
Mamah Tania sedih karena mengingat masa lalunya yang mana saat itu dia harus kehilangan menantu kesayangan dia karena harus meninggalkan mereka berdua hanya untuk melahirkan cucu cucu yang dia inginkan.
Mamah Tania kembali menyesal dengan perbuatannya beberapa tahun silam yang harus membuat sang putra waktu itu membenci dirinya. Mamah Tania sangat menyesal karena menurutnya kesalahan yang dia lakukan waktu itu sangatlah fatal dan sebelum dia menebus semua kesalahannya, Diana malah pergi meninggalkan mereka semua di dunia ini untuk selama lamanya.
Mamah Tania mengingat semua itu sampai tak terasa air matanya keluar karena merasa kesalahan dirinya hingga menyebabkan sang menantu harus tiada. Zee jadi semakin terkejut dengan sang mamah yang tiba tiba menangis.
" Mamah kenapa menangis apa yang sudah terjadi? " tanya Zee yang mengusap air mata sang mamah.
__ADS_1
" Tidak sayang mamah hanya.... " kata mamah Tania yang tidak sanggup menceritakan semuanya kepada Zee.
Zee memeluk sang mamah yang semakin menangis itu untuk memberikan sang mamah ketenangan. Zee terus memeluk dan mengusap punggung sang mamah sampai akhirnya mamah Tania merasa sudah semakin tenang karena sudah menumpahkan segala kesedihannya.
Mamah Tania melepaskan perlahan pelukannya dari Zee dan berusaha untuk menghentikan tangisannya. Mamah Tania menarik napasnya dalam dan mengeluarkannya secara perlahan lahan sebelum menceritakan semuanya pada Zee.
Mamah Tania juga mengatakan kalau dia sangat menyesal dengan perbuatan kejamnya dulu bahkan sampai membuat Rey sendiri membenci dirinya. Namun saat mamah Tania menyesali semuanya malah dia harus kehilangan sang menantu kesayangannya untuk selamanya walaupun Diana masih sempat memberikan keinginan dirinya yaitu cucu bahkan dengan memberikan tiga cucu sekaligus.
__ADS_1
Zee juga merasa kesedihan yang dirasakan sang mamah apalagi mendengar cerita yang begitu menyedihkan yang harus dialami oleh mbak Diana. Zee begitu takjub dan kagum dengan ujian yang dilewati oleh mbak Diana dulu yang bahkan bisa dikatakan Diana adalah wanita yang terkuat di dunia ini namun Allah lebih menyayangi dirinya.
" Mamah tidak perlu menangis lagi, lagipula semuanya bukan sepenuhnya kesalahan mamah hanya saja mamah waktu itu dalam keadaan yang sedang marah dan tidak sengaja melakukan semua itu. Dan karena mamah juga sudah menyesali semuanya, yang terbaik sekarang hanyalah kita selalu berdoa untuk mbak Diana di sana " kata Zee melihat sang mamah.
Mamah Tania tersenyum kepada Zee yang sangat baik sama seperti Diana dulu dan merasa begitu beruntung bisa memiliki Zee sebagai menantu bahkan sudah menganggap Zee sebagai putrinya sendiri.
" Maafin mamah Diana sayang, mamah janji akan selalu menyayangi anak anak kamu sebagaimana mamah menyayangi kamu " batin mamah Tania tersenyum yang seolah olah dimatanya ada sosok Diana yang sedang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Makanan pesanan mereka tiba tiba datang yang dibawa oleh para pelayan di restoran itu. Setelah semua makanannya disajikan di meja depan mereka, mereka berdua pun mulai menyantap makanannya karena rasa lapar keduanya yang sudah semakin menjadi apalagi untuk Zee yang sekarang lebih banyak makan mengingat dia juga memberikan makanannya kepada sang anak dalam kandungannya.