
Rena begitu terkejut sekaligus kagum melihat suasana kamar itu yang sudah dihias sedemikian rupa dengan bunga bunga yang bertaburan dimana mana. Rena begitu terpukau memasuki kamar indah itu sembari melihat lihat setiap sudut kamar yang sudah dihias begitu indah.
Rena terus berjalan jalan menelusuri setiap sudut kamar, dan kakinya berhenti melangkah tepat di depan ranjang yang dipenuhi bunga dan sepasang angsa yang dibuat dari handuk plus berbentuk hati.
" Indah sekali kamar ini. Mas Rian bisa romantis juga ya hehe " Rena tersenyum melihat bentuk angsa di ranjang itu.
" Tapi dimana mas Rian ya? kok gak datang datang " gumamnya yang mengerutkan keningnya saat menyadari Rian belum datang namun dia positif thinking mungkin suaminya ada sedikit masalah sehingga dia sedikit terlambat datang kesini.
Di luar kamar sudah berdiri seorang pria yang begitu gagah dengan jas yang mahal yang dipakainya sehingga semakin membuat dirinya terlihat tampan mempesona. Pria itu tersenyum yang sulit diartikan melihat pintu yang bertuliskan nomor kamar 405.
Pria tampan nan gagah yang masih berdiri di depan kamar 405 itu masih tersenyum yang sulit diartikan entah apa yang sedang dipikirkan olehnya sekarang. Pria itu mengambil hpnya dan melihat pesan dirinya untuk seseorang tadi sudah dibaca namun dia tidak dibalas.
__ADS_1
" Rian Rian... Aku yang lebih berhak memiliki Rena bukan dirimu aku akan membuat Rena menjadi milikku hari ini " gumamnya tersenyum sembari memasukkan hpnya dalam saku jasnya.
" Rena sayang aku datang " ujar pria itu sembari membuka pelan pintu kamar itu.
Pria yang tak lain adalah Al langsung menyunggingkan senyumnya saat melihat Rena yang membelakangi dirinya bahkan tidak menyadari ada yang masuk ke kamar itu.
Al mengambil sesuatu dari saku jasnya yang berupa sebuah bungkusan yang berisikan serbuk putih yang dia campurkan ke dalam gelas yang sudah berisikan air putih tanpa sepengetahuan Rena yang masih belum menyadari kehadirannya.
Namun tanpa sengaja pergerakan Al tiba tiba membuat Rena langsung membalikkan badannya dan terkejut melihat Al berada di dalam kamar itu. Al berjalan mendekati Rena yang secara otomatis Rena menjauhkan dirinya dari Al.
" Kak Al kok disini? " tanya Rena yang membuat langkah Al berhenti di depan Rena.
__ADS_1
Al tersenyum sembari memasukkan kedua tangannya dalam saku celananya yang tanpa sengaja membuat Rena sesaat terpana dengan ketampanan Al yang memang tidak berubah dari dulu bahkan semakin terlihat tampan dan dewasa.
" Rena aku ingin mengatakan sesuatu padamu? " kata Al yang tidak menjawab pertanyaan Rena tadi.
Rena mengerutkan keningnya karena Al sangat berubah yang dulunya begitu cuek padanya kini seakan dekat dengannya. Namun Rena ingin mendengar apa yang ingin Al katakan padanya karena semenjak kemarin dia ingin mengatakan sesuatu namun tidak jadi.
" Apa yang ingin kak Al katakan? " tanya Rena yang entah kenapa dia merasa tidak enak dihatinya berada di dekat Al sekarang.
" Rena! " ujar Al yang kembali berjalan mendekati Rena dan itu membuat Rena sedikit ketakutan namun dia dengan cepat mendorong dada Al hingga Al terdorong ke belakang.
" Kenapa? " tanya Al tersenyum saat dia didorong oleh Rena.
__ADS_1
" Maaf kak. Rena ada urusan " kata Rena yang semakin tidak tenang berada disana namun saat dia akan melangkahkan kakinya tiba tiba tangannya dicekal oleh Al.