Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 113 IPW


__ADS_3

Sebuah taman yang begitu ramai pengunjung dikarenakan suasana taman yang begitu indah di malam hari membuat taman itu banyak pengunjung meskipun pada malam hari sekalipun. Sebuah taman indah yang bisa secara langsung melihat bulan cantik yang dikelilingi oleh ribuan bintang yang berkelap kelip di langit ciptaan Tuhan itu.


Taman itulah yang sekarang menjadi tujuan dari Rey yang ingin mengajak sang istri menikmati indahnya malam seperti orang orang disekitar mereka yang kebanyakan datang dengan pasangan mereka karena semakin terasa aura keromantisan. Rey memilih sebuah bangku yang hanya bisa diduduki oleh dua orang saja dan itu sangat cukup untuk dirinya dan Zee duduk sembari menikmati cantiknya langit dimalam hari.


Keduanya duduk saling berdempetan dengan Zee yang menyandarkan kepalanya di lengan Rey bahkan tangan keduanya saling menggenggam satu sama lain dengan sama sama menikmati sejuknya angin malam ditambah keindahan langit di atas.


" Indah sekali mas! " ujar Zee tersenyum dengan pandangan yang masih tertuju ke atas.

__ADS_1


" Benar sayang sangat indah. Keindahan yang begitu alami karena Allah langsung yang membuat semuanya oleh karena itu keindahannya semakin terasa " kata Rey yang semakin erat menggenggam tangan Zee.


Mereka begitu menikmati malam ini seakan dengan sesaat mereka melupakan semua masalah yang menimpa mereka selama ini. Keduanya begitu sangat romantis bahkan tak sedikit orang yang terlihat iri dengan keromantisan pasangan itu. Namun ditengah tengah keromantisan mereka datanglah dua orang yang begitu sangat dikenali oleh mereka.


" Kalian? Kebetulan sekali bisa berada di tempat yang sama " kata Rian yang datang bersama Rena.


Hubungan keduanya memang semakin dekat namun sampai saat ini tidak ada yang mengatakan isi hati mereka yang hingga detik ini mulai merasakan cinta pada mereka berdua namun masih belum ada yang mengungkapkan isi hati mereka. Namun walaupun begitu hubungan keduanya berjalan begitu baik dan sangat dekat berbeda pada waktu mereka pertama kali menikah beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


" Haha iya nih kebetulan sekali kita ada disini " kata Rey sambil berpelukan ala pria tak terkecuali Zee dan Rena yang saling berpelukan dan cipika cipiki melepas kerinduan yang hampir beberapa Minggu tidak bertemu.


" Bagaimana keadaan kakak sama dedek bayinya? " tanya Rena sembari mengusap lembut perut Zee yang sedikit tersamarkan karena baju yang dipakainya.


" Alhamdulillah kita sehat. Aunty Rena sendiri gimana kabarnya? " ujar Zee sembari bertanya pada Rena.


" Alhamdulillah aku baik baik aja kok kak " kata Rena yang terlihat begitu senang berinteraksi dengan bayi yang masih berada di dalam perut Zee itu.

__ADS_1


Rena seperti melupakan ada orang lain selain dirinya dan Zee saat begitu antusias berbicara dengan perut Zee apalagi ada gerakan dari dalam perut Zee. Zee Rey dan terutama Rian tersenyum melihat tingkah Rena yang seperti anak kecil dan itu membuat Rian seperti merasakan juga ingin memiliki anak namun untuk sekarang niatnya harus di pendam dulu mengingat dirinya dan Rena tidak pernah melakukan apapun melebihi sekedar ciuman karena Rian tidak mau kecewa saat Rena akan menolak dirinya saat meminta oleh karena itu sampai sekarang dia masih belum berani meminta haknya pada Rena.


__ADS_2