
Mereka berdua sudah siap dengan motor sportnya, sebenarnya itu punya Rayan yang dibelikan Kakek dan Ayahnya. Untuk membeli dengan uangnya sendiri Rayan sepertinya tidak mampu dia sendiri masih belum bekerja. Lain lagi dengan Zergan jika ingin membelinya tinggal beli saja uangnya dia banyak. Semua bisa dilakukan jika mempunyai banyak uang, bukankah begitu?.
Kebetulan saja Zergan tadi nebeng Orangtuanya jadi dia tidak memakai kendaraannya sendiri, kebetulan juga hal yang tidak diinginkan Zergan terjadi hal itu membuatnya menderita. Dan sekarang dia ingin mencari kebahagiaan bersama Rayan, sebenarnya Rayan hanya mencoba membuat sahabatnya bahagia.
Pergi malam-malam sedangkan besok dia dan Zergan harus bangun pagi karena besok bukan hari libur. Ini kebiasaannya waktu SMA. Jesslyn saja sudah sempat lelah mengurus Rayan yang nakalnya dibatas wajar. Nilainya turun drastis karena dia selalu pulang malam hampir setiap harinya. Arga sendiri membiarkan anaknya melakukan hal sesukanya dia dulunya juga seperti ini, maklum saja anak remaja apalagi anak remaja cowok.
Sampai pada akhirnya Rayan mendapatkan akibat dari ulahnya. Orangtuanya sering dipanggil ke sekolah karena Rayan bersama Zergan dan gengnya sering bolos dengan bermacam alasan yang tidak jelas bahkan lebih dari itu Arga dan Jesslyn pernah dipanggil ke kantor polisi karena ulah anaknya yang benar-benar membuat mereka marah besar. Ternyata Rayan suka balapan liar dengan taruhan uang. Arga dan Jesslyn sempat menyesal telah mengasih uang saku lebih untuk Rayan. Sampai akhirnya Rayan sendiri merasa kapok dengan kenakalannya.
Malam itu saat dia sedang merasa sangat down karena masalah percintaan emosinya tidak terkontrol mengendari motor sportnya dengan kecepatan di atas rata-ratanya dia mengalami kecelakaan yang membuatnya dirawat di rumah sakit dan tangannya cidera selama beberapa bulan. Arga dan Jesslyn tidak memberikan anaknya kendaraan pribadi jadi setiap berangkat dia diantar Ayahnya pulangnya dijemput Bundanya. Orangtuanya mengambil kesempatan dimasa ini, saat itu Rayan berada ditingkat akhir sekolah menengah atas jadi dia harus banyak belajar agar bisa masuk di universitas bagus. Akhirnya dia lulus dengan nilai yang lumayan bagus, tidak buruk.
Setelah Rayan lulus SMA dia hanya ingin memfokuskan kekuliah dan tidak lagi berbuat nakal. Dia dan gengnya termasuk Zergan tidak berada dalam universitas yang sama.
…
Jesslyn dan Leandra sudah kembali setelah memasak bersama semua sudah siap tinggal memanggil mereka untuk makan malam bersama.
"Mari kita makan dulu" ajak Jesslyn.
"Mari silahkan" ajak Arga kepada Rajendra.
"Wah tadi di rumah sudah makan" jawab Rajendra.
"Aku tadi ikut masak" ucap Leandra kepada suaminya.
Rajendra jadi berubah pikiran walaupun dia sudah kenyang tapi karena ada masakan istrinya membuat ingin mencicipi sudah lama dia tidak merasakan masakan istrinya.
"Boleh juga" jawab Rajendra.
Arga mengajak Rajendra menuju ruang makan selagi para istri-istrinya pergi ke atas untuk memanggil anak-anak.
Mereka berdua melotot saat baru ingat Rayan dan Zergan sedang tidak berada di rumah.
"Haduh bilangnya gimana ya" ucap Arga khawatir.
"Not big prolem" jawab Rajendra enteng.
Arga hanya menganggukan kepalanya jika Jesslyn dan Leandra bertanya berarti dia yang menjawab.
