
Reyhan dan ketiga anaknya sedang bersantai di ruang keluarga dan terlihat Reyhan tersenyum melihat Reyna yang begitu antusias menceritakan kejadian tadi siang.
Reyhan heran karena tidak biasanya anaknya menerima orang baru dan bahkan terlihat begitu dekat dengan perempuan yang mengantarkan mereka tadi siang.
" Bunda Zee cantik kan pah? " tanya Reyna tiba tiba.
Sedangkan kedua abangnya hanya menonton tv tanpa memperdulikan kelakuan adik perempuan mereka walaupun mereka tetap bisa mendengar kan semua cerita Reyna.
" Bunda? Siapa? " tanya Reyhan yang tidak mengerti dan siapa yang di panggil bunda oleh Reyna sedangkan seingat Reyhan tidak ada anggota keluarganya yang di panggil bunda oleh Reyna.
" Iya papah, bunda Zee Reyna mau panggil bunda Zee aja " jawab Reyna tersenyum senang.
" Sayang dengerin papah dia itu bukan siapa siapa kita jadi jangan panggil dia bunda karena Reyna bukan anak Tante itu " kata Reyhan selembut mungkin karena tidak mau melihat Reyna sedih karena dari mereka kecil mereka tidak mendapat kan kasih sayang seorang ibu.
__ADS_1
" Gak Reyna mau panggil bunda, bunda Zee sangat baik pada Reyna pada abang juga. Reyna suka sama bunda Zee soalnya bunda Zee sangat baik pada kita tidak seperti orang lain " kata Reyna yang mulai berkaca kaca.
" Baiklah sayang papah izinin kamu panggil Tante itu bunda, tapi Reyna harus janji tidak boleh sedih lagi ya " ucap Reyhan tersenyum dan menciumi kening dan pipi Reyna.
Reyhan pun menyuruh mereka bertiga untuk tidur karena mereka besok harus ke sekolah.
Setelah menidurkan ketiga anaknya di dalam kamar mereka Reyhan pun masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Reyhan duduk di kursi balkon kamarnya dan menutup matanya menikmati angin malam yang berhembus menyentuh kulitnya.
" Diana ini kamu sayang? " tanya Reyhan tidak percaya kalau di depannya ada Diana wanita yang sangat di cintai nya.
Ya orang yang di depan Reyhan adalah Diana yang terlihat cantik dengan memakai baju putih indah dan rambut yang terurai indah juga.
__ADS_1
" Iya mas, ini Diana " jawab nya tersenyum dan membelai wajah Reyhan.
Reyhan senang saat tangan Diana menyentuh wajahnya dan dengan cepat Reyhan memegang tangan Diana.
" Sayang mas sangat merindukan mu, kamu jangan pergi lagi mas mohon. Kita berdua akan merawat anak anak kita, mereka sudah besar apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka? " tanya Reyhan sedih sambil menciumi tangan Diana.
" Diana sayang sama mas dan anak anak kita, tapi Diana tidak bisa bersama mas. Mas harus janji akan selalu merawat anak anak kita " kata nya tersenyum dan mencium kening Reyhan sekilas.
Setelah mencium kening Reyhan bayangan Diana perlahan-lahan menghilang hingga membuat Reyhan membuka matanya terkejut.
" Sayang " teriak Reyhan saat sudah membuka matanya.
Reyhan ternyata bermimpi lagi bertemu dengan Diana, semenjak kepergian Diana empat tahun yang lalu Reyhan selalu di datangi Diana dalam mimpi sekedar untuk berbicara dengan suaminya.
__ADS_1
Reyhan meneteskan air mata nya karena selalu ingat dengan Diana yang sudah pergi selamanya tapi Reyhan sampai sekarang masih belum bisa menerima kepergian Diana sepenuhnya karena bagaimanapun Reyhan sangat mencintai mendiang istrinya.
" Mas sangat mencintai mu Diana sayang " lirih Reyhan dalam tangisannya mengingat sang istri.