
" Jujur aku pernah menyukai dia tapi itu dulu " lirih Rena menunduk.
Perlahan pegangan tangan Rian terlepas dari pinggang Rena saat dia mendengar perkataan Rena yang entah kenapa membuat hatinya sakit. Rian sedikit menjauhkan dirinya dari Rena dan saat itu Rena langsung melihat ke arah sang suami.
" Sekarang aku udah tidak ada rasa apapun lagi padanya, percayalah. Sama sekali tidak.Mungkin mas tadi salah lihat " kata Rena
" Tapi aku lihat sepertinya dia juga mempunyai rasa padamu Rena? " kata Rian yang masih menahan cemburu.
" Tidak mungkin. Karena dari dulu cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, tidak mungkin kak Al ada rasa padaku " kata Rena.
" Rena aku mulai jatuh cinta padamu. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut mu dariku. Aku akan melindungi mu Rena, bahkan dari Al sekalipun karena aku lihat dia seperti menaruh hati padamu " batin Rian yang sampai saat ini belum bisa menyatakan perasaannya pada sang istri karena masih menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya.
__ADS_1
" Aku percaya padamu? " kata Rian yang menarik tubuh Rena dan memeluknya.
" Ada yang aneh " batin Rena yang sangat menikmati pelukan hangat suaminya.
_
Keesokan harinya...
Begitu juga dengan seluruh anggota keluarga bahkan ibu Zee yang mendengar kabar itu sedih namun mereka berusaha tidak menangis agar tidak membuat Zee semakin terpuruk. Mereka semua saling menguatkan satu sama lain dan salah satu yang menjadi penguat mereka terutama Zee adalah kehadiran bayi perempuan yang begitu mungil sudah lahir ke dunia setelah menunggu lama.
Mereka sesaat melupakan kejadian yang menimpa Zee melihat bayi mungil itu meskipun hanya tertidur tapi sangat membuat mereka senang. Zee begitu bahagia menggendong sang anak dan merasakan bagaimana mempunyai anak sendiri meskipun sudah mempunyai di kembar.
__ADS_1
Tidak melupakan si kembar, merekalah yang terlihat lebih antusias dengan kehadiran adik mereka yang begitu mungil dan itu membuat mereka ingin sekali mencubit sang adik. Namun mereka tidak melakukan itu terbukti dari mereka yang hanya mengelus lembut wajah sang adik dan itu membuat Rey dan Zee merasa senang karena si kembar bisa menerima kehadiran sang adik.
" Rey apa kamu sudah mempunyai nama untuk putri kalian ini? " tanya Tania sembari menggendong sang cucu.
Orang yang ditanya malah diam sambil melirik ke arah Zee. Sebenarnya Rey sudah mempersiapkan nama untuk anak mereka bahkan nama cewek dan cowok sekaligus karena selama ini mereka tidak pernah mengetahui jenis kelamin anak, Rey pun memutuskan untuk mempersiapkan dua nama sekaligus untuk diberikan kepada sang anak yang ternyata adalah berjenis kelamin perempuan.
" Raiza Ghina Sanjaya. Itu adalah nama Putri kami, Bagaimana sayang apa kamu suka dengan nama yang mas berikan untuk anak kita? " tanya Rey melihat Zee.
" Nama yang bagus mas. Zee menyukai nama Putri kita. Raiza! " jawab Zee tersenyum.
" Nama yang bagus, mamah juga suka dengan nama itu " kata Tania yang tersenyum kepada Raiza walaupun bayi mungil itu hanya tidur.
__ADS_1