IDENTITY : The Dark Story

IDENTITY : The Dark Story
Berhasil Kabur (Part 1)


__ADS_3

"Heh... heh... heh..., tak ku sangka aku masih bisa bertahan."


Pria yang tingginya 168 cm serta memakai kacamata, bergegas berlari menuju teman-temannya yang sudah mendahuluinya.


"Aku harap mereka baik-baik saja!"


Hoaarrhh!!!...


Sesaat berlari seketika terdengar teriakan yang amat sangat keras jauh didepan sana.


"Sial! Jangan bilang mereka dihadang oleh makhluk itu."


Pria Tionghoa ini mempercepat langkahnya, langkah demi langkah dan tetesan hujan mulai berakhir. Akan tetapi kekhawatiran pria ini malah semakin bertambah yang ada dipikirannya adalah berharap teman-temannya baik-baik saja dan berhasil kabur, atau mereka masih ada disini tapi... mereka sembunyi, dan bagaimana caranya agar dirinya bisa lolos dari cengkraman makhluk itu serta bagaimana caranya menghadapi mereka? Sekumpulan pertanyaan terlintas dibenaknya.


Sembari memikirkan solusinya tanpa sadar dirinya sudah berada 20 meter dari orang-orang yang harusnya ia lindungi.


"Sudah kuduga tidak semudah itu mereka bisa lolos!"


Melihat Adithya, Siti dan Tina diam mematung dihadapan makhluk kecil bersayap hitam itu beserta sekumpulan BWG menutup menutup satu-satunya jalan keluar.


"Sial! Aku harus bagaimana?" sembari memukul tembok tepat berada disampingnya.


Menundukkan pandangan kebawah sejenak dan menarik tangannya, ia melihat tangannya terlumuri darah akibat memukul tembok itu hingga retak, seketika matanya terbelalak dan memandang tembok yang barusan ia pukul.


"Begitu ya... batu!"


Sesaat berkata begitu ia pun bergegas menuju sekumpulan batu kerikil yang akan digunakan untuk pembangunan di stasiun ini, akan tetapi Fu Chen akan menggunakan sekumpulan batu ini untuk menyelamatkan teman-temannya.


Senjata untuk menyingkirkan mereka sudah siap---membungkuk dan meletakkan satu tangan di tanah lalu merapal kan sesuatu:


Angin yang tenang membawa perlindungan


Angin yang kencang membawa bencana


Dengan ini ku persembahkan jiwa-ku

__ADS_1


Kumohon, lindungi mereka dan singkirkan yang menghalangi


Woohsss....


Seketika angin berhembus sangat kuat sampai-sampai benda yang beratnya lebih dari satu ton terangkat dengan tingginya, dalam pandangannya terlihat sekumpulan energi mengelilingi mereka bertiga dalam bentuk angin yang tenang disekitarnya. Pria berkacamata ini bangkit dan menuju kearah sekumpulan kerikil itu, lalu ia pun mengambil yang bisa dimuat oleh tangannya dan bersiap melemparnya. Mengambil gaya ala pemain baseball dan menembaknya...


Wusshhh...


Lemparan yang sangat kuat sampai-sampai tercipta gelombang kejut kecil yang kuat, puluhan kerikil mengarah kedepannya dengan cepat dan mengenai beberapa BWG yang berdiri di sana. Karena serangan dadakan tersebut membuat ketiga temannya menunduk dan makhluk kecil sontak mengeluarkan suara yang sangat keras, pertanda memerintah seluruh BWG menyerang mereka bertiga...


"Jangan harap kalian bisa melangkah lagi!"


Lemparan demi lemparan terus dilakukan oleh Fu, bagaikan puluhan penembak jitu yang terus melakukan tembakan secara beruntung.


"KYAAAHHH... KAK!"


Terdengar teriakan dari Siti yang terlihat sangat ketakutan, tentu saja dia takut karena benda kecil melesat dengan cepat disekitarnya. Sebenarnya Fu tidak khawatir akan mereka terluka karena ada pelindung angin yang ia pasang disekitar mereka.


Tapi, karena Siti yang sangat ketakutan membuat ia harus mengurangi kekuatannya saat melempar sehingga membuat kecepatan lemparan menjadi berkurang---yang membuat para BWG itu bisa menghindari setiap lemparannya.


Akan tetapi...


Dua tembakan meleset dan satu tembakannya berhasil mengenai tangan makhluk itu sehingga ia mengerang kesakitan lalu...


