Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 90 IPW


__ADS_3

Pernikahan adalah sebuah ikatan sakral yang membuat siapa saja yang menjalaninya akan sangat bahagia. Dua orang insan yang melaksanakan sebuah pernikahan akan mendapatkan banyak kebahagiaan dengan menikahi orang tercintanya. Kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan bahkan dengan perkataan yang akan dirasakan oleh kedua insan tersebut.


Tapi bagaimana dengan dua orang yang menjalani sebuah ikatan pernikahan ini dengan tanpa ada rasa cinta apalagi pernikahan tersebut dilakukan dengan paksaan karena sebuah kesalahpahaman yang bahkan sampai sekarang masih belum bisa dijelaskan.


Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis yang sedang duduk di depan sebuah cermin besar yang memantulkan dirinya yang begitu sangat cantik dengan gaun pernikahan yang sangat indah dikenakan olehnya apalagi dengan hijab yang tidak lupa menutupi kepalanya dan dengan ditambahkan mahkota indah di hijbanya.


Gadis yang tidak lain adalah Rena sedang menangisi nasibnya yang sekarang sudah menjadi seorang istri dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya. Dia sangat sedih apalagi mengingat kejadian beberapa jam yang lalu dimana dirinya sudah sah menjadi seorang istri dari Rian.

__ADS_1


" Sungguh sial nasibku! " lirih Rena yang terus meneteskan air matanya bahkan make up-nya sudah sedikit berantakan karena air matanya.


Rena terus meratapi pernikahan tanpa cinta itu bahkan semuanya sudah terjadi dan sekarang tidak ada yang bisa dilakukan olehnya lagi. Pernikahan paksa dan dadakan karena sebuah kesalahpahaman itu akhirnya terjadi juga tepatnya hari ini. Rena sama sekali tidak percaya akan menikah dengan kondisi seperti ini yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam benaknya.


" Percuma saja aku cantik begini, tapi harus menikah dengan orang menyebalkan itu. Ini Semua karena dia makanya aku harus terjebak dalam pernikahan ini " lirih Rena lagi yang sangat kesal dengan Rian yang sekarang sudah menjadi suaminya.


" Ishh.... Nasib sial! " teriak Rena sembari berdiri dan menghapus air matanya namun dia terdiam saat melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu yang tak lain adalah pria yang sekarang sudah menjadi suami sahnya.

__ADS_1


Rena takut sekaligus malu dengan ulahnya yang berteriak tadi tanpa mengetahui kalau Rian ternyata sudah masuk ke dalam kamar dan entah sejak kapan Rian sudah berdiri disana. Rena terlihat sangat gugup saat melihat seorang pria tampan yang semakin terlihat tampan dengan masih menggunakan setelan jas pengantinnya yang masih melekat pada tubuh atletis dan seksinya.


" Sejak kapan berdiri disana? " tanya Rena yang berusaha menyembunyikan rasa gugupnya dengan berpura pura berani dan tidak menangis lagi.


Rian berjalan mendekati gadis yang sudah menjadi istrinya yang ditatapnya sangat cantik dengan penampilan seperti itu. Rian memang terpana dan terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh istrinya bahkan semenjak dia mengucapkan ijab Qabul beberapa jam lalu dan itu sudah membuat dirinya terkagum dengan pesona yang dimiliki Rena istrinya.


Rena terlihat semakin gugup apalagi Rian perlahan lahan mendekatinya dan dengan cepat dia memundurkan langkahnya saat melihat Rian terus berjalan mendekatinya dengan perasaan yang semakin berdegup kencang dengan suasana ini.

__ADS_1


__ADS_2