Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 80 IPW


__ADS_3

Rian terus melajukan mobilnya namun Rian bingung harus membawa Rena kemana karena kalau Rian membawa Rena ke rumah sakit dia takut dituduh macam macam kepada Rena apalagi dengan kondisi Rena yang seperti itu.


Rian sangat bingung harus membawa Rena yang seperti itu kemana karena Rian sama sekali tidak mengetahui tempat tinggal gadis yang masih tidak sadarkan diri di belakangnya.


Mobil Rian sudah memasuki pekarangan rumahnya karena hanya itu tempat yang terpikirkan olehnya sekarang. Rian belum keluar dari dalam mobilnya karena memikirkan apa yang akan dia lakukan kepada Rena sekarang.


" Gimana nih? Apa yang harus aku lakukan untuknya? " gumam Rian melihat Rena dari kaca mobilnya ke belakang.


Rian pun terpikirkan sebuah ide yang mana dia mencoba mencari handphone milik Rena karena hanya itu cara satu satunya untuk bisa membawa pulang Rena kerumahnya. Rian turun dari mobil terus membuka pintu mobil belakang bermaksud untuk mencari handphone milik Rena yang mungkin saja ada di tas milik Rena.

__ADS_1


" Astaghfirullah Rian! " teriak seorang wanita dari belakang Rian hingga membuat Rian sangat terkejut dan langsung membalikkan badannya ke arah orang yang berteriak itu.


Seorang wanita paruh baya menutup mulutnya melihat sang putra yang dalam pikirannya sedang melakukan hal kotor di dalam mobil saat melihat seorang perempuan yang sedang tidak sadarkan diri dari dalam mobil Rian.


Bagaimana tidak berpikir seperti itu karena melihat kondisi sang perempuan yang bajunya robek dan jilbab yang sudah berantakan apalagi dengan kondisi baju Rian yang terbuka di atasnya membuat wanita paruh baya itu tidak bisa berpikir apapun lagi.


" Mamah? " kata Rian saat melihat sang mamah yang berpikir dirinya sedang melakukan hal buruk kepada Rena padahal semua itu sama sekali tidak benar.


Mamah Rian langsung menyuruh Rian menyingkir dan melihat keadaan Rena yang masih belum sadar diri. Mamah Rian semakin berpikir hal negatif saat melihat kondisi baju Rena bahkan ada sebuah goresan di tangan Rena yang ternyata adalah ulah para preman tadi.

__ADS_1


" Mah ini tidak seperti yang mamah pikirkan! " kata Rian mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada sang mamah.


Karena mendengar keributan dari luar papah Rian pun ikut menyusul istri dan anak di luar dan papah Rian juga terkejut saat melihat seorang perempuan di dalam mobil Rian dengan kondisi baju yang sudah robek.


Papah Rian melayangkan tamparan keras di pipi Rian karena berpikir semua itu adalah ulah sang putra yang begitu berani menyentuh seorang gadis. Rian bahkan tersungkur ke tanah karena tamparan keras sang papah yang mengakibatkan luka dan keluar darah dari sudut bibirnya.


" Apa yang kamu lakukan hah? Apa kamu tidak memikirkan perasaan gadis ini? " bentak sang papah yang juga berpikir negatif mengenai sang putra.


Rian kembali berdiri sembari menghapus darah dari sudut bibirnya dan semua itu tidak luput dari penglihatan sang mamah yang bisa terlihat sangat kecewa dengan Rian yang mereka kenal sangat baik bahkan tidak pernah menyakiti wanita manapun tapi sekarang apa yang dilakukan olehnya.

__ADS_1


" Mah pah dengarkan dulu penjelasan Rian, ini semua tidak yang seperti kalian pikirkan " kata Rian yang merasa perih dan ngilu di area bibirnya,


__ADS_2