Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 20 IPW


__ADS_3

" Terima kasih Zee " kata Oma setelah melepas pelukan dari Zee.


Zee tersenyum dan mengangguk dan senang karena ternyata pikirannya tidak benar tentang Oma si kembar malahan kebalikan dari semua pemikirannya.


Oma Zee mengajak Zee untuk mengobrol dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu sedangkan si kembar lebih memilih bermain di atas karpet yang ada di ruangan itu.


Tania ingin mengetahui lebih dalam tentang kehidupan gadis di depannya walaupun dia merasa kalau Zee adalah perempuan yang baik tapi dia tetap ingin mengetahui lebih detail.


Zee masih sedikit takut dan gugup karena masih merasa sedikit ketakutan tapi Tania mengerti dan tersenyum sambil memegang tangan Zee yang membuat Zee langsung menatap wajah Tania.


" Kamu kenapa gugup? " tanya Tania tersenyum.


Zee menggeleng dan berusaha tersenyum juga dan mencoba menetralkan kembali perasaannya agar lebih bersikap biasa saja dengan Oma si kembar.

__ADS_1


" Boleh saya bertanya pada mu? " tanya nya yang mendapat anggukan dari Zee.


" Berapa usia kamu? " tanya Tania.


" 23 tahun Bu " jawab Zee.


" Usia nya masih sangat muda tapi sepertinya dia cocok dengan Reyhan walaupun jarak usia mereka 12 tahun tapi tidak apa apa karena sepertinya si kembar sangat dekat dengannya " batin Tania


" Apa kamu sudah menikah? " tanya nya lagi yang berharap jawaban Zee akan sesuai dengan harapannya.


" Saya belum menikah Bu " jawaban singkat Zee karena heran dengan pertanyaan yang satu ini.


Tania tersenyum saat mendengar jawaban Zee yang sesuai dengan harapan nya dan sangat senang karena rencana nya akan menjadikan Zee sebagai ibu untuk si kembar sepertinya akan berjalan lancar walaupun semua itu ada di tangan Reyhan sendiri.

__ADS_1


" Reyna Ghifara Ghifari apa kalian mau kalau bunda Zee menjadi ibu kalian? " tanya Tania tersenyum melihat kearah ketiga cucunya yang sedang asyik bermain.


Si kembar langsung melihat ke arah sang Oma sedangkan Zee sudah semakin terkejut dan penasaran dengan maksud Oma si kembar berkata seperti itu.


" Mau " jawab mereka kompak.


Tania tersenyum dan semakin tekad untuk membuat Zee dan Rey menikah karena Tania pikir kalau Zee adalah perempuan yang cocok menjadi ibu sambung untuk ketiga cucunya.


" Zee apakah kamu mau menjadi ibu sambung buat si kembar? " tanya Tania yang memegang tangan Zee.


" Maksud ibu apa? " tanya Zee yang memang belum mengerti dengan arah pembicaraan Tania.


" Saya merasa kalau kamu cocok menjadi ibu sambung buat si kembar. Dan saya ingin kamu menjadi ibu untuk mereka dan juga menikah dengan anak saya " kata nya tulus karena memang merasa cocok dengan pilihannya yang satu ini walaupun baru pertama kali bertemu tapi Tania sudah merasa kalau Zee cocok untuk rencananya.

__ADS_1


" Tapi Bu " kata Zee yang masih tidak ingin melakukan hal seperti ini apalagi Zee masih belum mengenal dekat dengan papah si kembar yang baru pertama mereka bertemu beberapa saat yang lalu.


" Saya mohon kamu jangan menolaknya, saya akan bicara dulu dengan anak saya tentang rencana ini. Saya harap kamu tidak mengecewakan saya " kata Tania yabg terkesan memaksa tapi Tania memang benar benar ingin melihat anak dan cucunya bahagia karena selama ini rasa bahagia tidak pernah di rasakan oleh mereka terutama Reyhan semenjak ditinggal oleh wanita tercintanya.


__ADS_2