Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 119 IPW


__ADS_3

Andre berusaha untuk melupakan Zee saat melihat wanita tercintanya itu bahagia dengan orang lain. Andre pun mencoba mengikhlaskan Zee dengan pria lain karena dia bisa melihat berapa besar cinta Zee kepada suaminya begitu juga sebaliknya dan itulah membuat Andre mencoba merelakan.


Andre yang awalnya sudah mengikhlaskan Zee dengan Reyhan kini kembali lagi dengan tujuan utamanya yaitu memiliki Zee. Andre begitu marah dengan Rey yang menurutnya tidak becus menjadi suami sehingga kondisi Zee sedang kritis karena kejadian beberapa saat tadi yang mengakibatkan Zee harus dilarikan ke rumah sakit.


" Arghh " teriak Andre sembari memukul setirnya dengan wajah yang sudah memerah.


" Reyhan. Aku akan merebut Zee darimu karena kau sama sekali bukan suami yang baik untuk Zee ku. Aku akan memiliki Zee kembali bagaimana pun caranya " ujarnya yang menatap tajam ke depannya bahkan dia mengendarai mobilnya dengan begitu ugal ugalan tidak perduli dengan apapun di sekitarnya karena pikirannya sekarang hanya dipenuhi nama Zee.


_

__ADS_1


Di rumah sakit....


Rey sudah terlihat sedikit membaik karena lukanya sudah sedikit mengering. Sekarang Rey hanya berdua dengan Rian sedangkan Rena sudah disuruh pulang oleh Rian. Awalnya Rena menolak untuk pulang karena ingin mengetahui kondisi Zee, namun karena Rian terus memaksanya pulang akhirnya dia pun pulang.


" Kenapa ini bisa terjadi? Ya Allah tolong selamatkan istri dan anakku. Aku tidak mau merasakan kehilangan untuk kedua kalinya lagi " lirih Rey yang begitu sedih apalagi sampai sekarang dia belum mengetahui bagaimana kondisi sang istri dan anaknya.


Rian bisa merasakan apa yang sekarang dirasakan oleh Rey. Dan sekarang Rian hanya bisa memberikan kata kata sabar untuk Rey.


Rey tidak menjawab dia hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya saja. Dokter keluar dan itu langsung membuat Rey dan Rian bangun untuk bertanya bagaimana kondisi Zee dan anaknya didalam.

__ADS_1


" Bagaimana? Bagaimana kondisi istri dan anak saya? " tanya Rey yang menatap tajam sang dokter sehingga membuat dokter sedikit ketakutan melihat Rey sekarang.


" Maaf dokter dia sedang sedih. Bagaimana kondisi pasien? " tanya Rian yang menjauhkan Rey dari dokter karena tidak mau Rey melakukan apapun dengan dokter karena rasa marahnya saat ini.


" Begini tuan, kondisi pasien Alhamdulillah baik dan tidak ada yang harus dikhawatirkan. Namun bayinya harus dilahirkan karena akibat benturan keras itu membuat bayi harus lahir meskipun belum waktunya untuk dilahirkan. Ibu dan bayinya untuk sementara selamat dan sehat " kata dokter sembari melihat ke arah Rey dan Rian bersamaan.


Tanpa sadar Rey dan juga Rian menyunggingkan senyuman mereka terutama Rey yang terlihat bahagia mendengar istri dan anaknya selamat. Air mata kembali tertetes dari mata Rey karena terharu dengan berita baik ini. Rey tidak henti hentinya bersyukur kepada Allah karena sudah mendengar doanya.


" Alhamdulillah Ya Allah Ya Rabb. Terima kasih atas semua pemberianmu " lirih Rey yang menangis bahagia bahkan dia bersujud di sana karena istrinya baik baik saja. Jujur Rey sangat trauma dengan kejadian seperti ini apalagi dengan kehamilan karena dia tidak mau kejadian dulu terulang lagi.

__ADS_1


" Tapi ada satu hal yang harus sampaikan kepada tuan. Karena benturan keras itu terpaksa kami mengangkat rahim pasien karena kalau tidak cepat ditangani akan berakibat fatal dengan kondisi pasien " sambung dokter yang seketika membuat Rey dan Rian terdiam mencerna kata kata dokter itu.


__ADS_2