
Semenjak kejadian tadi siang bahkan sampai malam seperti ini Zee terus saja melamun memikirkan ucapan Dila yang mengancam dirinya akan merebut Rey darinya. Zee terus memikirkan ucapan yang terngiang ngiang dalam kepalanya karena Zee sangat takut kalau itu benar benar akan terjadi.
Zee berdiri di balkon kamarnya setelah selesai menidurkan ketiga anaknya yang malam ini sangat sulit untuk di tidurkan. Tapi setelah melewati drama yang panjang akhirnya mereka bertiga sudah tertidur nyenyak di kamar mereka sendiri yang berada disamping kamar kedua orangtuanya.
" Apa yang harus aku lakukan Ya Allah kalau Mbak Dila benar benar nekat. Ah Aku percaya semua kepadamu Ya Allah " batin Zee sembari memejamkan matanya menikmati sejuknya malam apalagi dengan angin yang berhembus menembus kulitnya.
Zee bahkan tidak menyadari kalau Rey sudah masuk ke dalam kamar hingga Zee tersadar karena Rey memeluk tubuh Zee dari belakang dengan kedua tangannya berada di perut Zee yang sudah mulai membuncit dan menyandarkan dagunya pada bahu Zee.
__ADS_1
Zee tersenyum saat merasakan kehangatan yang diberikan suaminya pada dirinya. Rey juga merasakan kebahagiaan dalam hidupnya bahkan merasa kebahagiaan dia yang hilang kini sudah kembali lagi dalam hidupnya.
" Kenapa kamu ada disini? " tanya Rey masih dalam posisi yang sama bahkan sesekali Rey juga mencium leher Zee yang membuat Zee kegelian.
" Gak kenapa kenapa kok mas, hanya menikmati udara sejuk malam saja " kata Zee yang tidak mau menceritakan kejadian tadi pada Rey karena takut akan menjadi masalah besar nantinya.
Zee memilih untuk tidak bercerita kejadian dirinya dan Dila tadi siang pada Rey karena tidak mau terjadi yang malah membuat semuanya semakin rumit. Zee akan mencoba menghadapi semuanya sendirian tapi kalau nanti kalau Dila sudah melewati batasannya baru Zee akan memberitahu Rey.
__ADS_1
****
Di waktu yang bersamaan namun di tempat yang berbeda lebih tepatnya di sebuah rumah mewah dan megah kini sedang menangis seorang gadis berhijab nan cantik. Gadis itu menangis karena dirinya merasa sangat kesepian di rumah tanpa ada orangtuanya yang terlalu sibuk mencari uang padahal semuanya sudah ada pada mereka namun mereka terus mencari uang bahkan tidak memiliki waktu bersama sang putri.
Gadis itu mengusap air matanya dan mengambil kunci mobil dan berjalan keluar namun dia dicegah oleh seorang wanita tua yang bekerja dengannya sudah sangat lama dari dia masih bayi yang mengurusnya. Bahkan gadis cantik itu menganggap wanita tua itu sebagai ibunya dan menuruti semua yang diperintah oleh wanita tua itu bahkan dirinya tumbuh menjadi gadis baik ramah dan shalehah berkat bimbingan sang wanita tua itu.
" Non Rena, Non mau kemana malam malam begini? " tanya wanita tua itu lembut pada gadis yang ternyata adalah Rena.
__ADS_1
" Rena mau keluar sebentar kok Bi Ita, bibi gak perlu khawatirkan Rena ya karena Rena akan cepat pulang kok " kata Rena yang tersenyum kepada Bi Ita yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri.
Akhirnya Rena pergi walaupun Bi Ita sudah mengatakan untuk tidak pergi karena ada perasaan yang tidak mau Rena pergi malam ini. Namun karena Rena sudah memberikan pengertian akhirnya dengan berat hati Bi Ita mengizinkan Rena pergi.