Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 67 IPW


__ADS_3

Rey sudah berdiri di luar sebuah ruangan di rumah sakit karena saat Zee jatuh tidak sadarkan diri Rey dengan secepat mungkin membawa Zee ke rumah sakit dengan perasaan yang sangat takut terjadi apa apa dengan sang istri.


Rey datang ke sana bahkan tidak memberi tahu kabar ini kepada keluarganya dan keluarganya Zee karena Rey benar benar tidak bisa berpikir sekarang karena dalam pikirannya hanya ada satu nama yaitu Zee.


Rey terus mondar mandir di depan ruangan Zee yang sedang diperiksa oleh dokter di dalam sana. Rey sudah terlihat acak acakan dengan kemeja yang sudah kusut dan kancing yang terbuka di atas dan rambut yang berantakan namun masih tetap terlihat ketampanan yang dimiliki olehnya.


" Ya Allah tolong selamatkan istri hamba, jangan biarkan istri hamba kenapa kenapa " gumam Rey yang terus berdoa kepada Allah untuk sang istri.


Rey tidak bisa tenang menunggu hasil pemeriksaan istrinya yang belum juga selesai. Rey sudah sangat khawatir dengan kondisi Zee hingga Rey melihat sang dokter yang sudah keluar dari ruangan Zee.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan istri saya dokter? " tanya Rey panik saat melihat seorang dokter wanita keluar dari dalam sana.


" Tuan tenang dulu, tidak terjadi apa apa dengan istri anda. Pasien hanya mengalami kelelahan yang membuat pasien lemah tapi saya sudah memberikan obat untuk pasien. Dan saya ingatkan kepada anda untuk selalu menjaga istri anda apalagi dengan kandungan pasien yang sangat lemah, jadi saya harap anda bisa menjaga dan merawat istri anda " kata dokter melihat Reyhan.


Reyhan terkejut dengan perkataan dokter apalagi saat mendengar kata kandungan yang baru saja di ucapkan oleh dokter.


" Benar. Istri anda sekarang sedang hamil akan tetapi kandungan sangat lemah, jadi saya meminta agar anda selalu merawat dan menjaga istri dan kandungannya sebaik mungkin karena itu bisa berakibat fatal kalau sampai kandungan pasien bermasalah. Saya sudah memberikan obat kepada pasien " kata dokter memperingatkan Reyhan.


" Saya janji akan selalu merawat dan menjaga istri saya dokter. Terima kasih banyak dokter, apa saya boleh melihat istri saya? " kata Rey yang juga bertanya kepada dokter.

__ADS_1


Dokter mengangguk dan meninggalkan Reyhan di sana. Sepeninggalan dokter itu Rey membuka pintu ruangan itu dan melihat sang istri yang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit dan itu mengingatkan nya kepada Diana saat dulu sedang hamil.


Rey memegang erat tangan Zee karena bayangan kembali teringat dengan kondisi Diana dulu saat hamil. Rey sangat takut jika harus kehilangan orang tercintanya untuk kedua kalinya apalagi kondisi mereka hampir sama.


" Mas tidak akan membiarkan apapun terjadi pada dirimu sayang, mas berjanji akan selalu menjaga dan merawat dirimu dan calon anak kita sebaik mungkin " kata Rey sembari membelai wajah pucat Zee.


Rey benar benar sangat takut kejadian seperti dulu terulang lagi mengingat kondisi kandungan Zee sekarang sangat lemah seperti yang di katakan oleh dokter beberapa saat yang lalu padanya.


Rey terus membelai dan sesekali menciumi wajah Zee karena Rey benar benar tidak bisa harus kehilangan wanita yang sangat di cintai nya untuk kedua kalinya itu.

__ADS_1


__ADS_2