Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 26 IPW


__ADS_3

Di tempat lain lebih tepatnya di sebuah rumah yang sederhana namun terlihat begitu asri walaupun sederhana tapi terlihat begitu bersih rapi hingga siapa saja yang melihat rumah itu pasti akan menyukainya.


Zee sedang menyiapkan makan siang untuk dirinya dan sang ibu tercinta karena hari ini dia libur kerja jadi Zee memiliki banyak waktu di rumah seharian ini untuk menemani sang ibu.


Setelah menyajikan semua menu makanan sederhana dan pastinya sangat enak di atas meja Zee memanggil sang ibu yang sedang duduk di depan rumah.


" Bu ayo kita makan, Zee udah selesai masak " kata Zee lembut pada sang ibu.


Ibu Zee mengangguk dan berjalan bersama dengan sang anak ke dalam rumah untuk makan siang.


Zee memang melarang sang ibu untuk melakukan pekerjaan rumah apalagi memasak karena tidak mau melihat sang ibu kelelahan dan kesakitan, jadi Zee sendirilah yang mengurus semua pekerjaan rumah termasuk masalah sang ibu.


Mereka memakan makan siang yang sederhana itu namun penuh kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarga kecil Zee dengan sang ibu walaupun tidak ada sang ayah di samping mereka tapi Zee bahagia karena ibunya masih berada di sampingnya.

__ADS_1


" Apa aku harus mengatakan masalah itu dengan ibu ya " batin Zee saat sedang menyantap makan siangnya.


Zee dari semalam memikirkan tentang yang di katakan oleh Tania kemarin di kantor.


Zee benar benar tidak bisa berpikir untuk masalah sebesar ini.


Zee belum memberi tahu kepada ibunya tentang ini karena belum berani untuk jujur.


Tapi karena masalah ini semakin membuat dirinya tidak bisa berpikir akhirnya Zee mencoba berbagi dengan sang ibu karena pasti sang ibu mempunyai jalan keluar dari semua di lema yang di rasakan Zee sekarang.


Dan di sisi lain Zee juga tidak bisa menerima permintaan Tania Oma si kembar yang tiba tiba menyuruh nya untuk menikah dengan anaknya yang tak lain adalah bos Zee di kantor.


Ibu Zee menyadari kalau Zee sedang melamun karena melihat Zee yang sedang tidak fokus dengan makanannya tapi hanya melamun.

__ADS_1


" Zee kamu kenapa nak, kenapa melamun? " tanya sang ibu lembut sembari memegang tangan Zee.


Zee tersadar dari lamunannya dan langsung melihat ke arah sang ibu yang sedang tersenyum kepadanya.


" Ibu Zee gak papa kok " jawab Zee tersenyum.


" Katakan nak, jangan sembunyi kan dari ibu kalau kamu tidak sanggup untuk menghadapi nya sendiri " kata sang ibu yang seperti sudah mengerti dan mengetahui apa yang sedang di pikirkan putrinya yang satu ini.


Zee meminum air dari gelasnya dan menarik napas dalam dalam dan mengeluarkan nya lewat mulut sebelum membuka suaranya.


" Ibu... ada yang ingin Zee katakan pada ibu " kata Zee memejamkan sekilas kedua matanya.


" Ibu Zee... " Zee menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin di kantor tempat bekerjanya yang ternyata adalah milik dari si kembar yang beberapa waktu yang lalu pernah di tolong dan di bawa ke rumah oleh Zee.

__ADS_1


Sang ibu mendengar kan semua cerita putrinya sampai dia habis menceritakan semua masalah yang menjadi pikiran nya mulai dari semalam bahkan membuat Zee tidak bisa tidur semalam.


__ADS_2