
Sekejap kita lupakan semua masalah yang terjadi dimana banyak sekali orang orang yang ingin menghancurkan keluarga bahagia seperti keluarga kecil Reyhan dan Zee bahkan keluarga yang baru dibangun seperti Rian dan Rena. Memang semuanya tidak bisa di tebak oleh setiap manusia bahkan tidak ada seorang pun yang bisa melawan takdir.
Tugas kita sebagai manusia biasa hanyalah berusaha untuk melewati setiap cobaan dan ujian dan yang pastinya harus diiringi dengan berdoa. Tidak boleh sekalipun menyerah karena kita tetap harus berjuang untuk kebahagiaan orang orang yang kita cintai dan yang mencintai kita tentunya.
Dan itulah sekarang yang dilakukan oleh seorang pria yang dulu sempat kehilangan arah hidupnya hanya karena wanita yang sangat dicintainya meninggalkan dirinya untuk selamanya lamanya namun luka hati itu perlahan lahan mulai memudar mengingat wanitanya mengamanahkan untuknya tiga orang malaikat kecil. Dan tidak sampai di situ karena ternyata Tuhan sudah menakdirkan yang terlebih besar untuk dirinya yaitu dengan kehadiran seorang wanita Sholehah yang di takdirkan untuk menjadi ibu sambung dari anak anaknya dan menjadi istrinya.
Reyhan... Untuk sekarang begitu menjaga keluarga kecilnya terutama istrinya karena mengingat masa lalu Zee yang membuatnya takut akan terjadi yang sama sekali tidak dinginkan olehnya. Rey begitu menjaga keamanan sang istri apalagi sekarang kondisi Zee yang sedang hamil buah hati mereka berdua.
" Sayang " panggil Rey yang entah kenapa dirinya semakin tidak bisa jauh dari istrinya.
" Ada apa mas? " tanya Zee yang saat itu sedang bermain dengan Reyna sedangkan kedua kakak Reyna lebih memilih bermain sedikit jauh dari mereka namun masih bisa terlihat oleh mereka.
Keluarga kecil itu sedang menikmati udara sore yang begitu menyejukkan walaupun hanya dari taman belakang rumah mereka saja namun tidak membuat kenyamanan mereka terganggu meskipun tidak harus keluar jauh mengingat kondisi Zee yang hamil jadi Rey lebih memilih kesehatan istrinya.
__ADS_1
" Hehe gak papa kok " kata Rey yang cengingiran melihat istri tercinta.
" Mas Reyhan " ujar Zee sambil geleng geleng kepala melihat tingkah laku suaminya yang seperti anak kecil padahal usianya sudah tidak muda lagi karena mengingat usianya yang hampir memasuki kepala empat.
" Bunda adek bayi kapan lahir ke dunia ini? " tanya Reyna polos sembari mengusap perut sang bunda dengan senyuman yang tidak pudar dari dari wajah imut dan cantiknya.
" Masih sedikit lama kok sayang, kita tunggu ya adek bayinya lahir. Oia Reyna jangan pernah lupa berdoa agar adek bayinya sehat selalu ya " ujar Zee tersenyum sembari mengusap kepala anak sambungnya itu.
" Kita belum mengetahuinya sayang, nanti pas lahir kita semua tahu ya " Rey berkata dengan tersenyum pada anak anaknya.
Rey memilih untuk tidak mengetahui terlebih dahulu jenis kelamin calon anaknya dan itu pun dengan persetujuan dari Zee. Rey ingin dirinya merasakan kebahagiaan yang lebih besar lagi saat hari lahiran tiba. Rey sudah tidak sabar menanti kelahiran buah hati keempatnya bersama Zee karena dengan kelahiran anak keempat mereka akan bertambah lagi kebahagiaan keluarga kecil itu setelah sebelumnya mengalami keterpurukan karena kehilangan seseorang untuk selamanya.
_
__ADS_1
_
_
Assalamualaikum semua readers setiakušš
Sebelumnya aku mengucapkan minal aidzin wal Faidzin, selamat hari raya idul Fitri. Aku mohon maaf yang sebesar besarnya bila selama ini ada kesalahan² kataku di novel. Aku mohon maaf ya kak apalagi aku sudah membuat kakak² semua menunggu kelanjutan novel aku, karena aku sangat sangat sibuk di dunia nyataku kak, seperti yang kalian ketahui kalau aku masih duduk di bangku SMA oleh karena itu aku sibuk dengan sekolahku.
Semoga bisa dimaklumi ya kak... Oia jangan lupa untuk berikan vote yang banyak, like, koment, hadiah tambahkan juga ke favorit karena itu sangat membuat ku lebih semangat lagi saat menulis karena banyak yang memberi dukungan kepada ku.
Sekian dulu, kalo ada yang mau nanya, silahkan dm aku di Ig ataupun di WA...
Assalamualaikum
__ADS_1