
" Ada keperluan apa mamah datang ke sini? " tanya Reyhan dingin.
Mamah Tania hanya bersabar melihat sikap anaknya yang berubah total semenjak kepergian istri nya beberapa tahun yang lalu.
Mamah Tania mengerti bagaimana perasaan Reyhan yang harus kehilangan wanita yang sangat di cintai nya dengan begitu tiba tiba.
Mamah Tania menaruh kembali foto Diana di di depan Reyhan dan menatap Reyhan yang masih terlihat dingin itu.
" Rey mamah.... " ucapnya yang langsung di potong oleh Reyhan.
" Maaf mah lebih baik mamah pergi dari kantor Rey kalau hanya membicarakan hal itu " kata Rey menatap tajam mamahnya.
" Sampai kapan pun Rey tidak akan pernah menduakan Diana apalagi menikah lagi. Tidak akan pernah mah " sambung Reyhan dingin.
__ADS_1
Mamah Tania hanya menghembuskan nafasnya kasar karena seperti yang dia tebak kalau Reyhan tetap akan menolak semua itu.
Mamah Tania sudah sering kali membujuk Reyhan untuk mencari seorang ibu untuk anak anaknya karena mamah Tania kasian dengan ketiga anak Reyhan yang dari bayi tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Bukan hanya mamah Tania, mamah Ratih juga setuju dengan rencana itu karena juga merasa kasian dengan cucu cucunya. Walaupun dalam lubuk hatinya mamah Ratih belum bisa menerima kepergian sang anak waktu itu tapi bagaimana lagi takdir tidak berpihak pada mereka.
" Mamah kasian dengan anak anak kamu Rey mereka membutuhkan seorang ibu, pikirkan ini untuk anak anak kamu " kata mamah Tania.
Reyhan tidak menjawab tapi dia juga merasakan hal yang sama dengan sang mamah mengenai anak anak nya tapi Reyhan masih belum bisa membuka hatinya untuk wanita lain karena hanya Diana lah wanita yang sangat di cintai nya.
" Maaf " lirih Rey yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
" Ya udah kamu pikirkan semua ini dengan kepala dingin. Mamah pergi dulu " ucapnya yang langsung pergi dari sana.
__ADS_1
Reyhan menyadarkan kepalanya di kursinya dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa pusing dengan semua ini.
" Arkhhh " teriak Rey mengusap kasar wajahnya.
" Sayang kenapa kamu tega meninggalkan mas sendiri, lihat sekarang apa yang terjadi. Mas tidak bisa menggantikan mu dalam hati dan hidup mas. Hanya kamu wanita yang mas cintai Diana sayang " lirih Reyhan menetes air matanya sambil mengambil dan mencium lagi foto Diana.
Reyhan sungguh dilema dengan keadaan sekarang, satu sisi ada anak anaknya dan di sisi lain ada istri yang masih sangat di cintainya dan tidak rela harus menduakannya walaupun Diana sudah tenang di sana.
Reyhan menghapus air matanya dan berusaha kuat menjalani ini semua demi anak anaknya sebagai janji dirinya dulu dengan Diana.
Reyhan kembali mengerjakan semua kerjaannya tanpa berhenti untuk melampiaskan semua kekesalannya pada kerjaannya tanpa melihat waktu.
Reyhan melupakan harus menjemput anak anak yang sudah pulang sekolah karena saking sibuknya dengan semua kerjaannya. Reyhan memang menjemput dan mengantar anak anak sendiri karena mereka yang tidak mau di antar jemput oleh supir yang harus membuat Reyhan turun tangan sendiri untuk anak anaknya.
__ADS_1