"Hoarrrhh...." teriakannya semakin mengeras membuat kepala sangat pusing mendengarnya.


"Sial! Kepalaku sakit."


Karena kerasnya suara ini membuat siapapun mendengar akan pingsan, karena hal ini juga mengharuskan Fu melempar sekuat mungkin dan kali ini lemparannya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Wusshhh....


Lemparan dengan kecepatan angin itu berhasil hampir memusnahkan semua BWG, hanya saja pemimpinnya selalu berhasil menghindari walau dia mengalami luka akibat tembakan dari Adithya.


Lempar demi lempar terus dilontarkan oleh Fu hanya saja...

__ADS_1


"Eh? Darah...," hidungnya mengeluarkan darah. "Mungkin ini sebab aku memaksakan diri, setelah menggunakan mantra kuno itu sudah membuat tubuhku sangat terbebani."


Karena kondisinya mulai fatal jadi akhirnya ia menghentikan lemparannya disaat sama juga seluruh BWG yang menghalangi sudah tersapu bersih terkecuali pemimpinnya, walau semua bawahannya sudah tidak ada selama pemimpinnya berdiri kokoh anak buahnya akan selalu muncul.


"Hoaarrhhh..."


"Sial! Dalam keadaan terluka begitu, dia masih memiliki banyak tenaga."


Suara semakin mengeras hingga mil-mil jauh dari stasiun ini. Ancaman baru mulai datang kali ini mungkin ratusan BWG akan datang akibat dari teriakan barusan. Fu yang merasakan firasat buruk ia pun segera menuju ke arah Adithya dan yang lainnya, akan tetapi tubuhnya tidak bisa menopang dirinya menuju ke sana apalagi pelindung ia pasang untuk Adithya, Siti dan Tina sudah tidak ada karena dirinya sangat kelelahan untuk mempertahankan pelindung itu.


"Ergh... kenapa harus sekarang, ayolah bergerak!"


Sekeras apapun ia berusaha tidak menggoyahkan sedikitpun tubuhnya kalau dipaksa akan memperparah kondisinya, akan tetapi didepan sana ada orang yang harus ia lindungi. Fu tidak akan membiarkan hal itu terjadi melihat orang mati begitu saja tanpa ada daya seperti dirinya dulu, lebih baik berusaha walau berakhir dengan kecacatan atau kematian daripada tidak berdaya sama sekali pada akhirnya mati juga.


"Ayolah!"


Sayang sekali kali ini dia tidak menahan rasa sakit yang ada pada tubuhnya pada akhirnya matanya mulai tertutup.


Akan tetapi...


DOR


Terdengar suara tembakan dari depan sana sehingga itu membuat Fu mempertahankan kembali kesadarannya--mengarahkan pandangannya ke depan dan terjadilah keajaiban. Terlihat Adithya berhasil mengenai makhluk kecil itu dan tepat pada kepalanya, sehingga makhluk itu terjatuh dan tak bernyawa.


Karena berhasil membunuh pemimpinnya mereka bertiga bergegas lari menuju mobil yang diparkir diluar stasiun ini, tanpa menoleh kebelakang sedikitpun mereka langsung menaiki mobilnya dan tancap gas menjauh dari sini. Sedangkan orang yang melindungi mereka dari belakang sedang pingsan di tanah yang basah.


8 menit kemudian...


Sekilas cahaya masuk secara perlahan dalam kegelapan dan cahaya itu semakin besar sehingga menerangi semua pandangan sehingga terlihat kabur, ia pun mengedipkan beberapa kali matanya agar semuanya terlihat jelas.


"Eh? Aku pingsan ya," berusaha mengangkat tubuhnya yang dirasa berat itu. "Sudah berapa lama aku pingsan? Lalu apa mereka berhasil kabur?"


Ia berusaha bangkit sembari memegang kepalanya dirasa pusing dan bergegas keluar dengan tenaganya pulih sepenuhnya, sesaat berjalan jubah-jubah BWG yang penuh lubang berserakan dimana-mana ditambah lagi terlihat satu mayat yang sangat kecil, ternyata makhluk hitam kecil itu.


Fu ingin mengabaikan semua yang dilewatinya akan tetapi ada kotak persegi yang bercahaya yang menarik perhatiannya, ternyata itu Handphone milik Adithya yang dikatakan Tina--mengambil benda yang dari tadi digenggam oleh makhluk itu. Lalu mencari nomor kontak milik Tina untuk menghubunginya sekaligus memberitahukan bahwa dirinya masih hidup.

__ADS_1


__ADS_2