Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 108 IPW


__ADS_3

" Apa apaan ini hah? " teriak Rey yang sangat marah bahkan melemparkan semua berkas yang berada ditangannya.


Rey marah besar karena baru beberapa detik yang lalu dia mendapatkan kabar bahwa perusahaan milik Andre yang bekerja sama dengan perusahaannya tiba tiba mengatakan untuk mengakhiri kerja sama yang baru beberapa hari lalu disepakati kedua belah pihak.


Rey merebahkan tubuhnya kembali di atas kursi kebesarannya sambil memijit keningnya yang tiba tiba saja terasa sangat pusing karena memikirkan masalah ini. Rey bukan takut karena kerugian besar yang harus diterimanya tapi yang dia takuti adalah mengenai Andre yang adalah masa lalu istrinya.


" Bagaimana, apa yang harus kita lakukan? " tanya Rian yang sudah duduk di depan meja Rey.


" Entahlah saya sedang tidak bisa berpikir apa apa sekarang " ujar Rey yang masih memijit keningnya.


Rian berpikir apa yang sedang terjadi pada bos nya yang menurutnya sedikit aneh karena tidak seperti biasanya Rey bersikap marah seperti ini hanya karena sebuah kegagalan dalam berbisnis karena menurut yang dia tahu selama bekerja dengan Rey, Rey tidak pernah semarah ini karena masalah seperti ini karena selama ini dia sama sekali tidak terlalu mempermasalahkan hal seperti ini.

__ADS_1


" Kenapa dengan dirimu? " tanya Rian.


" Andre itu... " cerita Rey yang mulai mengatakan pada Rian mengenai istrinya Zee yang ternyata pernah memiliki hubungan dengan Andre atau lebih tepatnya adalah masa lalu istrinya. Rey terus menceritakan semuanya pada Rian bahkan Rian sangat terkejut mendengar berita ini. Rian sama sekali tidak percaya kalau Zee wanita yang dulu pernah singgah di hatinya sesaat ternyata mempunyai masa lalu dengan Andre.


Rian bisa menyimpulkan bahwa kemarahan Rey sekarang itu di sebabkan oleh ini. Bagaimana tidak, Rian berpikir kalau Rey sekarang sedang dilanda oleh api cemburu yang sedang membakar hatinya hanya karena seorang laki laki yang masih memiliki rasa untuk Zee.


" Apa kamu sedang cemburu? " tanya Rian dan pertanyaan itu sangat konyol menurut Rey.


_


_

__ADS_1


_


" Aku ada kesepakatan dengan mu! " kata Dila tersenyum yang sulit diartikan kepada seorang pria yang duduk di depannya.


" Maaf saya sangat sibuk, saya tidak punya waktu dengan anda " kata pria itu begitu dingin bahkan sudah berdiri dari duduknya yang berencana akan pergi dari sana karena menurutnya semua itu sangat membuang waktunya karena tiba tiba ada seorang wanita yang sama sekali tidak dikenalnya mengajak dirinya berbicara.


" Bagaimana kalau ini mengenai Zivanna? " kata Dila yang berdiri tepat dibelakang pria yang tak lain adalah Andre.


Andre yang akan berjalan menghentikan langkahnya saat mendengar nama wanita yang begitu di cintainya. Ya Dila sudah tahu segalanya mengenai masa lalu pria di depannya dengan Zee saingan dirinya dan itu membuat dia mendapatkan kesempatan bagus dengan memanfaatkan keadaan sekarang.


" Zivanna? " lirih Andre yang menatap wajah Dila begitu tajam namun dia seakan tidak memiliki kekuatan untuk memarahi Dila karena sudah berani menyebut nama Zee.

__ADS_1


" Iya Zivanna. Wanita yang kamu cintai " kata Dila tersenyum dengan kedua tangannya dua lipat di depan dada sembari berjalan mendekati Andre yang masih terdiam mematung memikirkan apa yang sedang terjadi padanya saat ini.


__ADS_2