Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 17 IPW


__ADS_3

" Tapi sayang... " kata Reyhan yang langsung di lanjut oleh Reyna.


" Reyna mau dengan bunda. Boleh ya pah " kata Reyna yang mulai berkaca kaca.


" Reyna sayang jangan nangis ya, baiklah papah izinin kalian di sini tapi kalian jangan kemana mana tunggu papah pulang " kata Reyhan yang mendapat anggukan dari ketiga nya senang.


Zee terkejut tapi dia juga senang karena bisa bermain dan menghabiskan waktu dengan si kembar tapi dia juga bingung dengan pekerjaan.


Reyhan pun berdiri dan mengancingkan kembali jas nya dan melihat ke arah Zee yang masih menunduk tidak berani menatap dirinya.


" Saya ingin kamu menemani anak anak saya, saya percayakan pada mu " kata Rey yang terlihat dingin sangat berbeda dengan berbicara pada anak anaknya tadi.


Zee pun melihat ke arah Reyhan namun karena tidak berani Zee hanya melihat ke arah di kembar yang sedang tersenyum kepadanya.


" Baik pak. Tapi bagaimana dengan pekerjaan saya? " tanya Zee hanya melihat Rey sekilas.

__ADS_1


" Kamu tidak usah memikirkan urusan pekerjaan biar orang lain yang mengerjakan nya. Kamu hanya perlu menemani anak anak saya, itu perintah saya " Kata Rey.


" Baik pak " kata Zee mengangguk mengerti.


Reyhan pun kembali berjongkok ke arah anak anaknya


" Kalian harus menuruti semua perintah bunda kalian ya, jangan menyusahkan nya. Ingat papah tidak mau mendengar berita yang buruk dengan kalian " kata Reyhan lembut namun terbuat tegas.


Zee semakin terkejut saat Reyhan papah si kembar juga mengatakan kata ' bunda ' kepadanya namun Zee tidak terlalu memikirkan hal itu karena mungkin saja itu hanya untuk si kembar.


" Siap pah " kata ketiganya kompak dan membuat Reyhan tersenyum pada mereka.


Reyhan langsung berdiri dan berjalan setelah sebelumnya juga melihat Zee sekilas namun Reyhan tidak berkata kata dan langsung pergi saja dari sana.


Zee pun melihat sekilas punggung Reyhan yang sudah pergi dan Zee pun berjalan mendekati si kembar.

__ADS_1


" Bunda kita ke keruangan papah yuk. Ruangan papah sangat besar loh " kata Reyna yang memegang tangan Zee.


Zee tersenyum namun dia juga tidak berani untuk masuk keruangan kerja bos nya apalagi dia masih anak baru di kantor itu dan masuk ke ruangan kerja bosnya apa kata orang lain nanti.


Zee masih tidak bergerak dari tempat berdirinya yang membuat Reyna heran dan langsung melihat ke arah Zee.


" Bunda ayo " kata Reyna lagi.


" Tapi... " kata Zee yang merasa tidak enak.


" Gapapa bunda Zee papah pasti izinin kok. Ayo " kata Ghifari meyakinkan Zee.


Zee pun tersenyum dan terpaksa ikut si kembar ke ruang kerja Reyhan walaupun masih merasa sedikit tidak enak tapi Zee harus melakukan perintah Reyhan tadi yang menyuruh nya untuk menjaga si kembar.


Zee dan si kembar pun berjalan ke ruangan Reyhan dengan sikembar terlihat sangat bahagia karena bisa bermain dengan Zee yang sudah di anggap mereka sebagai bunda sendiri.

__ADS_1


Mereka berempat sampai di dalam ruangan kerja Reyhan dan membuat Zee semakin terpana saat melihat keindahan dan kemegahan ruangan bos nya.


Zee terus melihat lihat ruangan itu dan matanya terhenti di salah satu foto yang paling besar di sana di mana dalam foto itu terdapat dua orang yang sangat terlihat romantis saat berpose di foto itu.


__ADS_2