
Reyhan dan ketiga anaknya sudah berada di meja makan dan kali ini mereka tidak hanya berempat melainkan sekarang sudah ada kedua orangtua Reyhan yang ikut makan malam bersama dengan putra mereka.
Reyhan tadi sempat terkejut dengan kehadiran orangtuanya di rumah saat dia pulang kantor tapi Tania langsung memberi tahu Reyhan kalau mereka tadi siang pulang dan bahkan sempat datang ke kantor Rey tadi siang bertemu dengan ketiga cucu nya.
Reyhan juga di beritahu oleh sang mamah kalau tadi siang mamah Tania juga bertemu dengan seorang wanita yang di panggil si kembar dengan panggilan bunda.
Mereka menyelesaikan acara makan malam nya dan mereka semua memilih untuk duduk di ruang keluarga dengan di temani nonton TV.
Mamah Tania padahal ada hal lain yang ingin dia bicarakan dengan Reyhan yaitu tentang kejadian tadi siang.
" Rey ada hal yang ingin mamah katakan padamu " kata mamah Tania pada Reyhan yang sedang bermain dengan ponselnya.
Sedangkan anak anak sudah fokus menonton TV yang sedang menayangkan acara yang bagus untuk anak anak seperti mereka.
__ADS_1
Reyhan mematikan ponselnya dan menatap sang mamah yang terlihat serius.
" Mamah mau bicara tentang apa? " tanya Rey melihat sang mamah.
" Mamah ingin kamu pikirkan lagi tentang pembicaraan mamah beberapa hari yang lalu " kata Tania serius.
Reyhan berpikir sebentar dan mengingat tentang arah pembicaraan sang mamah.
" Mamah tahu sendiri kan kalau Rey sedang tidak ingin memikirkan hal itu " kata Reyhan mengeluarkan napasnya kasar.
Tania membuang napasnya kasar karena sudah menebak kalau jawaban ini yang akan di sampaikan Reyhan karena Tania tahu bagaimana keras kepalanya Reyhan.
" Coba kamu lihat anak anak. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan mereka, mereka juga membutuhkan seorang ibu Rey. Kamu jangan memikirkan perasaan kamu sendiri kamu jangan egois Rey, kasian anak anak mereka membutuhkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orangtuanya " kata Tania yang mulai berkaca kaca sambil memegang tangan Reyhan.
__ADS_1
Reyhan melihat ke arah anak anaknya dan merasa bersalah karena selama ini anak anak nya pasti merasa kesepian apalagi kalau dia sedang kerja yang tidak ada waktu dengan anak anak.
Tapi Reyhan masih belum ingin menikah lagi karena sejujurnya perasaan nya kepada mendiang istrinya masih ada sampai sekarang bahkan rasa cinta itu masih sama seperti dulu.
" Kamu pikir semua ini dengan kepala dingin, jangan pikirkan dirimu sendiri tapi cobalah memahami anak anak kamu Rey " kata Tania lagi yang menghapus air matanya.
Tania juga sedih dengan putranya tapi dia lakukan ini semua semata mata hanya untuk kebahagiaan Rey dan anak anak.
Sang papah hanya mendengar pembicaraan antara anak dan ibu itu karena dia juga sudah di beritahu lebih dulu oleh istrinya mengenai hal ini dan dia juga setuju karena juga memikirkan tentang cucu cucu nya.
" Pikirkan Rey. Mamah dan papah pulang dulu tapi besok mamah akan ke sini lagi untuk cucu cucu mamah " katanya yang langsung mengajak suaminya untuk pergi.
Setelah berpamitan dengan ketiga cucu mereka, Tania dan suaminya pun pergi dari saba karena mereka tidak bisa menginap di sini karena ada penting yang harus di selesaikan mereka malam ini.
__ADS_1