
" Entahlah... Gue gak tahu " kata Rian sendu yang mengingat sebentar lagi dia akan menikah dengan seseorang yang belum di cintai olehnya bahkan belum mengenal begitu jauh calon istrinya itu.
" Dua hari lagi kita akan menikah! " sambung Rian yang menyunggingkan senyuman manisnya namun tidak semanis hatinya yang terasa sedih karena harus menikah.
Rey bisa merasakan kesedihan Rian yang tiba tiba harus menikah dengan seorang gadis yang bisa dibilang tidak disukai oleh Rian apalagi mengingat kejadian dimana Rena dengan begitu berani melemparkan uang ke wajah Rian.
" Lo harus tenang. Jalani semua ini, gue yakin kebahagiaan akan datang kepada kalian nantinya " kata Rey yang terus mencoba menyemangati Rian yang bisa terlihat masih sedih.
Rian tidak menjawab tapi hanya fokus menyetir yang mencoba untuk melupakan semua itu. Rey pun tidak membahas lagi masalah itu yang memilih tidak berbicara apapun lagi dan mereka berdua sama sama terdiam tidak ada yang mengeluarkan pembicaraan lagi.
__ADS_1
Mobil Rian memasuki perkantoran dan keduanya turun yang hanya menampilkan ekspresi dingin dan datar tidak perduli dengan semua sapaan para karyawan apalagi dengan Rian yang bahkan tidak terlihat seperti biasa padahal selama ini Rian sedikit bersikap ramah kepada siapa pun tapi sekarang semuanya sirna.
**
Di lain tempat di sebuah warung makan kecil dipinggir jalan namun terlihat begitu ramai pembeli yang terlihat begitu menyukai makanan yang dijual di pinggir jalan itu bahkan tidak terkecuali dengan seorang gadis yang adalah Rena.
Rena terlihat begitu sendu yang mengingat dua hari lagi dia terpaksa harus menikah dengan seorang pria yang sama sekali tidak disukai olehnya apalagi dengan sikap Rian yang menurutnya angkuh, sombong, dingin, dan cuek itu sebentar lagi harus menjadi suaminya yang terjadi karena sebuah kesalahpahaman.
" Ini semua salah dia, ah gimana semua ini " sambung Rena yang malah menyalahkan semuanya pada Rian padahal Rian lah yang telah menolong dirinya.
__ADS_1
Rena memakan makanan pinggir jalan itu dengan kasar yang melampiaskan semua kekesalannya kepada makanan yang dia makan hingga Rena tersedak karena makanan itu.
" Uhuk Uhuk " Rena batuk batuk karena tersedak makanan hingga dengan cepat Rena meminum minuman yang diberikan oleh seseorang.
Rena mengambil minuman itu begitu cepat tanpa tahu siapa yang sudah memberikan minuman itu padanya. Rena sudah kembali merasa lebih baikan dan berterima kasih kepada orang yang telah memberikan minuman itu padanya.
" Terima kasih! " kata Rena sembari melihat orang itu. Rena begitu terkejut saat melihat siapa yang sedang berdiri di depannya yang hampir enam tahun tidak pernah bertemu yang terakhir kali bertemu saat dia masih duduk di bangku SMA dulu.
" Sama sama, lain kali hati hati jangan makan dengan rasa kesal karena bisa berakibat buruk seperti tadi " kata orang itu tersenyum namun orang itu seperti familiar dengan wajah cantik Rena namun orang itu tidak mengingatnya.
__ADS_1
Rena memperhatikan penampilan orang itu yang terlihat begitu keren dimatanya apalagi dengan setelan jas yang membuat orang itu semakin tampan dan berwibawa yang ternyata adalah seorang pria.
" Ya Allah keren sekali kak Al " batin Rena yang tidak mengedipkan matanya melihat pria di depannya itu.