Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 44 IPW


__ADS_3

" Insyaallah Zivanna Melya Sanjaya. Suami mu ini akan selalu menyayangi mu dan pastinya akan mencintai mu untuk selamanya walaupun nama Diana masih akan terus terukir di samping nama mu di dalam hati ku tapi aku akan selalu mencintaimu lebih dari apapun " kata Rey tersenyum dan terus membelai wajah lembut Zee.


Reyhan tetap bersikap dewasa dan pastinya bertanggung jawab kepada Zee yang sudah menjadi istri dan ibu dari anak anaknya.


Reyhan tetap akan berusaha untuk mencintai istrinya walaupun membutuhkan sedikit waktu namun cepat atau lambat rasa cintanya pasti akan segara datang seperti hal nya dengan istrinya dulu.


Zee tersenyum dan terharu mendengar setiap kata yang di katakan oleh Reyhan yang begitu bertanggung jawab kepada nya. Zee mengeluarkan air mata bahagia nya dan dengan cepat Reyhan mengusap air mata yang jatuh di pipi mulus istrinya.


" Loh kenapa kamu menangis apa ada perkataan mas yang menyakiti hati mu? " tanya Rey yang terus mengusap air mata istrinya.


Zee menggeleng dan tersenyum sambil memegang tangan suaminya yang masih berada di wajahnya.


Zee memegang begitu erat tangan kekar suaminya dan bisa merasakan ada kehangatan pada dirinya.


" Zee cuma terharu saja. Terima kasih mas, Zee bahagia menikah dengan mas " kata Zee yang memang bisa merasakan kebahagiaan bisa menikah dengan Rey walaupun rasa bahagia itu belum sepenuhnya lengkap.


Rey menarik tubuh Zee ke dalam pelukan nya dan memeluk istrinya begitu hangat begitu juga dengan Zee yang bisa merasa kehangatan dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Awalnya Zee sedikit malu bersentuhan dengan dada polos suaminya namun karena larut dalam kehangatan yang di ciptakan Rey, akhirnya Zee membalas pelukan Rey dengan tangan kirinya berada di dada polos Rey.


" Mas akan selalu membahagiakan mu Zee " kata Rey tulus.


Zee sedikit mengangguk kan kepalanya dan tersenyum dalam pelukan hangat suaminya karena Zee baru sekarang merasakan kebahagiaan seperti ini dengan Reyhan.


Rey pun melepas pelukan nya dari sang istri dan tersenyum kepada Zee.


" Emm dimana baju untuk ku? " tanya Rey menatap sang istri.


" Oh iya " kata Zee yang langsung mengambil baju untuk suaminya yang tadi dia taruh kembali di atas ranjang.


Sekitar lima menit kemudian Rey keluar dengan sudah memakai baju tidurnya lengkap dan menghampiri Zee yang ternyata sedang berdiri di balkon kamar milik Rey.


Rey berjalan mendekati Zee dan berdiri menghadap depan tepat di samping Zee yang juga sedang dalam posisi yang sama dengan kedua tangannya berpegangan pada penyangga di balkon itu.


" Mas sudah selesai? " tanya Zee yang sudah menyadari kehadiran suaminya dan menghadap ke arah suaminya.

__ADS_1


" Iya " jawab Rey tersenyum yang juga sudah menghadap ke arah Zee.


" Apa kamu tidak mengantuk? " tanya Rey pada Zee.


" Zee ngantuk mas, mas sendiri? " tanya Zee yang memang sudah merasakan ngantuk apalagi mengingat hari ini yang membuat nya begitu lelah.


" Ya udah kita tidur sekarang " kata Rey yang mendapat persetujuan dari Zee.


Mereka berdua pun tidur dan melewati malam pertama mereka yang seharusnya mereka melakukan yang seharusnya di lakukan.


Rey sengaja tidak meminta hak nya pada Zee karena Rey mengerti pasti Zee belum sepenuhnya siap.


Rey adalah pria normal yang pastinya menginginkan hal itu mengingat dirinya yang sudah hampir empat tahun tidak melakukan nya semenjak di tinggal kan oleh Diana.


Tapi demi Zee Rey mencoba untuk memberikan Zee waktu dan pastinya akan segera meminta hak nya sebagai suami kepada Zee nanti saat waktu nya telah tiba.


Begitu juga dengan Zee yang sebenarnya masih belum siap memberikan hak Rey suaminya namun dia masih tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya.

__ADS_1


Karena baik Zee dan Rey percaya semuanya akan Indah Pada Waktunya dan sampai saat itu datang mereka akan selalu bersikap seperti istri dan suami pada umumnya.


__ADS_2