
" Maksud dokter istri saya tidak bisa mengandung lagi? " tanya Rey yang gemetar saat bertanya itu.
" Benar tuan. Istri anda tidak akan bisa mengandung lagi untuk selama lamanya " kata dokter yang bisa melihat dan merasakan kesedihan yang dirasakan Rey saat ini.
Tubuh Rey ambruk seketika saat mengetahui kenyataan yang membuat hatinya sakit namun disisi lain dirinya bahagia karena istri dan anaknya selamat dari kecelakaan itu. Rian yang melihat tubuh Rey ambruk di lantai yang hanya dengan kedua kakinya yang menjadi penyangga pun membantu Rey untuk duduk di bangku.
" Kalau begitu saya permisi. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang inap " kata dokter yang langsung berlalu pergi dari sana.
" Sabar. Yang penting sekarang istri dan anak Lo selamat meskipun kedepannya mungkin Lo tidak bisa mempunyai anak lagi. Tapi Lo harus tetap bersyukur karena bagaimanapun kalian masih memiliki si kembar dan sekarang bertambah satu malaikat kecil lagi " kata Rian yang ikut duduk di samping bos sekaligus kakaknya itu.
Rey kembali menangis histeris sembari mengacak acak rambutnya hingga berantakan karena sampai sekarang dia masih menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa Zee. Rian tidak bisa berbuat apa apa dan saat itu dia hanya bisa melihat dan mendengar semua yang dirasakan oleh Rey.
__ADS_1
Aktivitas mereka terhentikan saat beberapa perawat membawa tubuh lemas Zee yang terbaring di atas brankar dan mendorongnya di depan mereka. Sedangkan satu perawat lainnya menggendong seorang bayi kecil yang tertidur pulas. Rey dengan cepat berdiri dan menghampiri sang istri yang masih memejamkan matanya.
*
Rey tersenyum melihat bayi kecilnya yang ternyata berjenis kelamin perempuan yang sangat mirip dengannya. Setelah mengazankan sang anak, Rey pun menaruh kembali bayinya di box bayi samping Zee. Rey duduk di samping sang istri sembari menggenggam tangan pucat Zee bahkan berkali kali menciuminya.
" Rey " panggil Tania yang berjalan cepat pada Rey dan air matanya turun seketika saat melihat kondisi menantunya di brankar itu.
Rianlah yang sudah mengabari seluruh keluarga Rey mengenai kejadian itu. Dan setelah mengabari seluruh keluarga Rey, dia pun pulang karena masih ada istri di rumah yang sedang menunggunya. Tania datang dengan suaminya sedang yang lain masih berada di perjalanan yang pastinya juga diberitahu oleh Rian mengenai kejadian ini.
" Zee... " Rey pun menceritakan kronologi yang mengakibatkan Zee seperti ini namun dia juga merasa sangat bahagia karena buah hati mereka lahir dengan selamat dan sehat.
__ADS_1
" Cucu mamah cantik sekali " ujar Tania sembari menggendong cucunya yang masih tertidur pulas sembari mengusap usap lembut wajah bayi itu.
" Bagaimana kondisi Zee sekarang " tanya Tania melirik sebentar sang putra yang sudah terlihat acak acakan.
" Mah rahim Zee harus diangkat akibat benturan keras diperutnya. Artinya Zee sudah tidak bisa mengandung lagi " lirih Rey menunduk sedih saat mengatakan hal itu.
Tania dan suaminya begitu terkejut mendengar ucapan Rey. Tania juga bisa merasakan kesedihan sang putra, karena siapapun pasti akan bersedih dengan berita sang istri yang sampai kapanpun tidak bisa mengandung lagi.
" Kamu yang sabar Rey " kata sang papah sembari menepuk pundak Rey.
" Rey kamu jangan bersedih lagi. Mamah yakin semua ini pasti akan ada hikmahnya, lagian kamu juga udah mempunyai empat orang anak.
__ADS_1
" Terima kasih mah. Mah dimana anak anak? " tanya Rey yang baru menyadari bahwa anak anak tidak ada disana.
" Anak anak lagi sama Ratih, mungkin mereka sedang menuju kesini " jawab Tania yang masih sibuk dengan bayi kecil dan mungil itu.