IDENTITY : The Dark Story

IDENTITY : The Dark Story
Villa (Part 3)


__ADS_3

"Yang kamu ucap benar kata Pak Bagas penyebabnya waktu dia masih kecil berusia dua tahun, saat itu terjadi kebakaran di rumah orang tuanya satu-satunya orang di rumah itu dia yang masih bayi. Melihat adik pertama mendiang istrinya yang berusia tujuh tahun itu menangis didepan rumahnya yang terbakar sambil teriak memanggil kedua orang tuanya dan adiknya, tanpa pikir panjang Pak Bagas masuk menerobos kobaran api itu. Pak Bagas berhasil membawanya keluar dan segera mencari bantuan."


"Menghirup zat berbahaya sangat lama apalagi anak-anak yang masih kecil yang memiliki pernafasan yang sangat pendek, jadi tentu saja ada kemungkinan dia mengalaminya saat besar nanti dan itu terbukti sekarang. Jadi itulah penyebab kalian ada disini?"


"Iya," jawab Edik. "Awalnya aku tidak setuju tapi Tina bersih keras ingin membantunya mau tidak mau aku harus ikut dia. Pak Bagas memanggil Dokter dari Ibu kota karena Iwan butuh perawatan rutin mau dibawah ke rumah sakit di Ibu Kota, itu akan memakan waktu dan jarak dengan Villanya jauh lalu rumah sakit di kota ini sudah lama tidak beroperasi, Pak Bagas tidak bisa membiarkannya menjauh dari pengawasannya."


"Hmm... begitu ya, sudah berapa kalian berdua disini?"


"Sudah satu tahun dan hasilnya sudah mendingan sisanya tinggal mengontrol dia setiap aktifitas yang tidak memakan banyak nafasnya nanti."


Edik pergi ke Tina dan membawa Iwan menuju kamarnya karena tubuhnya lemah dia butuh istirahat yang cukup. Aku ingin menghampiri Tina dan mengajak Fu bersamaku tapi dia tidak mau dia lebih tertarik mengamati aula dan disekitarnya, tapi Miranda yang ikut bersamaku katanya dia hanya ingin mengikuti ku menyelidiki kasus karena dia sangat tertarik denganku yang menyelidiki kasus ini.


Apa dia menyukaiku? Benar-benar wanita penuh misteri.


"Hey Tina aku ingin...."


"Apa! Aku lagi sibuk jangan ganggu aku."


Sibuk? Sibuk dari mananya kamu hanya diam, melamun, dan bergumam gak jelas disitu.


"Bukannya kamu bilang setiap aku bertanya disini harus di jawabkan."


"Itu untuk mereka aku tidak termasuk, Bodoh!"


"Terserah kamu dah. Kapan Bagaskoro akan datang?"


Miranda tertawa melihat kami berdua, aku tahu yang di pikirannya kami terlihat seperti dua bersaudara saat berbicara walaupun ada nada mengejek setiap kami berdua berbicara tapi itu tidak mengganggu hubungan kami sama sekali.


"Itu...."


Driiinggg... Driiinggg...


Seketika suara telepon rumah berbunyi yang mengganggu pembicaraan kami.


"Tunggu sebentar."


Tina pergi mengangkat telepon itu, saat dia berbicara dengan orang di sana seketika raut wajahnya berubah serta nada bicara agak tenang saat berbicara dengan orang itu. Tina menutup telepon itu lalu menghampiriku aku dan Miranda dengan wajah sedikit pucat.


"Hey kamu baik-baik saja kan?" Tanyaku yang sedikit khawatir.

__ADS_1


"Kamu beruntung Pak Bagas akan pulang ke sini. Dia memintaku untuk menjemputnya tapi...." ucap Tina dengan wajah khawatir itu.


"Karena BWG kan," sambung Miranda yang tiba-tiba. "Sebenarnya Dokter 'hari berdoa kepada korban tragedi' sebenarnya ini hanya alibi dari pemerintah setempat agar orang luar menghargai tradisi disini jadi ada larangan orang luar masuk setiap hari berdoa, tapi yang sebenarnya itu agar tidak adanya korban dari luar kota karena setiap hari berdoa akan banyak berjatuhan korban itu sebabnya para warga dilarang keluar rumah."


"Tapi kenapa tidak ada berita sama sekali mengenai para korban ini?"


"Agar tetap menjaga citra kota ini, kamu pasti tahu kan Dokter kenapa hal ini dilakukan."


"Iya-ya agar sumber ekonomi mereka tidak terganggu yang terutama kota ini pusat hiburan, jadi masalah ini tidak boleh mengganggu mereka. Mengedepankan ego hanya untuk memuaskan keinginan mereka serta mengabaikan perasaan hanya untuk mencapai tujuan tertentu, benar-benar manusia yang sesungguhnya ya."


"Hmm~, pemikiran mu terhadap manusia benar-benar berbeda dengan orang pada umumnya ya Dokter."


