IDENTITY : The Dark Story

IDENTITY : The Dark Story
Obrolan 2 (Part 2)


__ADS_3

"Dan satu hal lagi..," tiba-tiba langkahnya terhenti tepat di depan pintu keluar. Kemudian, terlihat dia memikirkan sesuatu dan berbalik menghadap Miranda.


"Belakangan ini kamu memperhatikan Ray, apa kamu menyukainya?"


Miranda hanya tersenyum mendengarnya dan menjawabnya:


"Tentu saja."


"Begitu ya, tapi sebagai pria atau bahan penelitianmu?"


"Menurutmu yang mana aku memilihnya?"


Chichi terbelalak dan menghela napas, sepertinya dia tahu apa yang dipikirkan wanita penuh misteri ini.


"Aku mengerti, tapi jika melewati hal itu... aku tak akan memaafkanmu!"


Terdengar sebuah nada penuh ancaman dari gadis Asia ini, dan Miranda hanya terdiam sesaat mendapatkan peringatan itu.


"Jangan khawatir, aku tak akan melakukan hal seperti itu padanya. Tampaknya banyak orang yang sangat menyukainya."


"Dia bukan sekedar manusia unik, tapi dia adalah sesosok Dokter yang diharapkan banyak orang. Jika terjadi sesuatu padanya, maka sama saja kehilangan pahlawannya."


"Jujur saja, dia terlihat sangat manis dan itu membuatku semakin mengingatkan dirinya. Tapi, suamimu membuatku sulit mendekatinya."


Chichi menghela napas dan memegang kepalanya, seolah-olah dia menyerah akan hal sesuatu.


"Kamu benar, itu yang membuatku kehilangan banyak waktu bersamanya."


"Alah, apa kamu cemburu?" ucapnya dengan nada menggoda.


"Tidak juga, kupikir itu hal wajar bagi Fu, sebab dalam pandangannya dia melihat sesosok adiknya berada di dalam diri Ray dan itu membuatnya tak ingin kehilangan sosok itu lagi."


"Kehilangan orang yang sangat disayangi bisa membuat orang keras pada dirinya. Aku rasa kamu harus membuat suami tercintamu lebih menyayangi dirinya sendiri, agar dia tidak terluka lebih dalam lagi."


"Ya aku tahu, hal itu aku sudah diskusikan dengan Ray dan dia sangat mengerti akan kondisi itu," Chichi memegang kenop pintu dan membukanya secara lembut. "Sebaiknya kamu jangan terlalu memaksakan diri. Selamat tidur, Miranda."


"Terima kasih banyak, nona Chichi. Selamat tidur," balasnya sembari tersenyum dengan lembut."


Klak...


Terdengar suara pintu tertutup dan Miranda kembali sendirian di kamarnya. Keheningan kembali menyelimuti ruangan ini lagi, dia kembali memandangi bintang-bintang di langit melalu jendelanya.


Tak lama kemudian, tawa kecilnya memecahkan keheningan.


"Bintang paling terang itu menunjukkan ke arah Utara yang berarti..."


Seketika muncul seekor burung hitam yang bertengger tepat di depan jendelanya.


Dia berdiri dan membuka jendela itu, angin malam yang dingin menembus setiap kulit tipis nan mulusnya, Tapi hal itu tidak mengganggunya sama sekali, dia lebih tertarik pada apa yang disampaikan burung hitam ini.


"Yang dikatakannya memang benar, bahwa bintang biasanya digunakan oleh para pengembara sebagai petunjuk mereka."

__ADS_1


Tiba-tiba burung hitam itu menghilang seperti debu bertebaran di mana-mana, dia langsung berjalan menuju ke arah sebuah lemari dan membukanya.


"Aku butuh udara segar."


Wanita berambut kuning terang ini mengambil sebuah gaun panjang dengan warna ungu kebiruan, serta sebuah pisau tajam lengkap dengan sarungnya. Lalu mengikatkan sarung pisau itu di pahanya, dan merapikan penampilannya.


Setelah semuanya sudah siap, dia melakukan sentuhan terakhir pada dirinya, yaitu menyemprotkan parfum bau kembang melati pada dirinya sendiri dan langsung berangkat menuju pintu keluar kamarnya.


•••


Pukul 01-48


Sebuah cerita atau mitos berkembang di kota ini, setiap malam selalu tercium bau parfum bunga yang sangat kuat dan itu selalu ada setiap tengah malam. Dan bau itu tidak akan menghilang walau kena terpaan angin malam.


Konon muncul sebuah cerita masyarakat sekitar, bahwa setiap malam jika aroma parfum bunga muncul maka "Dia" telah datang.


Langkahnya ringan seperti kucing dan mencari mangsa melalui sudut kota yang paling gelap. Setiap langkahnya selalu meninggalkan bau khas parfum miliknya.


