
" Mamah di surga ya? Surga itu di mana? Apa kami boleh melihat mamah di surga? " pertanyaan yang Ghifara tanya dengan antusias.
Zee semakin sedih karena melihat mereka yang ternyata lebih sedih dari hidupnya yang di tinggal oleh ayahnya saat masih duduk di bangku SMA. Tapi anak anak itu ternyata sudah di tinggal oleh ibu mereka saat lahir dulu bahkan mereka tidak pernah melihat ibunya secara langsung.
" Boleh... Tapi kalian harus menjadi anak anak yang baik baru kalian boleh bertemu dengan mamah kalian nanti di surga " jawab Zee tersenyum dan membelai rambut mereka.
" Kalau gitu mulai sekarang Reyna harus menjadi anak baik biar bisa bertemu sama mamah di surga " kata Reyna antusias yang membuat Zee semakin sedih.
Begitu juga dengan Ghifara dan Ghifari yang terlihat bahagia karena mereka merasa kalau mereka bisa bertemu lagi dengan ibu mereka di surga yang masih belum mengerti dengan yang terjadi.
" Berarti Reyna bisa panggil mamah donk pada mamah Zee? " tanya Reyna antusias.
__ADS_1
Zee berpikir sebentar karena dia tidak memikirkan kalau si kembar ingin memanggil dirinya mamah.
" Bagaimana kalau bunda? karena mamah Reyna Ghifara dan Ghifari hanya ada satu yaitu mamah... " kata Zee yang terpotong karena tidak tahu harus berkata apa.
" Mamah Diana " ucap Reyna tersenyum.
" Nama yang bagus, pasti mamah Diana sangat cantik ya karena Reyna sangat cantik " kata Zee tersenyum dan mencubit pelan hidung Reyna.
" Iya bunda, mamah Diana sangat cantik. Kita selalu melihat foto mamah Diana yang ada di kamar papah, banyak sekali foto mamah di kamar papah " jawab Reyna sangat antusias karena dia seperti memiliki seorang ibu.
Zee berpikir bagaimana cantiknya mamah si kembar bahkan papah si kembar begitu terlihat sangat mencintai nya karena terbukti dari masih banyak menyimpan foto dan tidak menikah lagi karena buktinya si kembar masih belum ada ibu baru untuk mereka.
__ADS_1
Lama menunggu akhirnya hujan pun sudah reda dan ternyata jam sudah menunjukkan jam tiga dan itu membuat Zee sedikit khawatir karena papah si kembar pasti sedang mengkhawatirkan keadaan anak anaknya yang belum pulang.
" Biar bunda yang anterkan kalian pulang ya, tapi kalian tahu kan rumah kalian? " tanya Zee yang melihat mereka bertiga terutama kepada Ghifara yang terlihat lebih dewasa pemikirannya.
" Ghifara tau kok alamat rumah papah " jawab Ghifara yang mendapat senyuman dari Zee.
Mereka pun pergi dari rumah dan menunggu di pinggir jalan untuk melihat ada angkot yang lewat untuk mereka naik.
Awalnya si kembar sedikit risih naik angkot karena itu adalah pertama kalinya mereka naik kendaraan umum namun mereka pun naik karena tidak ada pilihan lain apalagi melihat Zee yang seperti tidak ada uang untuk membayar kalau naik taksi yang mahal.
Zee sedikit merasa bersalah saat melihat ekspresi si kembar saat naik angkot namun apalah daya dia tidak punya uang untuk naik taksi dan bisa melihat kalau si kembar adalah anak yang berada.
__ADS_1
" Maafin bunda ya, karena bunda hanya bisa naik angkot " kata Zee yang bersalah.
Namun si kembar tersenyum dan tidak mempermasalahkan nya karena mereka juga mengerti bagaimana kondisi Zee.