
" Gak usah elak Rey mamah tahu kok. Mamah ingetin ya jangan sampai membuat menantu mamah tidak bisa berjalan " sambung Ratih yang malah membuat semua orang semakin tertawa.
Si kembar hanya memperhatikan semua keadaan yang terjadi karena memang mereka bertiga sama sekali tidak mengerti dengan ucapan ucapan para orangtua itu, mereka bertiga kembali melanjutkan sarapan mereka tanpa memikirkan lagi pertanyaan Ghifari tadi yang membuat keadaan malah menjadi seperti ini.
Zee hanya bisa menunduk kan kepala malu karena sudah tidak bisa mengatakan apa apa lagi karena menahan rasa malunya dengan terus mencoba menyembunyikan bibirnya yang sedikit bengkak walaupun hasilnya nihil.
" Haha mamah gak nyangka loh Rey kamu bisa seganas itu padahal baru pemanasan apalagi benar benar olahraga, mamah gak bisa bayangin itu " kata Tania yang sudah mulai kotor pikiran nya.
" Udah udah lihat tuh Zee udah malu gitu apalagi wajah cantik nya yang sudah memerah itu " kata Ratih yang melihat Zee sudah menunduk malu.
" Oke oke. Zee lain kali hati hati ya suami mu itu ganas, sebelas duabelas dah sama papahnya " kata Tania yang melihat ke arah suaminya.
" Ya lah papa gitu loh lagian kan mamah senang juga " sambung sang papah yang menyambungi ucapan istri nya.
" Mah pah udah, lanjutkan makannya jangan ada yang berbicara lagi " kata Rey yang akhirnya di dengar oleh keluarga nya.
__ADS_1
Rey membuang napas nya lega karena akhirnya drama pagi itu sudah berakhir karena Rey sudah merasa sangat malu apalagi di depan Zee yang sekarang sudah duduk di sampingnya..
Rey memegang tangan Zee yang berada di bawah meja sehingga semua orang tidak ada yang mengetahui nya.
" Maafin mas " bisik Rey di dekat wajah Zee.
Zee mengangguk dan tersenyum kepada suaminya yang juga di balas senyuman oleh Rey.
Mereka semua kembali melanjutkan makan pagi mereka tanpa ada pembicaraan lagi hingga mereka semua sudah selesai dengan acara makan pagi mereka sesudah melewati berbagai macam drama yang terjadi.
" Sayang mas berangkat kerja dulu " kata Rey tersenyum pada sang istri nya.
" Iya mas, mas hati hati " jawab Zee yang menyalami tangan kanan suaminya.
Rey mengangguk dan menciumi seluruh wajah Zee mulai dari kening kedua mata dan terakhir bibir Zee sekilas yang membuat Zee sedikit gugup dengan perlakuan lembut Rey kepadanya yang selama ini tidak pernah di bayangkan olehnya.
__ADS_1
" Sayang anak anak bunda belajar yang rajin ya di sekolah. Ingat jangan nakal ya sayang " kata Zee tersenyum pada ketiga anaknya.
" Iya bunda " kata mereka kompak.
" Ya udah Mas dan anak anak pergi dulu ya bunda sayang " kata Rey sembari menggendong Reyna sedangkan kedua putranya berjalan di samping sang papah.
" Assalamualaikum bunda " kata Rey bersamaan dengan ketiga anak mereka.
" Waalaikumsalam, hati hati ya " kata Zee yang tersenyum pada mereka.
Rey dan ketiga anaknya masuk ke dalam mobil. Rey pun menghidupkan mesin mobil itu dan sebelum menjalankan mobilnya Rey membuka kaca mobil dan tersenyum pada sang istri yang juga di balas oleh Zee.
Zee melihat kepergian suami dan anak anaknya sampai mobil yang di naiki oleh mereka sudah tidak terlihat lagi oleh matanya.
" Alhamdulillah terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang engkau berikan kepada hamba " gumam Zee yang merasa sangat bahagia dengan keluarga barunya yang begitu sangat baik bahkan suaminya Rey begitu sangat terlihat menyayangi dirinya walaupun awalnya Zee berpikir kalau Rey akan bersikap dingin terhadap nya mengingat pernikahan ini hanya untuk anak anak tapi semua pemikirannya salah.
__ADS_1