Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 62


__ADS_3

Malam itu saat Rikl sudah tertidur lelap, Yojin hanya berpura-pura memejamkan matanya. Saat Doha melihat Yojin dan Rikl tertidur, Doha keluar gubuk itu dan menelpon seseorang, Yojin pun langsung melirik dan mencoba mendengarkan percakapan mereka.


Di dalam percakapan itu, Doha mengatakan jika dia menemuka pria yang mengalami kecelakaan di hutan. Doha mengatakan akan menjemput pria yang menelponnya itu .


Yojin yang mendengar percakapan mereka langsung berpura-pura kembali tidur, Doha memeriksa Yojin dan Riko yang masih terlelap dalam tidurnya. Doha pun langsung pergi meninggalkan mereka yang sedang tertidur.


Saat Yojin melihat Doha mulai menjauh, secepat mungkin Yojin membangunkan Rikp dengan kasar.


"Hei! Bangunlah! Kita harus pergi dari sini," ucap Yojin mencubit tangan Riko langsung membuka matanya karena terkejut.


"Ada apa tuan?" tanya Riko membuka matanya.


"Kita harus segera pergi dari tempat ini, mereka bersekongkol dengan Lee Sang," jelas Yojin membuat Riko langsung terkejut.


"Bagaimana dengan asisten Han," tanya Riko.


"Kita gendong dia," ucap Yojin melihat sekitaran ada obat yang di butuhkan Yojin, dengan cepat Yojin membawa obat itu dan pergi meninggalkan gubuk itu.


Mereka berjalan menjauh gubuk itu sampai tak terlihat lagi, Yojin yang mulai sedikit paham dengan jalan itu merasa agak lega, karena jalan itu dekat dengan gedung pemakaman kakek Je.


"Kau harus kuat, kita akan segera sampai," ucap Yojin berusaha untuk sampai di gedung itu.


◇◇◇


Moly menunggu kepulangan Dokter Zek, Malam ini Zek pulang cukup terlambat karena banyak pasien yang konsultasi dengannya. Moly pun tertidur di sofa menunggu Zek pulang, Zek pun membuka pintu rumah yang memang tidak terkunci merasa terkejut melihat Moly tidur di sofa.


"Pindah ke kamar mu, kasian Eji tidur sendirian," sahut Zeki.


Moly terbangun dan langsung duduk menatap Zek, "dimana Yojin, kenapa dia tidak memberi kabar, apa dia baik-baik saja," Moly menatap Zeki dengan raut wajah sendu.


"Memangnya apa yang terjadi? Seharian aku banyak pasien jadi tidak memperdulikan yang lainnya," jelas Zeki.

__ADS_1


"Aku merasakan Yojin dalam bahaya, nomernya tidak aktif, aku sangat khawatir zek, ayo kita cari dia."


Zeki terdiam sambil berfikir dan dirinya langsung memeriksa ponselnya, melacak ponsel Yojin terakhir di gunakan. melihat petunjuk dari ponsel itu, Zeki melihat ponsel Yojin terakhir aktif di jalan pulano.


"Jalan pulano?" ucap Zeki mengingat jalan itu. Zeki langsung mengingat jalan itu arah jalan menuju pemakanan kaken je.


"Moly, kau tenang saja aku memeriksa GPS Yojin terakhit aktif di jalan pulano, jalan itu menuju pemakanan kakek Je. Jadi kau tidak usah khawatir, mungkin dia sedang menjalankan tugasnya," jelas Dokyer Zek membuat Moly merasa sedikit lega.


"Baiklah jika begitu, aku akan kembali ke kamar ku, dan kau beristirahat lah," ucap Moly.


Dokter Zek memandangi Moly yang mulai menjauh masuk ke dalam kamarnya, Zeki merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Yojin. Tanpa berpikir panjang Zeki langsung mengganti pakaiannya dan melajukan mobilnya menuju pemakaman kakek Je.


Mobil itu melaju sangat cepat. Yojin merasa sangat kelelahan, mereka berhenti sejenak, menatap ke arah barat hutan itu Riko merasa akan segera mendekati jalan besar.


Doha yang menjemput Lee Sang, langsung berjalan menuju gubuknha yang lumayan jauh. Sampai di gubuk itu Doha mempersilahkan Lee Sang masuk dan betapa terkejutnya Doha tidak melihat siapapun di dalam gubuk itu. Doha pun terlihat sangat panik, Lee Sang yang merasa di permainkan langsung marah dan menghajar Doha.


