IDENTITY : The Dark Story

IDENTITY : The Dark Story
Kebenaran (Part 4)


__ADS_3

"Kalian bisa menangkap ku sekarang, aku tak akan bermacam-macam lagi," ucap Adithya yang tampak muram.


"Sebelum kamu ditahan, aku ingin mendengar semuanya tanpa ada sedikit pun kebohongan," kataku.


"Baiklah, ini berawal saat lima tahun lalu sebelum kecelakaan menimpa hari pernikahan kami, mungkin lebih tepatnya... semuanya sudah direncanakan..."


Kami terkejut mendengarnya, rencana seperti apa yang dimaksudnya.


"Semenjak kakekku meninggal, aku diadopsi atau lebih tepatnya dibesarkan untuk tujuan mereka, orang-orang itu adalah Gangster yang sering melakukan tindakan yang penuh penyimpangan dan kriminal. Setelah cukup lama bersama mereka, akhirnya mereka mengatakan tujuan sebenarnya bahwa aku akan digunakan sebagai alat perhatian dari keluarga istriku yaitu Ayudisa wati. Katanya mereka ingin menghancurkan keluarganya karena, keluarga itu salah satu pengusaha besar yang telah menghalangi bisnis ilegal mereka setelah bertahun-tahun."


Alasannya mereka tak bisa melakukannya secara langsung, sebab Pak Ariangga memiliki banyak koneksi. Rumit juga urusannya, sebab aku sudah mengetahui separuhnya.


"Aku mendekati keluarganya untuk memperoleh seluruh informasi dan kapan melakukan tindakan tepat untuk menghancurkan mereka. Tapi... entah kenapa aku terbawa perasaan dengan Wati, padahal aku hanya mendekati dia untuk dimanfaatkan saja... tapi... tapi... hiks..."


Adithya kembali mengeluarkan air matanya, tampak ia sangat menyesali perbuatannya dan dia kembali menceritakannya walau sungguh berat.


"Setelah hubungan kami semakin dekat aku memberanikan diri melamarnya, jujur saja, aku melamar dia bukan memanfaatkannya tapi... aku benar-benar mencintainya. Setelah melamarnya aku mendatangi orang tuanya dan orang tuanya menyetujui hubungan kami, tapi... di saat yang sama aku dipanggil oleh mereka untuk meminta informasinya..."


"Setelah itu... apakah..." kataku.


"Iya, mereka tahu semuanya kedekatanku serta hubunganku dengan Wati beserta keluarganya, mereka menganggap aku tak serius menjalani rencana mereka. Karena ketakutan melandaku, tanpa sadar aku mengatakan bahwa rencana akan lancar pada malam ini. Aku mengatakan itu tanpa sadar, seketika aku teringat dengan Wati dan memohon pada 'orang itu' untuk melepaskan dia, tapi... justru 'orang itu' menginginkan Wati sebagai alat pemuasnya..."


Ketakutan mendatangkan berbagai hal sehingga tanpa sadar mencelakai orang terdekatnya, dan itulah yang dialami oleh Adithya sekarang, saat dia berhadapan dengan orang-orang menjijikan itu.

__ADS_1


"Kekhawatiran terus menghantuiku, aku sangat takut terjadi pada Wati dan mencoba mencari solusinya agar kami bisa lolos dari mereka. Tapi... saat aku terpuruk, tiba-tiba datang kerabat jauhku yang katanya kami ini satu leluhur. Dialah yang mengajariku semua tentang hal-hal supranatural dan memberitahukanku, bahwa kedatangan dia ke sini untuk mengunjungi ku..."


"Apa orang itu perempuan?"


"Iya, bagaimana kamu tahu?"


Sial, aku keceplosan dan aku melihat semua wajah kebingungan mereka, serta Miranda hanya tersenyum melihatku.


"Aku hanya menebak aja, silahkan lanjutkan."


"Kedatangan dia ke sini untuk mengambil buku warisan yang sudah turun temurun dari leluhur kami katanya, dia bilang bahwa buku itu sekarang dipegang oleh kakekku dan kakekku menyimpannya di sebuah gua yang mana sudah terlapisi energi spiritual gelap, katanya hanya boleh di masuki oleh keturunannya yaitu aku sendiri. Setelah mendapatkan benda peninggalan kakekku yaitu sebuah buku, aku mendapatkan solusi untuk menyelamatkan Wati..."


