Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 38 IPW


__ADS_3

Reyhan juga melihat ke arah Zee yang bisa di lihat kalau Zee memang sangat ingin mendengar jawaban darinya mengenai pertanyaan nya tadi.


" Jujur saya bahagia kalau anak anak saya juga bahagia dan saya juga merasa bahagia bisa menikah dengan diri mu yang sangat baik dan lembut apalagi sangat menyayangi anak anak saya. Tapi kalau boleh saya jujur, di hati saya yang paling dalam saya masih mencintai istriku Diana ibu dari anak anak. Tapi karena sebentar lagi kamu akan menjadi istri saya, saya akan berusaha mencintai mu seperti saya mencintai istri saya dulu. Saya berjanji akan selalu membahagiakan diri mu sampai maut yang memisahkan kita " jelas Reyhan dari hatinya yang paling dalam.


Zee tersenyum mendengar jawaban dari Reyhan walaupun ada rasa yang membuatnya sedikit sakit tapi Zee mengerti bagaimana dengan perasaan Reyhan.


Zee percaya semua pada Allah dengan takdir yang di berikan padanya dan pastinya percaya kepada Reyhan karena menurut Zee rasa cinta itu pasti akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


" Zee ngerti kok, gak papa Zee akan menerima nya " kata Zee tersenyum pada Reyhan.

__ADS_1


Zee sudah memutuskan untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan semesta alam karena pilihan-Nya adalah yang terbaik oleh karena itu Zee sangat yakin dengan keputusan untuk sekarang.


" Kamu wanita yang baik dan saya berjanji akan selalu membahagiakan mu dan mencintai mu Zivanna " kata Reyhan yang memang bisa melihat ketulusan Zee.


Zee hanya mengangguk dan kembali melihat ke arah anak anak yang juga sedang melihat ke arah mereka.


Si kembar langsung berlari ke arah Rey dan Zee dan terlihat senang karena ternyata sang papah juga berada di sana karena setahu mereka sang papah sedang bekerja di kantor tapi sekarang sudah ada di sana.


Sedangkan Ghifara dan Ghifari hanya berdiri saja di depan mereka karena mereka tidak terlalu suka berpelukan seperti yang Reyna lakukan.

__ADS_1


Reyhan dan Reyna saling melepas pelukan mereka dan itu membuat Zee semakin yakin dengan keputusan menikahi Reyhan karena bisa di lihat Reyhan adalah sosok ayah yang baik untuk anak anaknya dan tentunya bisa menjadi suami dan imam untuknya kelak.


" Iya Reyna sayang papah juga mau bermain dengan anak anak kesayangan papah ini " kata Reyhan tersenyum sambil mencubit hidung Reyna dan mencium pipi Reyna.


" Ya udah ayo pah kita main lagi " ajak Ghifari antusias karena bisa bermain dengan sang papah.


Reyhan melepaskan jas yang di pakainya dan hanya ada kemeja di tubuhnya agar memudahkan nya untuk bermain dengan anak anaknya karena ini adalah kesempatan dirinya bermain dengan sang anak karena selama ini Reyhan selalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga tidak sempat bermain dengan anak anaknya.


Reyhan bermain dengan ketiga anaknya begitu terlihat bahagia bahkan Zee bisa melihat kebahagiaan mereka yang sedang bermain di depannya.

__ADS_1


Zee memilih untuk duduk saja karena tidak mau bermain bersama mereka karena Zee tidak bisa terlalu lelah karena bisa membuat dia menjadi sakit walaupun tidak ada penyakit yang serius pada Zee tapi Zee selalu berusaha untuk tidak kelelahan.


Jadi Zee memilih untuk duduk saja sesekali ikut tertawa saat melihat Reyhan dan anak anak tertawa karena ada hal yang di buat anak anak hingga membuat Reyhan dan Zee tertawa.


__ADS_2