
Lalu aku lanjut memeriksa kasur empuk itu, terlihat sangat menawan dengan wangi yang memikat. Aku mencoba memeriksa setiap kasurnya bawah, di dalam sarung kasur dan di dalam sarung bantal, terlihat tidak ada yang mencurigakan dari kasur ini lalu aku merapikan kasur ini ke sedia kalanya.
Dring~~ Dring~~ Dring~~
Tiba-tiba aku terkejut, sebab aku mendengar rekaman musik klasik diputar dan suaranya berasal dari ruang tamu itu.
Seketika itu membuatku cukup panik, aku langsung menuju jendela dan melihat Fu benar-benar mengawasi tempat ini dari belakang hingga depan, dia berjalan ke depan dan ke belakang untuk memantau sekitar rumah ini.
"Tampaknya Fu, tidak merasakan kehadiran seseorang mendekat di rumah ini. Tapi, siapa yang memutar musik itu?"
Aku berbalik dan sedikit panik, tapi aku mencoba setenang mungkin, dan mungkin saja itu alat musik putar otomatis yang sudah di setting dengan waktu sedemikian, sehingga sang pemilik tidak perlu repot-repot memutarnya lagi.
Aku maju ke pintu dengan perasaan gugup, saat tangan sudah memegang kenop pintunya dan langsung memutarnya secara perlahan.
Crak... Ngek...
Aku mendorong pintu itu secara perlahan dan melihat ruang tamu ini benar-benar kosong.
Lalu aku maju ke alat musik piringan hitam itu dan mematikannya.
Aku menghela napas dan berkata:
"Ini membuatku hampir mati terkejut...," tiba-tiba aku melihat sebuah surat tepat berada di samping album piringan hitam ini. "Hm, apa ini?"
__ADS_1
Aku mengambilnya dan membaca isi surat itu.
Untukmu:
...Sayang sekali bahwa tangan tenang ini yang dibuat untuk memegang alat medis berada di tempat yang salah--di barang-barang pribadi seorang perempuan! Tapi aku akan menyembunyikan tindakanmu ini karena telah menunjukkan sebuah tindakan penuh tekad dan menarik. Sebaiknya kamu harus segera menjauh dari rumah ini, sebab dia sudah pulang menuju rumah ini....
^^^M.J^^^
"Tak kusangka aku akan ketahuan secepat ini, tapi ini membuktikan bahwa dia memiliki hubungan dengan wanita bernama Melina itu, aku tidak tahu alasannya membantuku ini tapi... aku merasa dia bukanlah penjahat. Baiklah, sebaiknya aky kembali ke klinikku dengan cepat."
Aku langsung bergegas keluar dari rumah ini.
•••
"Bagaimana Dokter, apa kamu menemukan sesuatu?"
"Untuk sementara ini aku tak bisa menjelaskannya, sebaiknya kita kembali ke klinik secepat mungkin."
Fu terkejut dan hanya mengangguk saja, kami pun bergegas menjauh dari rumah ini.
•••
•••
__ADS_1
Sesaat berada di klinik...
"Kenapa kamu terburu-buru begitu tadi?" Tanya Fu.
"Kita ketahuan oleh pencuri itu," jawabku
"Hah?! Padahal aku tak merasakan kehadiran lain di rumah itu selain dirimu saja."
"Ya begitulah, ini buktinya," sembari memberikan surat itu.
Fu mengambilnya dan membaca isi suratnya.
"Memang benar kita ketahuan, tapi tindakan apa yang kamu lakukan selanjutnya. Diingat lagi besok adalah hari terakhir dari peringatan pencuri itu."
Aku hanya diam saja sembari memikirkan solusinya. Tiba-tiba aku teringat gambar potret di rumah itu.
"Besok kita akan terus terang terhadap Melina di rumahnya."
"Kamu yakin? Dia akan mengelak dari semua pertanyaanmu nanti."
"Tidak, kali ini aku benar-benar yakin, bahwa besok akan sangat lancar."
Fu hanya diam saja dan besok adalah penentu dari kasus akan berakhir sukses atau kegagalan.
__ADS_1
Apakah rencana dari pemuda dengan tiga identitas ini membuahkan hasil?