
Rey Zee dan ketiga anak mereka sekarang sudah duduk di meja makan yang pastinya akan makan pagi dengan menu makanan yang tadi di buat oleh Zee dan bibi yang masih setia bekerja di keluarga itu.
Mereka berlima memakan makanan nya tanpa ada seorang pun yang berbicara karena Rey yang memang melarang berbicara saat sedang makan.
Beberapa menit kemudian mereka semua selesai dan setelah duduk sebentar mereka semua berjalan keluar dengan Zee yang menggandeng tangan Reyna dan putra putranya.
" Bunda kami berangkat dulu ya " kata si kembar yang langsung masuk ke dalam mobil setelah menyalami bundanya dan Zee juga tidak lupa mencium pipi pipi si kembar.
" Sayang mas pergi dulu, kamu gak papa kan di rumah? " tanya Rey yang memang baru hari ini meninggal kan Zee di rumah apalagi itu rumah miliknya sendiri.
" Zee gak papa kok mas. Mas kerja yang fokus aja " kata Zee tersenyum.
Rey langsung mencium kening kedua mata hidung pipi dan terakhir bibir Zee sekilas setelah tadi Zee menciumi tangannya.
Zee hanya memejamkan matanya tersenyum saat Rey memperlakukan nya dengan begitu lembut dan pastinya terharu dengan sikap Rey.
__ADS_1
" Mas pergi, Assalamu'alaikum sayang " kata Rey.
" Wa'alaikumsalam, mas hati hati " kata Zee tersenyum.
Zee pun kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil Rey sudah pergi dari sana dan mulai membantu sang bibi yang sedang mencuci piring dan merapikan bekas mereka makan tadi.
" Nyonya Zee baik sekali sama seperti Nyonya Diana " kata bini tersenyum.
" Benarkah, terima kasih bi. Oia bibi bisa menceritakan tentang mbak Diana " kata Zee antusias yang memang ingin mengetahui banyak tentang Diana.
" Bibi gak perlu panggil nyonya, panggil Zee aja ya bi " kata Zee yang mendapat anggukan dari bibi.
*
Zee sedang berada di dalam kamar milik dirinya lebih tepat milik suaminya Reyhan.
__ADS_1
Zee sedang duduk di atas ranjang dengan memperhatikan salah satu foto wanita cantik yang tak lain adalah Diana.
" Cantik sekali mbak Diana. Selain luarnya yang cantik tapi di hatinya jauh lebih cantik " gumam Zee tersenyum sembari membelai foto wanita yang sedang tersenyum begitu manisnya.
" Tapi aku masih penasaran bagaimana mas Rey dan mbak Diana dulu menikah dan sampai mas Rey yang terlihat begitu mencintai mbak Diana " sambung nya yang masih penasaran dengan hal itu.
Zee begitu bahagia tadi saat bibi menceritakan kebaikan Diana namun bibi tadi sengaja tidak menceritakan tentang pernikahan mereka dulu hanya saja mengatakan kebaikan Diana saja.
" Apa mas Rey juga bisa mencintai ku seperti mencintai mbak Diana? " tanya Zee yang mulai terlihat sendu.
" Ah sudahlah tidak seharusnya aku meragukan mas Rey " kata nya yang menghilangkan rasa sedihnya dan berusaha berpikir positif thinking.
Zee menaruh kembali foto Diana di samping meja tempat tidur Reyhan dan kembali melihat foto yang paling besar yang ada di kamar itu.
Zee menatap foto yang paling besar itu dengan senyuman yang selalu berkembang di wajah cantiknya walaupun jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam Zee merasa cemburu.
__ADS_1
" Mbak Diana. Zee janji akan selalu menjaga mas Reyhan dan anak anak. Zee berjanji pada mbak Diana akan selalu menyayangi anak anak dan mencintai mas Reyhan " gumam Zee yang terlihat tersenyum ke arah foto itu.