Di sinilah bagian menegangkannya.


"Tunggu dulu!" Potongku. "Berarti kamu sudah membunuh banyak orang saat itu?"


"Sebenarnya, saat itu aku tak pernah membunuh orang sama sekali. Aku mendapatkan para BWG hasil dari korban yang sudah dibunuh oleh mereka, biasanya mayat-mayat korban mereka dibakar dan kali ini aku yang mengambil inisiatif untuk membakar para mayat itu, sekaligus mengumpulkan para BWG itu. Setelah beberapa waktu berlalu, hari yang seharusnya membahagiakan bagi kami tapi... berubah jadi bencana. Mereka datang menyerang dan memporak-poranda semuanya, serta membunuh dan menangkap semua gadis di sana..."


"Setelah itu, apa yang terjadi?" Tanya Fu.


"Setelah itu... aku memanggil semua para BWG muncul dan membunuh mereka semua, sebab aku sudah sangat lama membenci mereka. Tapi, tanpa disadari, tubuhku menjadi kaku dan sulit digerakkan, istriku yang ada di sampingku berusaha menarik ku pergi dari situ tapi..., entah kenapa tubuhku bergerak sendiri dan mengambil pistol yang terjatuh di bawah sana lalu..."


Seketika wajah Adithya semakin sedih mengingatnya, aku bisa menebak apa yang terjadi setelahnya, tapi ini terlalu berat baginya.

__ADS_1


"Lewatkan saja bagian itu," kataku.


"Tanpa sadar, bahwa efek samping dari mantra yang aku ucapkan dari buku itu ternyata sudah menguasai diriku. Bayaran dari menggunakan dari mantra itu adalah mengorbankan perasaanku sebagai manusia, atau orang yang paling aku cintai akan diambil sebagai bayarannya juga."


Cerita yang sungguh menyedihkan di dengar dan inilah alasan berat dia melalukan ini, untuk membangkitkan kembali orang yang dicintainya. Kadang kelahiran jauh lebih sulit dan hanya memiliki waktu sedikit, sedangkan kematian sangatlah mudah dan memiliki waktu yang abadi. Sudah kodratnya manusia mengejar sesuatu yang sulit dicapai oleh kedua tangannya meskipun mustahil, tapi akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya.


"Setelah kejadian itu, dari semua masalah yang ada di sini itu ulahmu, kan?" Tanyaku.


"Iya."


"Jadi, di mana semua warga kota ini?" Tanyaku lagi.


"Hm? Dokter, bukannya semua warganya dievakuasi di perbatasan kota," ucap Fu.


"Sebenarnya Fu, aku baru menyadarinya saat Adithya mengatakan bisa mengendalikan orang melalui para BWG dan saat kita pertama kali datang ke sini, aku memerhatikan orang-orang yang bekerja di stasiun saat itu semuanya tampak pucat, aku pikir ini hanya karena hari berduka kota ini yang membuat mereka terlihat seperti itu, tapi ternyata tidak mata mereka terlihat tak hidup sama sekali," jelasku.


"Berarti semua orang di kota ini..."


"Kamu salah paham, Tuan Chen...," potong Adithya. "Seperti yang kamu bilang bahwa semua orang di kota ini diungsikan di perbatasan kota dan itu benar mereka semua masih hidup, lalu yang dikatakan Tuan Wolfa benar bahwa semua orang kota ini terlihat tak sadarkan diri, sebab aku mengendalikan mereka dengan memasukkan BWG ke dalam tubuh mereka melalui obat yang aku produksi di kota ini dan membagikannya secara gratis."


Akhirnya kami sudah mendengar semua kebenaran dibalik insiden yang menimpa kota ini selama tiga tahun lebih, Tina beserta Sarah dan Siti berjalan menuju ke arah kami.


"Sekarang aku ingin mendengar mengenai kasus pembunuhan berantai ini, dan kali ini aku ingin mendengarnya secara langsung dari orang yang sudah melakukannya," sembari menatap tajam Edik.

__ADS_1


"Murung! Apa-apaan kamu menatap seperti itu suamiku! Apa kamu mencurigai dia sebagai salah satu pelakunya," ucap Tina yang kesal. "Hey Botak, katakan kalau ini tidak ada hubungannya denganmu?"


__ADS_2