Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 124 IPW S2


__ADS_3

Keluarga besar Sanjaya dan Adhiguna begitu bahagia dengan kedatangan anggota keluarga baru mereka yang baru beberapa jam yang lalu lahir ke dunia yang begitu fana ini. Bayi yang lahir begitu suci tanpa ada noda sedikitpun itu disambut antusias dan bahagia.


Rasa bahagia yang tidak bisa dijelaskan dengan kata kata namun dibalik kebahagiaan itu tersimpan sebuah kesedihan yang begitu menyakitkan. Ya kesedihan itu ialah tentang keadaan Zee yang di vonis dokter tidak bisa mengandung lagi untuk selama lamanya karena rahimnya yang di angkat.


Namun sebisa mungkin mereka berusaha melupakan kesedihan yang menyakitkan itu. Bahkan sampai saat ini tidak pernah ada yang membahas tentang hal itu karena tidak mau melihat Zee dan Rey sedih lagi.


Dalam ruang inap Zee, hanya ada sang ibu dan Tania beserta Ratih. Sedangkan para lelaki sudah memutuskan untuk pulang sebentar dan ada yang harus bekerja ke kantor. Begitu juga dengan Rey yang pulang sebentar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


" Assalamualaikum " ucap Rena yang masuk ke dalam ruang itu bersama dengan mamah mertuanya.


Rena datang dengan mamah mertuanya sambil membawa sebuah parcel untuk diberikan kepada Zee sebagai buah tangan dari mereka. Rena tersenyum saat melihat Zee sudah baikan dan juga melihat bayi mungil yang sedang tidur di samping Zee.

__ADS_1


" Waalaikumsalam " jawab serentak mereka.


Wanita wanita paruh baya disana saling bersalaman berpelukan sebentar bahkan cipika cipiki. Begitu pun dengan Rena yang langsung duduk di samping Zee bertepatan dengan bayi mungil perempuan itu.


" Bagaimana kabar kak Zee? " tanya Rena tersenyum pada Zee.


" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat ini " jawab Zee juga balas tersenyum itu.


" Alhamdulillah. Bayi kakak imut sekali " kata Rena yang ingin sekali mencubit pipi bayi mungil itu namun tidak dia lakukan.


" Nama yang bagus kak. Gak perlu kok kak, kan kak Zee sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. " ucap Rena.

__ADS_1


Semuanya saling berbagi cerita dan bahagia disana. Tak terkecuali Rena yang begitu semangat menggendong Raiza walaupun itu kali pertamanya menggendong bayi namun bisa dilihat Rena sudah jago urusan bayi.


" Udah jago nih ya gendong bayi " ujar Tania tersenyum pada Rena.


Dan orang yang diomongin hanya tersenyum saja sambil terus menimang bayi itu yang tadinya sudah terbangun kini kembali tertidur begitu pulas dalam gendongan Rena.


" Kapan nih kamu nyusul Zee menjadi seorang ibu? " ujar Ratih yang menggoda Rena.


Rena begitu terkejut mendengar ucapan Ratih yang tiba tiba membuatnya malu dengan pertanyaan itu. Rena terlihat sendu namun dia dengan pintar menyembunyikan dari semua orang. Rena memikirkan bagaimana bisa dia memiliki bayi sedangkan hubungannya antara Rian hanya sebatas ciuman saja bahkan sampai saat ini tidak ada yang mengutarakan perasaan mereka masing masing.


" Insyaallah kok Tan. Kalian doakan yang terbaik untuk Rena? " jawab Rena tersenyum sembari meletakkan Raiza samping Zee.

__ADS_1


" Pasti donk sayang. Mamah akan selalu mendoakan yang terbaik buat kalian karena jujur mamah sudah pengen gendong cucu seperti Tania " kata mamah Rian yang malah membuat Rena semakin terpojok.


Rena akan menjawab namun ada pesan masuk dari hpnya sehingga dia langsung melihat isi pesan yang tertulis dari Rian yang menyuruhnya untuk pergi ke sebuah hotel yang sudah dituliskan alamat di dalam pesan itu. Dan tenti saja pesan itu membuat Rena senang karena mendapatkan pesan dari sang suami yang selama ini jarang sekali mengiriminya pesan.


__ADS_2