
Di lain tempat Rian masih sibuk melacak nomor yang tidak dikenal yang telah mengirimkan dia pesan itu. Rian frustasi saat tidak bisa melacak nomor itu yang entah kenapa tidak bisa dia lakukan.
" Rena, kamu dimana? Arghh " lagi lagi dia berteriak frustasi sembari memukul keras setir mobilnya hingga menyebabkan tangannya sedikit memar.
Rian kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi walaupun sekarang belum ada tujuan kemana dia akan mencari Rena. Rian tidak bisa berpikir jernih sekarang bagaimana tidak dalam pikirannya sekarang hanya terbayang Al menyentuh istrinya.
Rian tidak bisa menerima Rena di sentuh oleh pria lain karena dia sendiri sebagai suaminya tidak pernah melakukan lebih kepada Rena. Dia terus memikirkan sang istri namun tiba tiba dia menghentikan mobilnya mendadak karena mengingat sesuatu.
" Hp Rena. Ya aku akan melacak hp Rena " gumamnya sedikit menyunggingkan senyumnya karena dia merasa tidak percuma memasang sesuatu di hp Rena sehingga dia bisa melacak keberadaan istrinya sekarang.
_
__ADS_1
Di hotel itu Rena masih berusaha melepaskan diri dari pria gila di depannya dengan cepat memukul tubuh Al sekuat tenaganya. Aksi Rena terhentikan saat membawa kedua tangan ke punggung belakang Rena hingga Rena tidak bisa berbuat apapun lagi dalam cengkeraman Al.
Al mampu mengendalikan Rena walau hanya satu tangan saja. Sedangkan tangan lainnya membelai lembut setiap inci wajah Rena walaupun Rena terus mengelak.
" Kak Al gila, aku tidak menyukai kak Al. Lepaskan aku " teriak Rena namun malah membuat Al tersenyum padanya.
" Iya aku sudah gila karena mencintai mu sayang " bisiknya terus membelai wajah Rena hingga tangan Al terhenti di bibir Rena yang membuatnya tersenyum melihat bibir Rena.
" Kamu sangat cantik sayang " bisiknya tepat di telinga Rena meskipun masih tertutup oleh hijabnya.
" Lepaskan aku, biarkan aku pergi dari sini " lirih Rena yang menangis.
__ADS_1
" Sayang kamu jangan menangis, tuh kan wajah kamu jadi tidak cantik lagi. Tapi tenang aku akan selalu mencintaimu " ujar Al sembari mengusap air mata Rena.
Al begitu terobsesi pada Rena yang masih mencintai Rena meskipun Rena sekarang sudah menjadi milik orang lain. Namun Al tidak perduli Rena sudah menikah karena dia tetap akan mendapatkan Rena seutuhnya meskipun dengan cara kotor sekalipun.
" Lepaskan " bentak Rena yang akhirnya Al melepaskan cengkeramannya dan itu langsung membuat Rena menjauhi Al.
Al berjalan mendekati Rena sembari melepaskan jasnya dan membuangnya sembarang arah. Rena yang melihat Al melepaskan jasnya semakin takut dan terus memundurkan langkahnya kebelakang.
Al juga melepaskan dasinya dengan tatapan masih kepada Rena. Rena tidak bisa mundur lagi karena di belakangnya ada sebuah meja. Rena melirik sebentar ke meja dan melihat ada sebuah vas bunga yang dengan cepat dia mengambilnya untuk melempar pada Al.
Namun sial karena vas bunga itu langsung jatuh dan pecah ke lantai karena saat Rena akan melemparnya Al dengan cepat menangkap dan membuangnya ke lantai.
__ADS_1
" Kenapa kamu takut sayang aku tidak akan menyakitimu " ujar Al tersenyum dan langkahnya terhenti tepat di depan Rena dengan jarak hanya beberapa centi saja dari Rena dan itu mampu membuat Rena menegang.