
" Ada yang ingin bertemu dengan pak Reyhan, sekarang orang itu sedang menunggu di ruangan tunggu. Mungkin orang yang ingin mengajak kita kerja sama " kata Rian saat masuk ke dalam ruangan bosnya.
" Baik. Nanti saya akan bertemu dengan orang itu, tapi siapakah orang itu, apa dia pemilik sebuah perusahaan? " tanya Rey
" Benar. Dia pemilik perusahaan yang juga sangat berpengaruh di negara ini bahkan juga negara S. Namun kalau perusahaan kita memang bisa bekerja sama dengan perusahaannya bisa dipastikan kita akan mendapat keuntungan yang besar dari kerjasama ini pak " kata Rian begitu serius.
Rian memang sudah menyelidiki bahkan setiap perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan Reyhan karena Rian sangatlah pintar dalam bidang seperti itu dan semua yang dilakukan olehnya semata mata hanya untuk terbaik untuk bos sekaligus temannya.
__ADS_1
Dan Reyhan sendiri sangat mempercayai Rian karena walaupun sebenarnya Rian memiliki perusahaan sendiri atau lebih tepatnya milik sang papah tapi Rian masih mau bekerja untuknya dan itu sangat membuat Rey senang dengan kesetiaan Rian padanya walaupun cepat atau lambat Rian pasti akan bekerja untuk perusahaannya sendiri saat sang papahnya menyerahkan semuanya pada Rian.
" Rian terima kasih! " kata Rey tiba tiba yang membuat Rian mengerutkan keningnya karena heran dengan sikap Rey yang tiba tiba berterima kasih padanya sedangkan dirinya merasa Rey tidak membuat apapun padanya.
" Haha kamu bercanda nih ya. Terima kasih untuk apa? " tanya Rian sembari sedikit tertawa.
" Udah deh gak ada kata terima kasih untuk adik dan kakak. Baiklah aku permisi masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan " kata Rian yang hendak melangkahkan kakinya namun terhenti karena Rey.
__ADS_1
" Bagaimana pernikahanmu? " tanya Rey sedikit berhati hati karena tidak mau membuat Rian sedih mengingat pernikahan mereka yang terpaksa.
Rian menghentikan langkahnya sembari membalikkan badannya pada Reyhan. Reyhan bisa melihat ekspresi Rian yang tidak seperti biasa dan merasa bersalah karena menanyakan hal tersebut pada Rian.
" Maaf saya... " kata Rey yang merasa tidak enak bertanya hal pribadi Rian namun Rey sangat penasaran dengan itu mengingat bagaimana pernikahan itu terjadi.
" Aku sama istriku baik baik aja tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Satu lagi mulai saat ini kami berdua sudah sepakat untuk menjalani semuanya tanpa ada rasa menyesal dengan pernikahan ini dan saling berbagi suka maupun duka nanti " kata Rian tersenyum yang tiba tiba pikirannya membayangkan Rena apalagi saat Rena melepaskan hijabnya yang bisa terlihat begitu jelas oleh Rian saat malam itu Rena tidak sengaja melepaskan hijabnya karena Rena pikir hanya dia saja yang berada di kamar saat Rian keluar saat itu. Dan tanpa Rena tahu ternyata Rian melihat dirinya pada saat dia membuka hijabnya yang memperlihatkan rambut indahnya pada Rian tanpa disengaja karena Rena masih belum berani membuka hijabnya pada Rian yang tanpa disadarinya Rian sudah melihat rambut indahnya malam itu.
__ADS_1
" Syukurlah kalau begitu.... " kata Rey yang juga tersenyum bahagia melihat Rian yang bisa menerima pernikahan ini dengan begitu dewasa tanpa kekanak Kanakan mengingat pernikahan yang harus dilaksanakan dengan terpaksa itu.