Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 87 IPW


__ADS_3

" Tidak kak, Rena hanya mengenal kak Al waktu SMA dulu, kak Al adalah kakak kelas Rena waktu SMA dulu " kata Rena tersenyum yang mencoba menyembunyikan rasa gugupnya di depan mantan gebetan dirinya tapi tidak bisa disebut mantan gebetan karena bagaimanapun Rena masih memiliki rasa itu.


Al mengangguk percaya karena baru ingat kalau dia juga pernah melihat Rena waktu sekolah namun ada sesuatu yang aneh dia rasakan entah rasa apa itu tapi Al sendiri tidak tahu.


" Ouh saya ingat. Kalau begitu saya duluan " kata Al tersenyum dan pergi menggunakan sebuah mobil setelah Rena tadi sempat mengiyakan kepergian Al.


Rena menatap mobil Al yang pergi bahkan Rena melihat mobil Al sampai tidak terlihat lagi di kedua matanya. Rena terlihat sendu bahkan makanan yang dia makan kini tidak habis mengingat Al yang baru saja bertemu.


Rena sedih saat dulu cintanya bertepuk sebelah tangan dengan pria yang baru beberapa menit lalu bersamanya bahkan pria itu sampai sekarang tidak mengetahui tentang perasaan dirinya. Rena meneteskan air matanya apalagi saat dirinya teringat akan pernikahan paksa yang dua hari lagi harus dilaksanakan olehnya dengan seorang pria yang bahkan dia sendiri belum mengenal dia dengan dekat tapi karena sebuah kesalahpahaman mereka dipaksa menikah.


" Kenapa dengan hidupku ini udah cinta bertepuk sebelah tangan dan sekarang harus menikah dengan seseorang karena sebuah kesalahpahaman. Nasib diriku benar benar tidak beruntung, ah sial " batin Rena yang menundukkan kepalanya ke atas meja.

__ADS_1


Rena terus menangisi nasibnya yang menurutnya sangat sial karena dari kecil Rena merasa tidak pernah ada kebahagiaan pada hidupnya sampai sekarang.


***


" Nyonya Zee apa sebaiknya bibi aja yang ke minimarket, Nyonya di rumah saja " kata bibi kepada Zee.


Zee dan bibi sekarang sedang berjalan kaki menuju sebuah minimarket yang sangat dekat dengan rumahnya bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk sampai disana.


" Gak perlu kok bi, lagian kita udah sampe ini " kata Zee tersenyum sembari memasuki minimarket saat sudah sampai.


Zee dan bibi membeli yang mereka perlukan bahkan Zee juga membeli bahan makanan untuk simpanan didalam kulkas agar tidak terjadi seperti ini kedepannya.

__ADS_1


" Wah wah kebetulan apa kita bertemu lagi di sini? " kata seorang wanita yang melihat Zee begitu sinis saat Zee sedang memilih milih belanjaan nya.


Zee awalnya terkejut saat melihat siapa yang berada di depannya sekarang namun sebisa mungkin Zee mencoba untuk bersikap biasa saja agar tidak terlihat takut dan lemah.


Zee mencoba pergi dari sana namun tangannya ditahan oleh wanita itu hingga membuat Zee tidak bisa untuk pergi.


" Sepertinya saya tidak mempunyai urusan dengan anda mbak Dila, jadi mbak mengerti kan? " kata Zee begitu datar karena dia benar benar tidak ingin berusan dengan wanita itu yang adalah Dila. Dila terlihat murka saat Zee mengatakan itu padanya namun Dila tersenyum entah apa yang sedang dipikirkan olehnya.


****


Hai kak mampir juga yuk ke novel " Terperangkap Antara Cinta Dan Dendam " mampir ya dan juga jangan lupa tinggalkan jejak disana.

__ADS_1


Di tunggu....


__ADS_2