
Pagi yang begitu cerah secerah senyuman tiga orang anak kembar yang pagi ini terlihat begitu bahagia, entah apa yang menjadi kebahagiaan mereka hanya merekalah yang tahu. Rey dan juga Zee bahkan bisa melihat kebahagiaan anak anak, namun seperti biasa saat mereka berdua bertanya kepada sang anak anak, tidak ada yang memberitahu apapun.
Setelah rapih dengan seragam sekolah, begitu juga dengan Rey yang sudah rapih dengan setelan Jak kerjanya. Mereka sekeluarga kecil yang begitu bahagia dan harmonis itu sudah duduk di kursi meja makan untuk memulai sarapan pagi yang sudah tersedia.
" Ya Allah semoga keluarga ku tetap seperti ini akan bahagia, jauhkan semua yang ingin menyakiti dan berniat tidak baik kepada keluarga ini. Aamiin " batin Zee yang tersenyum melihat suami dan anak anak yang begitu khusyuk sarapan pagi.
Zee masih kepikiran tentang semua perkataan atau lebih tepat sebuah ancaman dari Dila beberapa hari yang lalu. Zee masih memendam semuanya sendiri tanpa memberitahu suaminya, karena sampai saat ini Dila tidak melakukan apapun, oleh karena itu Zee sedikit lega karena menganggap ancaman Dika waktu itu hanyalah angin lewat saja.
__ADS_1
Akhir sarapan pagi yang tenang itu berakhir tanpa ada yang berbicara apapun saat sedang menyantap hidangan karena Rey melarang itu. Zee dan sekeluarga sudah berada diluar dan Zee berniat bahkan sudah menjadi kebiasaan dirinya untuk selalu mengantar suami dan anak anak berangkat walaupun hanya sampai diluar rumah.
" Bunda kita pergi sekolah dulu ya! " kata Ghifara sedangkan adik adiknya hanya mengangguk menyetujui ucapan sang kakak.
" Iya sayang kalian hati hati, belajar yang rajin di sekolahnya yah! " kata Zee tersenyum kepada mereka bertiga sembari membelai lembut rambut mereka.
Si kembar langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke sekolah yang akan diantar oleh sopir karena Rey tidak bisa mengantar mereka yang harus secepatnya ke kantor karena ada hal penting.
__ADS_1
Sepeninggalan mobil anak anak yang berangkat ke sekolah tibalah sebuah mobil yang tidak asing lagi untuk Rey namun sangat asing untuk Zee yang tidak pernah melihat mobil itu. Pemilik mobil itu keluar yang tak lain adalah Rian yang datang sesuai perintah Reyhan.
Zee pun terlihat biasa biasa saja saat melihat siapa pemilik mobil tersebut yang tak lain adalah atasannya juga dulu saat masih bekerja di kantor sang suami. Zee hanya tersenyum kepada Rian yang juga dibalas dengan senyuman oleh Rian dan itu membuat Rey kesal dengan Rian. Karena bagaimanapun Rey masih ingat jelas bagaimana perasaan Rian kepada istrinya dulu sebelum mereka menikah.
" Sayang mas pergi dulu, mas akan pergi dengan Rian hari ini. Kamu hati hati di rumah kalau ada apa apa telpon saja mas " kata Reyhan yang mendapat anggukan dari Zee yang sudah mulai terbiasa dengan sikap posesif sang suami kepada dirinya.
" Iya mas Zee ingat pesan mas " kata Zee tersenyum yang membuat Rey semakin tidak ingin jauh dengan sang istri tercintanya.
__ADS_1