Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 91 IPW


__ADS_3

" A.. apa yang dirimu lakukan, sana menjauhlah! " kata Rena yang mencoba menjauhkan diri dari Rian dengan cara berlari ke samping Rian saat melihat dinding di belakangnya.


Namun langkah Rena kalah cepat dengan tangan Rian yang malah menarik tubuh Rena dan dengan cepat Rian mengunci tubuh Rena ke dinding dengan kedua tangannya mengunci kedua tangan Rena di dinding.


Nafas keduanya bisa dirasakan satu sama lain karena jarak antara keduanya hanya berkisar dua sentimeter. Jantung keduanya berdegup begitu kencang karena baik Rian maupun Rena baru pertama kali ini berdekatan dengan lawan jenis seperti ini yang pastinya setelah orangtunya mereka.


Rian mendekatkan wajahnya pada Rena dan itu membuat Rena semakin takut dan gugup namun secepat mungkin Rena menutup kedua matanya saat melihat wajah Rian semakin dekat dengan wajahnya.

__ADS_1


" Kamu sangat cantik! " bisik Rian tepat di telinga Rena yang dibalik hijabnya itu.


Nafas Rena seakan berhenti saat mendengar suara berat Rian masuk ke telinganya dan itu membuat jantung keduanya berdegup semakin kencang. Rena membuka kembali membuka kedua matanya dan saat tersadar Rena langsung mendorong dada Rian untuk menjauh dari dirinya.


" Kenapa? " tanya Rian saat tubuhnya terdorong ke belakang karena ulah istrinya.


" Apaan sih? Kenapa kamu mendekati diriku? " tanya Rena asal yang mencoba mengatur kembali napasnya.

__ADS_1


" Tidak " batin Rena yang menggelengkan kepalanya untuk mengusir semua pikiran buruknya itu.


Rian mengerutkan keningnya saat melihat Rena tiba tiba menggelengkan kepalanya dan Rian adalah pria dewasa yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya sekarang. Rian pun mengerti dengan perasaan istrinya yang pasti masih belum siap dengan semua ini apalagi mengingat pernikahan mereka dilakukan secara paksa. Rian sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh Rena sampai Rena sendiri siap untuk disentuh olehnya.


Rian kembali menarik tubuh Rena hingga sekarang tubuh mereka saling bertabrakan dengan Rena yang berada dalam rengkuhan dada bidang Rian. Rian mengangkat tangannya ke wajah cantik Rena dan membelainya begitu lembut sembari memperhatikan setiap inci wajah indah milik istrinya itu.


" Aa... apa yang mau.... " ujar Rena yang langsung terhenti karena ucapan Rian yang memotong ucapannya.

__ADS_1


" Sudah cukup kamu bertanya dan berbicara, sekarang aku yang akan berbicara " kata Rian tanpa mengalihkan pandangannya dari menatap wajah Rena.


" Sekarang kita sudah menikah meskipun pernikahan kita dilakukan secara dadakan dan paksaan. Tapi walaupun begitu kita sekarang sudah sah menikah di mata hukum dan agama, kamu pasti paham kan. Jadi mulai sekarang kita sudah menjadi suami istri, dan untuk itu aku akan memenuhi semua kewajiban diriku sebagai suami kamu. Aku akan memenuhi semua keinginan kamu kecuali untuk urusan ranjang karena aku tidak akan menyentuhmu tanpa seizin darimu. Aku akan melakukan itu saat mendapatkan izin darimu Rena, dan sampai saat itu tiba aku akan selalu menunggu dirimu " kata Rian sembari menarik napasnya sebelum melanjutkan ucapannya.


__ADS_2