
" Mah Tante Rena permisi karena ada sedikit urusan " kata Rena tersenyum senang bahkan itu terlihat oleh semua orang disana.
" Kayaknya ada yang lagi bahagia nih " goda Tania hingga membuat Rena semakin tersenyum senang.
" Ya udah kamu hati hati. Kabari mamah kalau sudah pulang ke rumah soalnya mamah masih ingin berada disini " kata sang mamah mertua yang begitu perhatian kepada Rena.
Rena terkadang merasa beruntung sekali memiliki mertua seperti dia karena dia merasa seakan kasih sayang yang selama ini kurang didapatkan dari orangtuanya kini dia dapatkan dari mertua yang sudah menganggap dirinya sebagai anak sendiri bukan hanya sebagai menantu dan itulah yang membuat dia bahagia.
" Iya mah " kata Rena yang langsung mencium tangan semua orang di sana dan terakhir mencium sekilas pipi Raiza hingga membuat Raiza sedikit menggeliat.
" Rena duluan, Assalamu'alaikum " kata Rena yang langsung pergi setelah dijawab oleh semua.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian yakni setelah kepergian Rena dari rumah sakit datanglah Rey bersamaan dengan Rian yang sudah datang begitu rapih dan nampak lebih segar.
Keduanya langsung masuk kedalam ruangan itu setelah memberi salam dan dijawab oleh semua. Rian kaget saat melihat sang mamah yang berada disana namun matanya tidak menemukan sang istri disana.
" Mamah kesini sama siapa? " tanya Rian melihat sang mamah.
" Mamah kesini sama Rena. Rena baru saja pergi dari sini karena mendapat pesan, mamah pikir itu pesan dari kamu hingga dia langsung buru buru pergi untuk menenuimu tapi bukan " ujarnya.
" Sayang bagaimana kondisi kamu sekarang? " tanya Rey setelah mencium kening Zee sebentar dan tidak lupa juga mencium pipi putrinya sekilas.
" Udah lebih baikan kok mas. Mas sudah makan, terus bagaimana dengan anak anak? " tanya Rena yang tidak melihat suaminya membawa anak anak.
__ADS_1
Rey tersenyum dan merasa semakin beruntung memiliki istri seperti Zee yang shalihah dan bisa menjadi sosok ibu yang baik untuk anak anaknya terbukti meskipun dirinya masih terbaring di rumah sakit tapi dia masih sempat-sempatnya memikirkan anak anaknya yang bahkan bukan anak kandungnya sama sekali.
" Anak anak sudah sekolah sayang. Mereka akan ke sini lagi nanti saat jam pulang sekolah " kata Rey yang menggenggam tangan Zee.
Rey begitu bahagia karena keluarga kecilnya semakin lengkap dengan kelahiran Raiza. Tidak pernah terpikirkan oleh Rey akan memiliki keluarga bahagia seperti ini apalagi mengingat masa lalunya yang sebelum bertemu dengan Diana dulu dia sama sekali tidak memikirkan keluarga seperti ini karena hanya bekerja yang menjadi tujuan utamanya.
Namun semuanya berubah setelah bertemu dan membangun rumah tangga dengan Diana walaupun akhirnya semuanya tidak sesuai dengan keinginannya namun dibalik itu semua Tuhan sudah mengganti semua penderitaan dengan kebahagiaan yang berlimpah.
" Terima kasih ya Allah. Engkau telah memberikan nikmat untukku penuh dengan kemuliaan. Diana semoga kamu tenang disana, mas Anak anak dan istri mas sudah bahagia di sini. Mas akan selalu mencintaimu Diana sayang, Mas mencintai kalian berdua Zivanna dan Diana yang sangat mas sayangi " batin Rey tersenyum melihat Zee.
" Rian sayang kamu kenapa terlihat cemas begitu? " tanya sang mamah yang melihat kecemasan dan kegelisahan dari wajah Rian.
__ADS_1