Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 62 IPW


__ADS_3

Rey dan Zee sudah berada di kediaman keluarga Reyhan sendiri yang pastinya untuk menjemput anak anak setelah semalaman berada di sana bahkan Rey dan Zee melupakan anak anak sendiri karena sibuk dengan menikmati kenikmatan dunia.


Namun aneh nya si kembar bahkan tidak mengingat juga dengan papah dan bundanya karena mereka asik bermain dengan Oma dan Opa nya di rumah itu.


" Mamah lihat ada yang lagi berbunga bunga nih, bener gak pah? " kata mamah yang menggoda Rey dan Zee.


Zee sudah memerah karena malu sedangkan Rey bersikap tenang dan seperti tidak terjadi apa apa walaupun dirinya juga merasa malu karena di goda oleh mamahnya.


" Haha mamah bener, kayaknya sebentar lagi kita dapat cucu baru lagi nih " sambung papah yang juga ikut menggoda kedua pengantin yang terlihat seperti pengantin baru itu.


" Mamah sama papah apaan sih " kata Rey datar padahal dirinya sudah sangat malu.


" Sayang kalian mau gak ada adik baru? " tanya Tania kepada ketiga cucunya.


" Mau Oma, kapan Reyna ada adik baru " tanya Reyna antusias yang memang sangat menginginkan adik untuknya.

__ADS_1


Sedangkan Ghifara dan Ghifari hanya bersikap biasa saja karena memang dasar mereka adalah anak cowok yang dingin dan cuek.


Tapi sebenarnya mereka juga sangat senang kalau mereka ada adik baru yang otomatis akan ada teman lagi untuk mereka bermain.


" Tuh kan mereka aja sangat ingin mendapatkan adik. Kalian dengar kan Rey Zee " kata Tania tersenyum pada mereka.


" Udah mah, Rey mau jemput anak anak " kata Rey mengalihkan pembicaraan mereka.


" Loh kok buru buru sih, kan mamah masih ingin dengan cucu cucu kesayangan mamah " kata Tania yang masih ingin dekat dengan cucu cucu kesayangan nya.


" Udah mah, kan kita juga bisa datang kapan saja datang untuk bertemu dengan cucu cucu kita. Lagian Rey pasti juga akan selalu mengajak cucu cucu kita dan menantu kita ke rumah " kata papah.


" Baiklah. Tapi lain kali kalian harus sering datang ke rumah terus nginap juga di rumah ini " kata Tania menyerah.


Akhir nya Rey dan keluarga kecilnya pulang dari rumah orang tua Rey. Rey sengaja tidak ingin berlama lama di sana karena selain menghindari godaan sang mamah dan papah yang membuat mereka malu, Rey juga berencana mengajak anak dan istrinya jalan jalan hari ini karena Rey sengaja hari libur.

__ADS_1


" Wah taman " kata Reyna antusias saat mobil mereka berhenti di sebuah taman yang terlihat begitu ramai di kunjungi oleh pengunjung.


Setelah mereka keluar dari dalam mobil si kembar langsung bermain dengan begitu kegirangan apalagi melihat banyak orang dan anak anak yang seumuran dengan mereka yang juga sedang bermain di sana.


Sedangkan Rey dan Zee lebih memilih untuk duduk di salah satu bangku taman yang tidak terlalu jauh dari tempat bermain anak-anak.


" Mereka terlihat sangat bahagia sekali ya mas " kata Zee tersenyum melihat ke arah anak anak di depan nya.


" Eum iya sayang " kata Rey.


" Loh itu Rian kenapa dengan dia, seperti nya dia lagi beradu mulut dengan seseorang " gumam Rey yang masih bisa di dengar oleh Zee.


" Kenapa mas? " tanya Zee yang ikut melihat ke arah pandangan Rey dan melihat ada seorang pria yang seperti nya sedang di omelin oleh seseorang.


" Sayang kita kesana yuk, itu sekretaris mas " kata Rey yang langsung mengajak Zee ke tempat Rian yang pasti nya masih sangat dekat anak anak nya yang sebelumnya sudah memberitahu Ghifara untuk menjaga adik adiknya.

__ADS_1


__ADS_2