Sosoknya yang sulit dilihat karena dia berbaur dengan sempurna dengan kegelapan itu sendiri. Sorot matanya yang sangat tajam, siapa pun akan membeku ditatap olehnya di balik kegelapan yang dingin.


Dan di tangannya dia selalu memegang sebuah benda yang selalu memancarkan cahaya kilat sesaat menyentuh cahaya rembulan, bagai malaikat mau membawa sabitnya di tengah kegelapan.


Siapa pun yang bertemu dengannya tanpa sengaja di malam hari, berhati-hatilah! Karena kemunculannya, menandakan dirimu akan terjerat oleh ke sisi gelap dunia ini.


"Hah... hah... hah..."


Terlihat seorang wanita kantoran berlari sekuat tenaga, tampak sesuatu yang dan mengancam jiwanya telah mengejarnya."


Tiba-tiba kakinya tersandung akan hal sesuatu, sehingga itu membuatnya tersungkur ke tanah sesaat. Tapi, dia segera bangkit dengan perasaan paniknya, dan berlari dengan telanjang kaki meninggalkan sepatu mahal hak tingginya.


"Hah... hah... hah..."


Dia terus berlari dan tak tahu harus ke mana, sampai dia tak sadar bahwa dirinya telah memasuki sebuah gang kecil dan gelap.


"Apa? Buntu."


Langkahnya terhenti karena terhalangi sebuah tembok tinggi sehingga dia memutuskan berbalik, akan tetapi...


"Mau lari ke mana lagi, cantik. Hehe..."


Tampak dua orang pria dengan tampan seram yang mengejarnya dari tadi.


"Tidak mungkin..."


Dengan ketakutan yang mendalam, membuat dirinya tanpa sadar mundur terus sampai menyentuh tembok besar di belakangnya.


Kedua pria seram ini semakin mendekati dirinya, tampak mereka siap memangsa wanita itu kapan pun.


"To... tolong..."


Karena rasa takut menguasai dirinya, sehingga suaranya tak bisa ia keluarkan lebih keras.

__ADS_1


"Hehe..."


Kedua pria itu semakin mendekati dirinya dan wanita itu memejamkan matanya dengan perasaan takut yang sangat mendalam, dia berharap seseorang datang menolongnya.


"Hah?"


Seketika tercium bau kembang melati dan membuat langkah kedua pria terhenti tepat di depannya.


"Apa yang terjadi pada mereka?"


Kebingungan sekaligus rasa tenang menghampirinya, kedua pria itu terhenti bagai patung dan sorot matanya tak menandakan kehidupan.


"Kenapa masih diam saja di situ, gadis cantik. Sekarang pergilah dari sini."


Terdengar suara lembut dari arah kegelapan di sampingnya, dan itu membuat wanita ini kaget.


"Jangan-jangan dia..."


Seketika tubuhnya kembali gemetar, tapi kali ini gemetarnya tubuhnya bukan karena takut, melainkan sebuah penasaran akan sosok itu.


"Mohon maaf, aku sangat berterimakasih pada anda, kalau boleh tahu..."


"Tidak ada waktu untuk hal ini."


Orang misterius itu langsung menyela dirinya dengan tegas.


"Sebaiknya kamu pergilah cepat dari sini, karena sebentar lagi mereka akan bangun. Jika mereka bangun, aku hanya melihat dirimu dinodai oleh mereka."


Mendengar itu membuat gadis ini ketakutan dan langsung berlari meninggalkan lokasi dengan cepat.


Sesaat keheningan menyelimuti tempat ini dan orang misterius itu keluar dari kegelapan.


"Baiklah, dengan ini semuanya sudah lengkap."


Terlihat sosok orang misterius itu seorang wanita cantik dengan rambut kuning emas. Dia mengeluarkan sebuah botol kecil dan mengarahkannya ke mulut kedua pria itu.


"Kita lihat reaksinya."


Seketika tubuh kedua pria itu menghitam semua, seperti kegelapan menyelimuti dirinya.


"Kayaknya ini gagal juga," katanya dengan sedikit kecewa.


Tubuh kedua pria itu semakin mengecil, tampak mereka mulai ditelan oleh kegelapan dan tak tersisa sedikit pun.


"Kayaknya aku harus mencari kelinci baru."


Wanita bergaun ungu kebiruan ini berjalan ke arah kegelapan lagi dan menghilang tanpa jejak.


Kemunculannya penuh misteri dan tidak ada siapa pun mengetahui akan jati dirinya, tapi orang-orang mulai mengakui keberadaannya.


Tapi, keberadaan dia itu seperti apa? apakah dia datang atas kebaikan? Atau kejahatan? Dirinya sangatlah gelap, sedalam kegelapan itu sendiri dan tidak ada siapa pun yang mengetahui tujuannya.

__ADS_1


...THE END...


__ADS_2