"Kalian harus mencari pria itu!" seru Lee sang.a


Preman itu berpencar mancari rombongan Yojin, tetapi tidak menemukannya, Lee Sang pun marah besar merasa kesal.


"Tuan, kita sudah menemukan jalan."


Yojin menatap jalan itu dan bergegas mendekati lampu penerang, Riko yang lebih dulu berjalan langsung melihat jalanan itu sangat sunyi. Dari kejauhan ada cahaya lampu mobil yang mendekat ke arahnya, tanpa rasa takut Riko langsung menghadang mobil alpard berwarna putih.


Mobil itu langsung berhenti saat melihat di hadapannya ada seorang pria yang penuh dengan luka berdiri di tengah jalan, membuat pengemudi mobil itu merasa terkejut dan takut, ada rasa waspada di dalam dirinya.


"Tuan tolong kami, ku mohon," ucap Riko meminta tolong kepada pria itu.


Dengan rasa iba, pria itu langsung keluar dari mobil nya dan mendekat ke arah Riko, Riko langsung mengajak pria itu mendekati Yojin yang ke susahan berjalan. Pria itu melihat Yojin sedang menggendong asisten Han langsung terkejut.


"Yojin!"

__ADS_1


Panggilan itu membuat Yojin menatap ke arah sumber suara, dan Yojin melihat pria di hadapannya adalah Zeki. Zeki langsung membantu Yojin memgangkat Han dan masuk ke dalam mobilnya.


Mereka semua masuk ke dalam mobil Zek dan Zeki langsung memutar balik Mobilnya menuju ruma sakit, tetapi Yojin melarangnya dan meminta pulang ke gedung M.


Zeki pun mengikuti perintah Yojin, melihat Yojin dengan napas yang tersengal-sengal dan tubuh yang penuh luka membuat Zeki langsung bertanya kepada Yojin.


"Lihat lah luka di pelipis mu, kelihatannya itu cukup dalam," ucap Zeki.


"Aku sudah tidak perduli lagi, tolong selamatkan Han, dia terluka parah," kata Yojin menatap Zeki.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zeki.


Lee Sang pun keluar dari hutan itu dan melajukan mobilnya, saat di tempat lampu penerang jalan, Lee Sang melihat ada tetesan darah yang cukup banyak membuatnya menghentikan mobilnya.


Lee Sang keluar dari mobil itu, dan mendekati tetesan darah yang ada di tengah jalan.


"Aku rasa dia tidak jauh dari tempat ini," ucap Lee Sang tersenyum licik.


Lee Sang menyuruh preman yang bersamanya untul berpencar mencari keberadaan Yojin.


Yojin menceritakan semua yang di alaminya, membuat Zeki merasa lega karena Yojin masih terselamatkan, walaupun seluruh tubuhnya penuh luka.


"Mendegar ceritamu, aku harap kita jangan kembali ke gedung M. Orang suruhan ayah mu pasti sudah mengepung tempat itu, mending kalian ke rumah ku saja," jelas Zeki membuat Yojin menatap Zeki.


"Aku tidak mau melihat Moly khawatir," kata Yojin.


"Sudah seharuskan dia mengetahui semuanya, apa kau tahu! Moly sangat khawatir, dia terus menelpon ku untuk menanyakan kabarmu, sampai tadi dia tidur di sofa demi menunggu ku hanya untuk menanyakan kabarmu," ucap Zeki membuat Yojin merasa bersalah dengan Moly.


"Biar luka mu di rawat oleh Moly, dan yang lainnya biar aku bawa asisten pribadi ku kerumah untuk merawat mereka," kata Zeki.


"Bagaimana kamu bisa menemukan ku?" tanya Yojin.

__ADS_1


"Saat Moly memberitahu jika nomer mu tidak aktif disitu lah aku langsung mrngaktifkan GPU untuk melihat keberadaan mu, saat aku tahu kau menuju jalan ke arah pemakaman kakek Je aku langsung melajukan mobil ku kemari. Dan untungnya aku bertemu dengan mu," jelas Zeki.


"Terimakasih ya Zek, kau selalu ada," suara lirih itu terdengar dari bibir Yojin, membuat Zeki tersenyum .


__ADS_2