Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 9 IPW


__ADS_3

Reyhan menghentikan mobilnya dan dengan cepat turun meski hujan deras terus turun membasahi tubuhnya dia tidak perduli karena dalam pikiran nya sekarang hanya ada anak anaknya.


Reyhan tadi ingat kalau dia harus menjemput anak anak di sekolah dan dengan cepat pergi dari kantor tanpa memikirkan lagi pekerjaan.


Reyhan sangat merasa bersalah kepada sang anak anak karena sudah lupa harus menjemput mereka.


Reyhan semakin panik saat tidak melihat anak anak di sekolah apalagi hujan turun begitu deras.


" Ghifara Ghifari Reyna " teriak Reyhan di tengah jalan dengan tubuh nya yang sudah basah karena hujan.


Reyhan terus mencari cari keberadaan anak anaknya yang membuat Reyhan takut terjadi sesuatu kepada anak anaknya dan mengutuk kelalaian menjaga sang anak.


" Bodohh " umpat Reyhan mengusap kasar wajahnya yang sudah di penuhi air hujan.


" Sayang kalian di mana nak, papah di sini maafin papah yang terlambat menjemput kalian " gumam Reyhan yang kembali masuk ke dalam mobil dan berusaha mencari di dekat sekolah.

__ADS_1


*


Zee dan ketiga si kembar duduk di teras depan rumah melihat hujan yang masih belum berhenti.


Si kembar masih mengenakan pakaian sekolah mereka dan juga tas yang masih berada di punggung mereka.


Zee memeluk mereka tapi tidak dengan Ghifara yang tetap menjadi anak cowok yang dingin dan tidak mau di sentuh oleh siapa pun bahkan papahnya sendiri.


" Kalian kedinginan ya " kata Zee yang kasian dengan mereka yang kedinginan.


" Iya mah " jawab Reyna tersenyum.


" Mah? " ucap Zee tidak mengerti.


" Iya mah, Reyna mau panggil mamah Sekarang karena Reyna suka dengan mamah Zee " kata Reyna tersenyum semanis mungkin pada Zee.

__ADS_1


Ghifara dan Ghifari hanya memutar bola mata mereka malas karena bisa bisanya Reyna memanggil orang yang baru di kenal dengan sebutan mamah.


" Loh kenapa panggil kakak dengan mamah? Reyna ada mamah loh di rumah dan kakak bukan mamah Reyna. Mamah Reyna hanya satu " kata Zee yang masih belum mengerti.


Reyna sedih dan menundukkan pandangannya saat Zee mengatakan mamah. Reyna sedih karena dari kecil tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu.


" Kami tidak punya mamah " ucap Ghifari singkat yang membuat Zee semakin tidak mengerti.


Zee menatap Ghifara untuk meminta penjelasan karena menurut Zee hanya Ghifara Abang mereka yang mengerti.


Ghifara yang di tatap pun menceritakan pada Zee tentang mamahnya.


" Kami tidak punya mamah, kata papah mamah sudah pergi dulu saat kami lahir, kami tidak tahu kemana mamah pergi karena papah tidak memberi tahu kami. Kami hanya melihat mamah dari foto dan dari kami kecil kami ridak pernah bertemu dengan mamah " jelas Ghifara sedih karena tidak pernah bertemu ibu mereka dari kecil walaupun hanya dari foto.


Zee meneteskan air matanya karena mendengar cerita Ghifara yang sangat sedih karena sudah di pastikan kalau ibu mereka sudah meninggal saat melahirkan mereka.

__ADS_1


Zee memeluk mereka bertiga karena sangat kasian dengan mereka yang ternyata selama ini tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.


" Kalian jangan sedih ya, mamah kalian sudah bahagia loh di surga Allah. Kalian jangan pernah lupa berdoa kepada mamah kalian ya " kata Zee yang tersenyum setelah menghapus air matanya agar tidak menangis di depan si kembar.


__ADS_2