__ADS_1
Jesslyn mengetuk pintu kamar anak laki-laki dia pikir Rayan dan Zergan sedang berada di sini. Jadi langsung saja di temui. Lama mengetuk pintu tidak dibukakan, akhirnya Jesslyn bersama Leandra membuka pintunya dan ternyata kamarnya kosong.
"Kosong kemana mereka?" tanya Leandra.
"Tadi di bawah gak ada, ah mungkin di kamarnya Rere" jawab Jesslyn lalu berjalan menuju kamar anak perempuan yang dekat dengan kamar Rayan.
"Rere ada di dalam?" panggil Bundanya di luar pintu kamarnya.
"Kenapa Bun?" jawab Rere ketika sudah membukakan pintu kamarnya.
"Kak Rayan sama kak Zergan ada di sini?" tanya Leandra.
"Lah emang Tante sama Buna gak tau ya?" tanya balik Rere.
"Kenapa emangnya Re?" tanya Leandra.
"Tadi katanya mau keluar gaktau kemana" jawab Rere.
"Kok gak izin kita tadi" balas Jesslyn.
Leandra membuka hp nya untuk menelfon anaknya namun sayang tidak dijawab.
"Astaga Buna lupa kalau Avyn mau ke sini, sekarang Avyn mana?" tanya Jesslyn.
"Ini sama Rere bantu ngerjain tugasku" jawab Rere.
Jesslyn menyuruh Rere, Avyn bersama temannya untuk turun ke bawah karena sudah waktunya makan malam.
"Kak Avyn ayok makan dulu, kak Cellyn ayok makan dulu" ajak Rere.
Avyn sedang fokus dengan tugasnya Rere sedangkan Cellyn hanya diam melamun.
"Gak mood makan Re" kata Cellyn dengan tatapan kosongnya.
"Gak boleh gitu ayo makan dulu Kak" ajak Rere menarik tangannya Cellyn.
"Kak Avyn ayok" Rere juga menarik tangannya Avyn.
__ADS_1
Mereka kebawah dengan tangan yang digandeng Rere.
Sampai di ruang makan Avyn merasa malu karena ada orang yang sepertinya dari kalangan atas. Rere yang mengerti mencoba meyakinkan Avyn digandengnya.
"Selamat malam semua" sapa Avyn ramah.
"Hay cantik malam juga, temennya Rayan ya? sebelahnya juga ya?" tanya Leandra.
"Iya Tante kami temennya Rayan" jawab ramah Avyn.
Jesslyn mempersilahkan mereka duduk harusnya makan malam ini ramai, kurang Rayan dan Zergan yang entah kemana.
Cellyn terkejut juga saat melihat ada kedua orangtuanya Zergan di sini. Menyesal dia sangat menyesal ikut Avyn ke sini.
Dia ingin menyapa tapi malu dan takut, takut mereka marah karena pernah melukai hati tulus anak mereka. Cellyn hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja.
"Perkenalkan saya Avynka bisa dipanggil Avyn" ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal juga Avyn" jawab Rajendra.
Rajendra dan Leandra menoleh ke arah lain, seperti tidak asing dengan temannya Avyn.
"Dia temen sekaligus guru privatnya Rayan" tambah Jesslyn.
"Yang satunya?" tanya Rajendra.
"Salam kenal s- saya Cellyn" ucap Cellyn memperkenalkan diri.
"Wait-wait saya gak asing sama kamu dan namu kamu" balas Leandra yang membuat degup jantung Cellyn tidak karuan.
"Cellyn? temannya Zergan?" tanya Rajendra.
"Betul sekali, Om Rajendra kan? apa kabar hehe" jawab Cellyn dengan senyum paksanya.
"Hai Cellyn udah besar ya Long time no see, kamu baik? tambah cantik aja" tanya Leandra sambil tersenyum tidak menyangka bertemu teman masa kecil anaknya.
"Terimakasih, sangat baik" jawab Cellyn malu-malu.
__ADS_1
"Wah kebetulan sekali kalian bisa bertemu" ucap Arga.
Setelah itu mereka menyelesaikan makan malam bersama dengan khidmat tanpa ada yang berbicara. Di sisi lain Avyn sedang mencoba mencerna apa yang sedang terjadi pada Cellyn. Dia tidak pernah menceritakan hal ini padanya, Avyn jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Cellyn.