Indah Pada Waktunya 2

Indah Pada Waktunya 2
Bab 118 IPW


__ADS_3

" Sayang, buka matamu jangan seperti ini maafkan mas sayang " histeris Rey yang sudah menangis saat melihat sang istri tidak sadarkan diri di atas brankar rumah sakit yang saat ini mereka sedang mendorong brankar itu menuju ruang IGD agar Zee cepat ditangani oleh dokter di rumah sakit.


Rey Andre Rian dan Rena juga ikut mendorong brankar itu dengan kesedihan di mata mereka tentunya melihat Zee yang sudah tidak sadarkan diri akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa saat yang lalu. Rey begitu sedih melihat keadaan Zee apalagi dirinya sangat takut terjadi apa apa dengan Zee yang sama seperti kejadian dulu.


Rey sudah tidak bisa berpikir apapun lagi sekarang, karena dalam pikirannya sekarang hanyalah keselamatan sang istri tidak lainnya. Sama dengan Rey, Andre juga begitu sedih melihat kondisi wanita yang masih dicintainya terbaring lemas di atas brankar itu.


" Tenang, Zee pasti akan baik baik saja " ujar Rian setelah menghentikan langkah Rey agar tidak masuk ke ruang IGD karena dilarang oleh beberapa suster.

__ADS_1


Rey mengusap wajah dan rambutnya kasar. Dia begitu terpukul dengan kejadian yang menimpa Zee. Rey merasa kalau semua itu adalah kesalahan dirinya yang memanggil Zee sehingga Zee harus berlari kepadanya. Tanpa sadar Rey memukul keras dinding rumah sakit menandakan dirinya yang begitu sedih.


Bugghhh...


Rey memegang sudut bibirnya yang sudah berdarah akibat pukulan keras yang dilayangkan oleh Andre tiba tiba padanya. Andre memukul Rey sehingga Rey yang tidak mengetahui dirinya akan dipukul pun tidak dapat menghindari sehingga dirinya terjatuh ke lantai karena pukulan keras Andre padanya.


Rey hanya diam saja bahkan tidak sedikitpun dia membalas pukulan Andre karena dia juga merasa semua ini adalah kesalahan dirinya. Rey hanya meringis kesakitan memegang bibirnya yang kembali berdarah. Andre yang melihat Rey seperti itu semakin marah sehingga dia ingin meninju Rey lagi namun tangannya dihentikan oleh Rian yang bari saja datang entah darimana dan dirinya terkejut saat melihat Rey sudah babak belur.

__ADS_1


" Hentikan. Apa yang kau lakukan hah? " teriak Rian yang lebih cepat meninju wajah Andre sebelum Andre kembali memukul Rey.


" Mas Rian hentikan. Tolong jangan berkelahi lagi ini rumah sakit " ucap Rena yang berusaha menenangkan Rian dan usahanya itu tidak sia sia karena Rian sudah bisa mengatur emosinya lagi.


Rian membantu Rey bangun yang sudah babak belur dan juga membantu Rey untuk duduk di bangku yang tersedia di depan ruang itu. Rey meringis kesakitan akibat pukulan Andre. Rey menatap Andre dengan tatapan yang sulit diartikan begitu juga dengan Andre yang menatap tajam Rey.


" Saya tidak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi pada Zee ingat itu. Saya akan merebut dia dari pria yang brengsek seperti kamu. Camkan itu Reyhan Sanjaya " ujar Andre mengancam dan setelah itu dia pergi dari sana tanpa memperdulikan teriakan Rian yang ikut marah mendengar ucapan itu.

__ADS_1


" Bagaimana, apa perlu gue panggil dokter " tanya Rian yang terlihat memprihatinkan melihat kondisi Rey. Namun Rey menggeleng cepat karena dia tidak mau ada yang memeriksa diri nya.


__ADS_2