melihat Siti menangis tersedu-sedu di sampingnya ada Tina dan Sarah menemaninya.


"Jadi, Dokter, apa ada permintaan tidak masuk akal lagi yang ingin kamu tangani?" Tanya Fu.


"Sebenarnya tidak ada sama sekali dan hanya kasus-kasus biasa terjadi di sekitaran masyarakat, karena itu hanya memberikan arahan terhadap polisi untuk menangkap pelakunya tanpa harus turun tangan langsung, aku akan kembali di klinik ku sebagai Dokter dan mengerjakan kembali novel ku."


"Begitu ya, kalau begitu, aku akan kembali ke rumahku."


"Iya, aku harus mengawal secara langsung buku berbahaya agar tidak dicuri oleh pihak gelap."


Setelah percakapan singkat itu, aku melihat-lihat di sekitar dan tampak sesosok yang membuatku sedikit terkejut melihatnya.


Tampak seorang wanita cantik dan berdiri dengan anggun di sana dengan gaun ungu kehitaman yang dia kenakan di tubuhnya.


"Miranda..."


Tampak dia mengangkat satu tangannya dan terlihat sesuatu benda putih di tangannya itu, setelah itu...


Woosh...


Angin bertiup cukup kencang dan menerbangkan benda-benda putih yang digenggam olehnya dari tadi, setelah itu dia langsung pergi dan menatapku dengan senyum manisnya sembari melambaikan tangannya.


Karena melihatnya aku langsung ingin mengejarnya, tapi...


"Kamu mau ke mana?"


Fu langsung menahanku dengan menarik bahuku.


"Eh? Itu... tidak ada apa-apa."

__ADS_1


Aku langsung menatap ke arah sana lagi dan tampak Miranda sudah menghilang.


"Wanita benar-benar penuh seribu kejutan ya," gumamku.


Seketika benda-benda putih yang melayang itu menghujani sekitaran pemakaman, aku menangkap satu dan melihatnya.


"Melati?"


Tampak semua orang sangat terkejut melihat ini dan Siti melihat ini tidak bersedih lagi lalu segera menghapus air matanya.


"Ibu Tina... kakak... kakak datang menjemput kak Adit!"


Tina yang melihat itu, dia hanya tersenyum sembari mengelus kepala Siti.


"Iya, mungkin dia ada di sekitar sini melihat kita semua."


Semua orang terpaku dengan melati berjatuhan ini, sebab mereka sangat takjub dan terpesona dengan melati yang seputih salju ini.


•••


Sekarang aku kembali ke klinikku...


Pembunuhan aneh terjadi di Villa


Raja. Detektif Conan Hudson


Menerima sebuah surat misterius, dan dia pun


Pergi memecahkan teka-taki itu.


"Hah*..., benar-benar melelahkan."


Aku lagi sedang menulis novel baruku berdasarkan kasus barusan yang aku selesaikan, dan tampak aku belum menemukan inspirasi sama sekali.


"Aku baru menulis sinopsisnya dan untuk inti ceritanya masih sulit menyusunnya dengan sangat pas."


Aku bangkit dari kursiku dan menuangkan kopi yang ada dalam teko ke cangkir yang sudah kusiapkan.


Driiingg... Driiingg...


"Oh, tampaknya ada pekerjaan baru, nih."


Aku langsung menuju ke arah telepon yang berdering itu.


"Ya halo?"


"Oh Tuan Detektif, syukurlah kamu mengangkatnya."


"Ada apa inspektur, apa ada kasus yang ingin kamu beritahukan kepadaku?"

__ADS_1


"Seperti biasa, kamu memang hebat. Aku ingin meminta bantuanmu, sebab ada seorang wanita mati mengenaskan di pinggir kota dekat dengan rumah tua itu."


"Baiklah, aku akan segera ke sana, tolong suruh semuanya untuk jangan menyentuh semua yang ada di sekitar TKP."


__ADS_2