
Di rumah keluarga besar Sanjaya atau lebih tepatnya rumah kediaman kedua orang tua Reyhan yang juga masih ada Ratih dan suaminya yang akan bersiap bersiap untuk pulang ke rumah mereka sendiri setelah menginap di sana tadi malam.
Sebenarnya Tania masih ingin kedua besannya menginap di rumahnya apalagi ada teman mengobrol dengan Ratih besannya itu.
Namun Tania juga mengerti kalau mereka ada kehidupan nya sendiri di sana dan mengizinkan kedua besannya untuk kembali ke rumah.
" Padahal aku masih ingin tinggal dengan mu loh Ratih " kata Tania saat mereka semua sudah berada di luar rumah dengan suami Ratih memasukkan barang barangnya ke dalam mobil miliknya di bantu oleh suami Tania yang hari ini masih libur dari kantor mereka.
" Kan aku bisa datang lain kali lagipula rumah kita tidak terlalu jauh masih bisa bermain setiap saat " kata Ratih tersenyum.
" Pokok nya kita juga harus sering sering bertemu ya " kata Tania yang memeluk Ratih.
Mereka sangatlah dekat walaupun kalau bisa di katakan sebenarnya mereka sama sekali tidak ada hubungan apalagi semenjak Diana yang menjadi penghubung hubungan mereka kini sudah tiada.
__ADS_1
Namun walaupun begitu mereka masih sangat menjaga hubungan mereka walaupun Diana sudah tiada tapi Ratih masih menganggap Rey anaknya sendiri dan yang pasti nya dengan ada ketiga cucu cucunya pada Rey.
Zee tersenyum melihat kedua mamah mertua nya itu dan kagum dengan kedekatan mereka yang sudah seperti keluarga walaupun memang sudah menjadi keluarga semenjak anak anak mereka menikah dulu.
" Zee sayang mamah pergi dulu ya. Ingat kamu harus sering sering datang kerumah mamah, ajak suami dan anak anak ya mamah akan selalu menunggu dan pastinya pintu rumah mamah akan selalu terbuka untuk kamu sayang " kata Ratih yang memeluk tubuh Zee karena Ratih merasa kalau jiwa Diana ada di Zee.
Ratih sangat menyayangi Zee dan sudah menganggap Zee sebagai anaknya sendiri yang seperti mengganti kan Diana yang sudah tenang di sana dan merasa kalau Zee adalah pengganti Diana untuk mereka semua.
" Iya mah insyaallah Zee akan datang ke rumah mamah kok " kata Zee sembari melepaskan pelukan mereka.
" Aku pergi dulu " kata Ratih juga memeluk Tania.
" Iya kalian hati hati " kata Tania tersenyum.
__ADS_1
Ratih pun berjalan ke arah mobil di mana di dalam mobil suaminya sudah menunggu dirinya setelah dia juga berpamitan dengan suami Tania.
Zee, Tania dan suami Tania tersenyum kepada Ratih dan suaminya yang sudah menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah mewah kediaman Sanjaya itu.
" Sayang ayo kita masuk " kata Tania yang mendapat anggukan dari Zee.
Mereka semua masuk ke dalam rumah yang pastinya dengan Zee yang mulai sibuk dengan rumah mertua nya karena Zee merasa bosan jika hanya duduk duduk saja dan oleh karena itu Zee memutuskan untuk melakukan apa yang bisa di lakukan nya untuk mengusir kebosanan nya.
Awalnya Tania menolak namun karena Zee yang tetap ingin melakukan nya terpaksa Tania mengiyakan nya dan membiarkan Zee melakukan yang dia inginkan.
Zee pun membantu bibi membersihkan rumah besar itu yang sebenarnya memang sudah bersih namun untuk lebih bersih lagi Zee yang di bantu sang bibi melakukan semua itu.
Sedangkan Tania dia mengurusi suaminya yang ingin di temani untuk mengerjakan pekerjaan kantornya yang dia bawa pulang ke rumah.
__ADS_1