Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 109


__ADS_3

" Jangan berani berani kamu menyentuh dia " ancam Andre yang menatap tajam Dila.


" Haha tenang tenang. Aku tidak akan macam macam sekarang kok haha " kata Dila yang tertawa mengejek pada Andre yang menurutnya sangat pengecut karena akalnya hilang hanya karena seorang wanita.


Dila merasa mendapat kesempatan emas untuk dirinya bisa mendapatkan cinta Reyhan yang pastinya dengan bantuan Andre. Dila merasa bisa mengajak kerja sama dengan Andre karena sekarang tujuan mereka sama yaitu ingin mendapatkan cinta dari orang yang di cintai mereka.


Dila mengetahui tentang masa lalu Zivanna dari seseorang yang bekerja untuk dirinya dan sekarang mata mata itu masih bekerja di perusahaan milik Reyhan dengan tujuan memberikan semua informasi untuk Dila apa saja yang terjadi pada Reyhan.


" Apa yang kamu mau,,, uang? " tanya Andre datar namun masih terlihat ketegasan pada dirinya.


" Tidak, sama sekali tidak. Aku tidak membutuhkan uang " kata Dila yang mendekatkan dirinya pada Andre.


" Reyhan! " bisik Dila yang kembali lagi membelakangi Andre yang masih belum bisa mencerna kata kata yang di ucapkan oleh wanita yang namanya saja tidak diketahui olehnya tapi sudah berkata seperti itu.

__ADS_1


" Apa maksudmu, saya tidak mengerti? " tanya Andre.


" Jangan naif pak Andre yang terhormat. Jangan pura pura tidak tahu, kita bisa bekerjasama untuk mendapatkan keinginan kita berdua " kata Dila yang menggantungkan ucapannya.


" Kita bisa menjadi partner yang akan saling menguntungkan karena aku bisa mendapatkan Reyhan sedangkan kamu bisa mendapatkan Zivanna untuk selama lamanya " sambungnya.


" Tidak, saya tidak bisa " kata Andre yang berjalan meninggalkan Dila tanpa memperdulikan teriakan Dila yang terus memanggil namanya.


" Sial... ternyata ini tidak semudah seperti yang aku rencanakan... Arghh " teriak Dila kesal yang ternyata rencananya tidak berjalan seperti yang dia rencanakan.


*


*

__ADS_1


*


Di lain tempat.....


Sebuah apartemen yang penuh dengan nuansa seorang pria dan itu sangat cocok dengan seorang pemuda yang hanya memakai kemeja yang sudah terlihat kudu saja. Pria itu sedang menatap sebuah foto besar seorang wanita bahkan di seluruh sudut kamar itu sudah dipenuhi dengan foto seorang wanita.


Dia mengambil satu foto dan mulai membelai lembut foto yang berada di tangannya. Dia adalah Al yang sekarang tersenyum pada foto yang dia pegang itu. Al seperti orang yang sudah hilang akal apalagi melihat isi seluruh ruangan itu yang sudah dipenuhi oleh foto foto itu.


" Rena sayang. Aku sangat mencintaimu, tunggulah,, aku akan secepatnya mendapatkan dirimu lagi karena aku tahu pernikahan kalian itu dipaksa dan itu pasti membuat kamu tidak bahagia. Tapi tenang aku akan selalu mencintaimu Rena sayang " gumamnya tersenyum dan memeluk foto Rena itu.


" Rena sayang aku sangat mencintaimu " gumamnya sembari merebahkan tubuh kekarnya di atas tempat tidur dengan pandangan yang melihat foto foto Rena di setiap sudut kamar itu.


Al sudah hilang akal dan terobsesi dengan Rena padahal Rena sendiri sudah tidak memiliki perasaan apapun untuknya tapi menurutnya Rena masih mencintainya oleh karena itu dia terobsesi untuk mendapatkan Rena.

__ADS_1


" Kalau kamu tidak bisa menjadi milikku maka tidak ada seorang pun yang bisa memiliki kamu Rena tak terkecuali Rian " gumamnya tersenyum sambil memejamkan kedua matanya.


__ADS_2