"Pada dasarnya manusia itu makhluk yang netral mereka akan selalu berdiri di jalur tengah, manusia juga makhluk yang bebas memilih jalur yang mereka akan pilih. Agama ada untuk memperbaiki akal sedangkan kriminalitas ada untuk memuaskan nafsu dan pengetahuan ada untuk memperluas pandangan, manusia tidak bisa berdiri terus di salah satu jalur dipilihnya mereka akan mengambil jalur satunya lagi untuk dirasakan tapi pada akhirnya mereka akan tetap kembali di jalur tengah (netral), jalur yang membuat mereka kembali memilih. Itulah manusia sesungguhnya, manusia ingin merasakan kedua jalur itu agar mereka tetap dikatakan hidup."


"Sungguh menarik Dokter," kata Miranda sembari memegang salah satu pipinya.


Saat asik mengobrol dengan Miranda, Miranda hanya tersenyum terus saat mendengar ceritaku tapi Tina tiba-tiba berdehem. Kami lupa akan kehadirannya yang butuh solusi agar tetap aman saat keluar.


"Jadi kalian punya solusi agar aku tetap aman diluar sana?" Tanya Tina.


"Aku rasa kamu butuh pengawal." Kataku.


"Iya" aku memanggil Fu yang sedari tadi dia hanya mengamati aula ini.


"Ada apa Dokter?" Tanya Fu.


"Apa kamu bisa menemani Tina pergi menjemput Pak Bagas di stasiun?"


"Kenapa harus aku, kamu kan yang paling ingin bertemu dengan Tuan Bagaskoro."


"Ayolah kamu yang paling kuat diantara kami. Apalagi ada para BWG diluar sana jadi soal kawal mengawal kamu yang paling pas disini."


"Kamu benar-benar tahu cara memanfaatkan orang ya Dokter, baiklah aku terima."


"Sekarang kamu jangan khawatir lagi seorang master yang akan mengawal kamu sekarang."


Tina menghela nafasnya lalu berkata:


"Terserah kamu mohon bantuannya Tuan Chen."

__ADS_1


"Tina sayang~. Apa kamu butuh pengawal lagi, dengan senang hati aku akan pergi denganmu~." Ucap Miranda sembari tersenyum.


"Tidak perlu, terima kasih!"


"Aku akan mengawal Tina. Tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu saat aku tidak ada disini...."


"Serahkan saja dia padaku Tuan Chen. Jangan khawatir, aku akan menjaga dia dengan baik~."


Diperhatikan dari cara bicara mereka, aku terlihat seperti bocah yang diawasi ketat oleh kedua orang tuanya, jujur sih aku memang yang paling lemah diantara mereka berdua jadi aku benar-benar butuh pengawal agar kasus ini lancar, maka dari itu aku selalu memanggil Fu saat ingin menyelidiki kasus yang dianggap sangat bahaya menurut intuisi ku.


"Kalian berdua ini. Meski aku terlihat seperti ini, aku tidak selemah yang kalian kira. Aku telah banyak berlatih beladiri darimu Fu, jadi percayalah dengan sahabatmu ini."


"Hehe, Tuan Chen terlihat dingin dari diluar, tapi sebenarnya protektif juga ya, itu terlihat sangat menawan bagiku," terang Miranda.


"Aku rasa kamu salah paham Nona. Sebenarnya kalau dia mati walaupun kasus ini selesai aku hanya mendapatkan setengah bayarannya, dan dia juga memiliki banyak hutang dariku, jadi dia tidak boleh mati dengan cepat sebelum seluruh hutangnya lunas."


"Eh! Jadi selama ini kamu khawatir dengan itu," kataku.


Miranda tertawa mendengar pernyataan dari Fu.


"Ehem."


Tina tiba-tiba berdehem sembari mengangkat tangannya dan menunjukkan jamnya mengisyaratkan bahwa waktu sudah banyak terbuang dari obrolan kami. Mereka berdua langsung pergi dan menjemput Adithya Bagaskoro di stasiun.


"Ayo ke atas dan temui Edik aku punya beberapa pertanyaan kepadanya" kataku.


Aku dan Miranda menuju ke lantai dua, setelah beberapa anak tangga yang kami lewati tibalah di lantai dua dari villa ini. Aku terkagum sementara saat melihat semua ini ruangan yang standar, tata letak serta perabotan seperti hotel. Miranda yang memimpin jalan kami berjalan di lorong villa ini terlihat banyak pintu ruangan, kata Miranda ini semua kamar di khususkan bagi tamu.


Kami melihat Edik keluar salah satu dari ruangan tersebut dan bergegas menghampirinya.


"Hanya kalian berdua, dimana rekanmu itu Ray?" Tanya Edik.


"Dia mengawal Tina, mereka pergi menjemput Bagaskoro di stasiun."


"Jadi begitu ya."


"Jadi ini kamar kamu sama Tina ya?" Tanyaku.


"Iya. Baiklah ikut aku, aku akan membawa kalian terjadinya perkara pertama kali disini."

__ADS_1


Aku dan Miranda mengikuti Edik yang membawa kami ke gudang bawah tanah yang awal mulanya semua masalah ini berasal.


__ADS_2